Wisatawan Indonesia andalkan teknologi saat liburan

Ilustrasi wisatawan Indonesia
Ilustrasi wisatawan Indonesia | Atstock Productions /Shutterstock

Hasil survei mengungkapkan bahwa wisatawan Indonesia merupakan kelompok yang mengandalkan teknologi saat tengah liburan.

Travelport Global Digital Traveler mengumumukan, asal negara wisatawan yang mawas menggunakan teknologi saat sedang berlibur, negara India menduduki peringkat pertama dan Indonesia peringkat kedua.

India memegang peringkat pertama selama dua tahun berturut-turut, yakni 2017 dan 2018.

Kemudian, ada Brazil di peringkat ketiga. Lalu, peringkat selanjutnya berturut-turut diduduki oleh Tiongkok dan Nigeria.

Indeks ini didasarkan pada kombinasi indikator utama penggunaan teknologi untuk meningkatkan pengalaman perjalanan.

Wisatawan India berada di posisi pertama karena 69 persen wisatawannya menggunakan pencarian suara, lebih dari 60 persen meminta kunci kamar penginapan dalam bentuk digital, dan 88 persen motivasi mereka dalam menentukan tempat liburan adalah rekomendasi dari media sosial.

Mark Meehan, Managing Director, Travelport untuk kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika mengatakan bahwa India dan Indonesia telah berkembang, terutama dalam penggunaan ponsel pintar. Jadi, tidak mengejutkan melihat hasil survei tersebut.

Dia menambahkan, perusahaan yang ingin melakukan bisnis di Indonesia dan India perlu memahami bahwa mereka secara digital sangat maju.

Selain itu, mereka juga cenderung aktif berinteraksi dengan para pelancong lain lewat platform digital, aplikasi pesan cepat, dan media sosial.

"Jenama wisata perlu memberikan mereka (India dan Indonesia) pengalaman terintegrasi dan tanpa batas,” imbuhnya.

Hasil survei ini melibatkan 16.000 pelancong dari 25 negara.

Responden yang disurvei mengatakan bahwa perangkat seluler sama pentingnya untuk perjalanan dan aspek lain dari kehidupan mereka.

Hampir setengah dari mereka yang disurvei telah memesan dan membayar untuk seluruh atau sebagian perjalanan melalui ponsel pintar.

Sembilan dari 10 partisipan menggunakan aplikasi peta, maskapai penerbangan, cuaca, dan media sosial untuk keberlangsungan perjalanan wisata.

Rata-rata, pelancong India dan Indonesia menggunakan 10-12 aplikasi di seluruh bagian pencarian, pemesanan, dan perjalanan dari perjalanan mereka

Tiga fitur paling penting yang diidentifikasi oleh para pelancong dalam aplikasi perjalanan mereka adalah kemampuan untuk mencari dan memesan penerbangan (68%), notifikasi penerbangan real-time sepanjang perjalanan (64%) dan mampu melihat seluruh jadwal perjalanan dalam satu aplikasi (67%).

Kebiasaan orang Indonesia yang mengandalkan teknologi dalam berwisata ini juga sempat diungkapkan oleh survei bertajuk Journey of Me Insight yang diproduksi oleh YouGova dan Amadeus.

"Kami melakukan survei pada 6.870 wisatawan yang sudah berpergian sedari tahun 2017 ke 14 negara Asia Pasifik," jelas Andy Yeow, General Manager, Amadeus Indonesia.

Sebanyak 60 persen wisatawan Indonesia disebut memiliki karakter yang terbuka dalam mengumpulkan informasi wisata dan senang mendapatkan rekomendasi, terutama dari media sosial.

Kemudian, orang Indonesia juga ditemukan selalu terhubung dengan internet untuk mencari lokasi lewat aplikasi peta dan informasi lain terkait destinasi tujuan.

"Hal paling menarik adalah kepedulian orang Indonesia untuk selalu tetap terhubung dengan internet melampaui wisatawan dari negara lain. Sementara wisatawan dari negara lain terhubung dengan tujuan menunggu informasi terkait pekerjaan," pungkas Yeow.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR