TUJUAN WISATA

Sri Lanka, destinasi terbaik 2019

 Golden Temple di Dambulla Sri Lanka.
Golden Temple di Dambulla Sri Lanka. | Nila Newsom /Shutterstock

Anda yang belum memutuskan mau melancong ke mana tahun depan, bisa menjadikan Sri Lanka sebagai destinasi berlibur.

Negara yang terkenal dengan keragaman budaya ini menduduki puncak daftar 10 negara terbaik untuk tujuan wisata 2019 versi Lonely Planet. Melampaui Jerman dan Zimbabwe di posisi dua dan tiga, juga Indonesia di urutan ketujuh.

Apa yang menarik di Sri Lanka? Amankah berkunjung ke sana?

Menurut Lonely planet, Sri Lanka kini sudah lebih terbuka dan lebih bersahabat bagi pelancong.

Sejak berakhirnya perang sipil selama 26 tahun pada 2009 silam, Sri Lanka perlahan kembali pulih dan kini lebih unggul dengan kemudahan akses sekaligus peningkatan prasarana di berbagai lokasi wisata.

“Ada banyak jalan dan jalur kereta api baru, juga penerbangan internal baru," ujar Matt Philips, editor pelesiran di Lonely Planet.

Anda yang bertandang tak perlu khawatir lagi soal daerah terlarang bagi pelancong, pun yang sulit dijangkau dan kurang pelayanan. Sekarang sebagian besar lokasi wisatanya ramah keluarga, tenang dan aman, pun akrab di kantong.

"Pariwisata memiliki peran penting dalam membantu Sri Lanka membangun masa depan yang damai," kata editor pelesiran Lonely Planet, Joe Bindloss.

Ia berujar, meskipun memang ada ketegangan sipil, masyarakat Sri Lanka sangat menghargai norma. Semakin tingginya kunjungan turis asing pun telah dilaporkan bebas masalah.

Terlebih lagi, tulis Ethan Gelber dalam buku Lonely Planet's Best In Travel 2019 dinukil The Guardian, Sri Lanka sudah sejak lama dikenal akan keindahan alam baharinya, tempat-tempat bersejarah, berbagai kuil menawan, beragam satwa liar terutama gajah dan macan tutul, kuliner lezat, serta penduduk yang ramah.

Menurutnya, selain peningkatan akses dan transportasi, berkembangnya akomodasi penginapan baru dan semakin menjamurnya beragam kegiatan juga melandasi negara di Asia Selatan ini menjadi yang terbaik.

Sebagai contoh, semakin banyaknya pantai yang bisa diakses telah meningkatkan aktivitas berselancar. Bahkan, sejumlah program pelesiran kini menawarkan wisata nonbahari semisal pendakian hutan sampai retreat yoga.

Untuk bermalam, Anda pun bisa dengan mudah mendapatkan hotel dan penginapan terjangkau, hingga resor mewah dan hotel berjaringan internasional macam Shangri-La atau Sheraton.

Berikut beberapa hal yang tak boleh Anda lewatkan di Sri Lanka.

Pantai Mirissa, Sri Lanka.
Pantai Mirissa, Sri Lanka. | Dudarev Mikhail /Shutterstock

Destinasi favorit

Pantai Barat daya Sri Lanka sangat cantik sekaligus kaya atraksi sehingga paling banyak disambangi pelancong. Di sini terdapat Pantai Mirissa yang terkenal dengan atraksi alami paus biru.

Di Kota Galle Anda bisa menikmati kuil kuno dari ratusan ribu tahun lalu, juga benteng abad ke 16 yang telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO.

Ada pula Taman Nasional Yala, untuk melihat macan tutul, buaya dan spesies langka beruang sloth asli Sri Lanka.

Di Kota Kandy yang kerap disambangi pendaki ada Benteng Sigriya. Reruntuhan istana abad ke 5 ini menyisakan jejak kuno berupa pahatan bebatuan indah yang melambangkan kemegahan di zamannya.

Kolombo, ibu kota Sri Lanka, memiliki klub jazz, butik, dan bar atap bertaraf internasional. Di sini Anda juga bisa menemukan ragam kedai kopi, museum, dan taman kota. Untuk mengamati kehidupan lokal, ada Pasar utama Pettah yang menjual berbagai barang harga miring.

Srilanka juga memiliki banyak objek wisata menarik yang gratis. Di antaranya ritual puja warna-warni di puncak bukit Koneswaram Kovil di Trincomalee, dan tembok benteng di sekeliling kota tua Galle di selatan.

Anda yang mendambakan ketenangan dan gemar menjajal daerah terpencil bisa berkunjung ke wilayah utara atau Pantai Timur. Di Utara terdapat Benteng Tamil yang sebelumnya terlarang bagi pelancong,

Sementara Pantai Timur dipenuhi pantai-pantai indah yang sebagian besar belum terjamah. Segelintir yang kesohor di antaranya Pantai Arugambay bagi peselancar, serta Uppuveli dan Nilaveli dengan pasir putih menghampar.

Kottu, makanan khas Sri Lanka.
Kottu, makanan khas Sri Lanka. | Leodaphne /Shutterstock

Menjajal kuliner

Makanan Sri Lanka cocok di lidah orang Indonesia, tetapi di sini jarang ada penjaja makanan pinggir jalan sehingga Anda hanya bisa menikmati di penginapan atau resto tertentu.

Beberapa yang khas yaitu hopper, nasi dan kari, serta kottu rotty. Hopper adalah kudapan mirip crepe dari tepung beras ditambah santan dan rempah-rempah untuk mewadahi telur goreng. Sementara kottu rotty merupakan tumis cincang roti pipih dengan telur dan sayuran yang hanya tersedia malam hari.

Untuk minuman, teh Sri Lanka atau teh Ceylon terkenal lezat. Anda bisa mencicip sekaligus menyambangi langsung perkebunannya yang sebagian besar berpusat di pegunungan Nuwara Eliya.

Waktu tepat bertandang

Situs Sky Scanner memprediksi Bulan April dan September paling baik karena cuaca tergolong normal. Namun, beberapa destinasi punya waktu khusus agar kunjungan lebih maksimal.

Misalnya, jika Anda berencana mengunjungi Kolombo dan Pantai Barat Daya, datanglah Bulan Januari hingga Maret ketika cuaca kering. Sementara di Pantai Timur, antara Mei sampai September paling sempurna menikmati laut.

Jika Anda menginginkan harga penerbangan murah pilihlah Bulan Mei, Agustus, dan Desember. Konsekuensinya atraksi wisata bakal kurang ramai.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR