INDUSTRI PARIWISATA

Tingkat hunian hotel berbintang melonjak pada akhir tahun

Liburan akhir tahun merupakan salah satu momen yang paling ditunggu kebanyakan orang, terutama mereka yang memiliki aktivitas padat.

Pasalnya, liburan memang dapat membuat diri Anda terbebas dari rasa bosan akibat rutinitas dalam keseharian.

Selain itu, liburan juga menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan fisik atau mental. Bahkan, tak sedikit yang mendapatkan banyak ide-ide segar ketika sedang menjalani liburan.

Dwidayatour sempat melakukan riset digital terhadap 1.700 warganet yang berusia 18 sampai dengan 35 tahun. Hasil yang didapatkan pun terbilang cukup unik.

Mayoritas partisipan mengatakan, tujuan liburan tak lagi sekadar melepas penat, tetapi juga mencari ide-ide segar untuk diaplikasikan pada pekerjaan.

Hasil riset mengungkapkan bahwa tujuh dari 10 partisipan menganggap liburan sangat penting karena bisa menstimulasi inspirasi dan ide-ide cemerlang untuk diimplementasikan pada pekerjaan atau usaha bisnis.

Jadi, jangan heran jika tren liburan terus meningkat setidaknya semenjak lima tahun belakangan.

Tak hanya dengan tujuan wisata ke luar negeri, Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) mencatat perjalanan wisata domestik mengalami peningkatan sebanyak 10 persen selama semester pertama 2017 lalu.

Asnawi Bahar, Ketua Umum Asiat, memprediksi bahwa angka tersebut akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya destinasi-destinasi wisata baru di Indonesia.

Peningkatan tersebut tentunya berdampak positif pada industri perhotelan di Tanah Air, terutama menjelang akhir tahun seperti sekarang.

Berdasarkan statistik akomodasi Kementerian Pariwisata yang diolah Lokadata Beritagar.id terlihat tingkat hunian hotel berbintang relatif tinggi sejak Agustus hingga akhir tahun.

Rerata persentase tingkat hunian hotel terus meningkat sejak tahun 2014. Umumnya, peningkatan okupansi terjadi pada musim liburan. Sejak tahun 2015 persentase tingkat hunian hotel berbintang paling tinggi terjadi pada bulan Desember.

Sepanjang 2014 sampai 2017 rerata tahunan persentase tingkat hunian hotel berbintang di Indonesia mencapai lebih dari 51 persen.

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah daerah yang sejak tahun 2014 sampai tahun 2016 selalu berada di peringkat pertama dengan okupansi hotel tertinggi, terutama pada bulan Desember.

Pada 2016 , okupansi hotel berbintang di Yogyakarta mencapai 69,1 persen. Daerah dengan okupansi terendah pada Desember tahun yang sama adalah Gorontalo, yakni 36,4 persen.

Namun, sejak tahun 2015, Sulawesi Utara masuk dalam lima besar provinsi dengan persentase tingkat hunian hotel berbintang tertinggi. Bahkan, pada tahun 2017, tingkat okupansinya mencapai 76,3 persen.

Menurut Johnny Lieke, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk daerah Sulawesi Utara, industri perhotelan di Manado terus mengalami pertumbuhan yang positif.

Selain itu, Manado yang telah menjadi satu di antara kota Meeting Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Indonesia juga memengaruhi bisnis perhotelan yang menunjukkan angka yang menggembirakan.

Alan Maulana Yusran, Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), turut menjelaskan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru memang dapat meningkatkan okupansi hotel nasional hingga 10 persen dari rerata bulanan.

Bahkan, tuturnya kepada Bisnis.com, okupansi hotel di Tanah Air ditargetkan mencapai 65 persen saat liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Sepanjang semester I/2018, realisasi okupansi hotel secara nasional telah mencapai 54,75 persen, naik dari realisasi Januari sampai dengan Juni 2017 yang ditargetkan sebesar 53,36 persen.

“Jadi, saat Natal dan Tahun Baru, biasanya okupansi hotel naik 10 persen dari rata-rata bulanan, ya untuk tahun ini diharapkan bisa sampai 65 persen secara nasional,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa khusus hotel di kawasan destinasi wisata populer, seperti Bali, Malang, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Bintan, Belitung, dan Bandung, okupansi pada perayaan akhir tahun dan Natal bisa menembus angka 90 sampai 100 persen.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR