KULINER NUSANTARA

Sederet kuliner khas Kalimantan Tengah

Ilustrasi: Cara memasak kuliner asal Kalimantan Tengah dengan memakai bambu dan dibakar.
Ilustrasi: Cara memasak kuliner asal Kalimantan Tengah dengan memakai bambu dan dibakar. | alphonsusjimos/shutterstock

Sebagai provinsi terbesar di Kalimantan, Kalimantan Tengah dikenal kuat dengan budaya Dayak. Sekitar 46,62 persen dari seluruh jumlah penduduk di provinsi itu adalah etnis Dayak. Selain itu orang dari suku Jawa dan Banjar juga banyak tinggal di Kalimantan Tengah. Hal ini pun memengaruhi kuliner dari Kalimantan Tengah ini pun mayoritas adalah makanan khas suku Dayak.

Wisata kuliner yang terkenal dari provinsi yang beribukota Palangkaraya ini antara lain juhu umbut rotan, juhu umbut sawit dan kalumpe. Makanan tersebut merupakan makanan asli orang Dayak di Kalimantan Tengah.

Juhu umbut rotan

Ya, rotan pun bisa dijadikan bahan untuk membuat masakan yang enak, seperti yang di ada di Kalimantan Tengah. Namanya umbut rotan yang merupakan kuliner yang dimiliki suku Dayak. Umumnya umbut rotan dikenal dengan uwut nang'e.

Makanan ini cukup unik karena memakai bahan dasar rotan muda atau tunas yang tumbuh pada pangkal rotan.

Sama seperti rebung pada bambu, tekstur pada rotan muda itu masih kenyal dan tidak keras seperti rotan yang sudah tua. Namun ada perbedaan, yaitu umbut rotan ini hanya bisa di gunakan sebagai sayur. Tidak seperti rebung yang bisa di gunakan sebagai bahan makanan lainnya.

Rasa dari rotan muda sedikit pahit dan gurih, sehingga membutuhkan bumbu khusus dalam proses memasaknya.

Cara pengolahannya, pertama rotan muda dibersihkan kulitnya, kemudian dipotong dalam ukuran kecil. Biasanya umbut rotan dimasak bersama dengan ikan baung dan terong asam.

Bicara soal rasa, juhu umbut rotan mempunyai rasa gurih, asam, dan kepahit-pahitan yang terpadu dengan rasa manis dari daging ikan. Ini yang menjadikan juhu umbat rotan memilki ciri khas yang unik.

Juhu Singkah Enyuh

Nah, makanan yang satu ini dimasak dengan memakai umbut kelapa atau singkah enyuh. Umbut kelapa ini berupa pucuk bakal batang kelapa yang belum jadi yang letaknya tepat di atas akar pada pohon kelapa yang usianya belum 1,5 tahun.

Melansir Tribun, bumbu yang dipakai untuk memasak juhu singkan enyuh sebenarnya sederhana saja seperti pada umumnya bumbu yang digunakan masakan Indonesia, seperti lengkuas, jahe, bawang merah dan putih, kemiri, serai, cabai, kunyit, terasi, dan daun jeruk purut. Keunikan terasa pada irisan-irisan umbut kelapa yang empuk, gurih dan berempah.

Juhu umbut sawit

Juhu umbat sawit adalah nama sayuran yang merupakan ciri khas suku Dayak Ngaju yang disajikan pada saat acara syukuran atau pesta pernikahan.

Kalau di Pulau Jawa, Anda mengenal sayur rebung, sayuran yang terbuat dari inti (bongkol) pohon bambu, maka sayur singkah ini juga berasal dari bongkol. Tapi, sayuran ini bukan diambil dari bongkol pohon bambu tapi bongkol pohon kelapa.

Bentuk dan warnanya tidak jauh berbeda dengan rebung yaitu putih. Tapi beda di rasa, sayuran ini jauh lebih manis bila dibandingkan dengan rebung. Ini mungkin karena asalnya dari kelapa.

Tak heran bila suku Dayak menyukai sayuran ini masih dalam kondisi mentah (belum dimasak). Biasanya juhu umbut sawit akan dimakan dengan dicampur dengan sambal.

Dikatakan Muliyani, dari bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, mengutip Tempo, keberadaan sayur umbut kelapa ini sudah ada sejak zaman leluhur orang Dayak. Juhu umbut sawit, menjadi hidangan wajib pada upacara-upacara adat zaman dulu.

Kalumpe

Kalumpe atau juga disebut dengan karuang adalah sayuran yang dibuat dari daun singkong yang ditumbuk halus. Kalumpe sebenarnya adalah bahasa Dayak Maanyan dan karuang sebutan sayur ini dalam bahasa Dayak Ngaju.

Cara membuat kalumpe dengan menumbuk halus daun singkong dan dicampur dengan terong kecil atau terong pipit. Lalu diitambahkan bumbu bawang merah, bawang putih, serai dan lengkuas yang dihaluskan. Ditemani dengan sambal terasi dan nasi panas, kalumpe menjadi hidangan yang sulit untuk ditolak.

Bangamat

Bangamat merupakan kuliner dengan bahan utama daging kelelawar besar. Bagi masyarakat Kalimantan Tengah, menyantap kelelewar dapat memberikan manfaat bagi kesehatan yaitu untuk kekebalan tubuh.

Daging kelelawar biasanya disebut paing oleh orang Suku Dayak Ma'anyan dan Lawangan. Cara memasak bagamat yaitu paing yang akan dimasak dibersihkan dengan membuang kuku, bulu kasar ditekuk dan punggung, serta ususnya, selanjutnya sayap, bulu dan dagingnya dimasak,

Untuk orang Dayak Ngaju, paing dimasak dengan bumbu yang lebih banyak. Sedangkan bagi Dayak Maanyan, paing dimasak dengan bumbu yaitu serai dan daun pikauk. Biasanya Paing dimasak bersama sayur hati batang pisang yang dipotong-potong, Pohon pisang yang digunakan adalah pohon pisang kipas. Bengamat juga bisa dimasak dengan sayur keladi.

BACA JUGA