Wolfgat restoran terbaik di dunia

Ilustrasi : Restoran dengan pemandangan pantai
Ilustrasi : Restoran dengan pemandangan pantai | Tony ann /Shutterstock

Lokasinya yang terpencil di desa nelayan, jauh dari pusat kota, dan hanya menyediakan 20 kursi untuk para pengunjung, membuat restoran ini sekilas tidak istimewa.

Bahkan, dekorasi restoran pun terkesan sederhana. Namun, siapa sangka meski berlokasi di desa nelayan, restoran yang terletak di pesisir pantai yang tidak diperhitungkan ini merupakan restoran terbaik di dunia.

Lokasi tepatnya berada di Paternoster di Pantai Atlantik. Jarak tempuh menuju restoran ini sekitar dua jam berkendara dari Cape Town, ibu kota Afrika Selatan.

Namun restoran kecil bernama Wolfgat ini berhasil dinobatkan sebagai restoran terbaik di dunia versi World Restaurant Award 2019, seperti dinukil CNN.com.

Ditulis South China Morning Post , restoran Wolfgat yang dibuka oleh Chef Kobus van der Merwe, dua tahun lalu ini ternyata berhasil memikat hati para juri di ajang bergensi yang digelar di Prancis.

Apa yang spesial dari restoran ini?

Restoran ini menjadi istimewa karena semua bahan baku didapatkan secara liar dan alami dari area sekitar resto.

Chef Kobus van der Merwe mencari bahan makanan setiap hari di pantai Atlantik di Western Cape, dekat restoran Wolfgat.

Bahkan, si pemilik restoran juga membuat roti dan mentega sendiri.

Di restoran ini disajikan menu sederhana dan hanya ada tujuh hidangan yang memang didominasi makanan laut.

Hampir semua menu memakai bahan baku rumput laut, ikan dengan bawang putih liar, kerang, sayuran dari laut, dan lain sebagainya.

Semua bahan baku dan bumbu dijamin organik karena didapatkan langsung dari alam.

Pengunjung bisa memesan menu seperti surgum bebas gluten yang dibuat dari rumput laut dan roti ubi jalar.

Lalu, untuk menemani hidangan roti yang baru dipanggang, ada tiram yang segar dengan daun krokot.

Dijelaskan Kobus, menu-menu di Wolfgat terinspirasi oleh lanskap Pantai Barat. Dengan menggunakan bahan lokasi yang alami, Kobus mengaku banyak menyuguhkan hidangan mentah yang segar dan dari rempah asli.

Tidak banyak menu yang disajikan karena Kobus memilih untuk kembali memakai resep makanan yang sudah lama kemudian dikombinasikan dengan rasa yang lebih segar dan tampilan yang baru.

Sementara itu, Bearded Van der Merwe, seorang mantan jurnalis mengatakan, ketika semua bahan didapatkan dari alam kemudian diolah, hasilan akan menjadi masakan lezat.

"Semua masakan ini dibuat tanpa mengganggu ekosistem. Intinya semua masakan dibuat secara alami," kata Bearded Van der Merwe.

Alasan inilah yang membuat resto kecil ini dinobatkan sebagai resto terbaik di dunia.

Untuk harga makanan yang dibanderol sekitar $60 AS atau sekitar Rp843 ribu. Harga ini terbilang jauh lebih murah dibandingkan makanan di restoran mewah di Paris.

Restoran ini juga menyajikan makan siang pada hari Rabu hingga Sabtu pukul 12.30 waktu setempat. Lalu, pada hari Minggu, pukul 12 siang.

Sedangkan pengunjung yang ingin menikmati makan malam, restoran siap melayani dari pukul 7 malam pada hari Jumat dan Sabtu.

Tidak hanya menjadi Restaurant of the Year, restoran yang terisolasi ini juga memenangkan kategori Off-Map Destination yaitu penghargaan untuk restoran yang berada di tempat tak terjangkau atau bahkan boleh jadi tak diperhitungkan dalam peta.

Ajang bergengsi ini menarik banyak perhatian terutama dari kalangan pebisnis restoran. Juri dari event ini juga tak main-main, yakni para pakar kuliner yang terdiri dari 50 orang pria dan 50 orang wanita.

World Restaurant Awards merupakan sebuah alternatif penghargaan di dunia kuliner selain Michelin. Penerima penghargaan tahun 2019 merupakan koki dan restoran yang berasal dari 10 negara di empat benua.

Penghargaan ini tidak hanya fokus pada santapan, tapi juga memberikan apresiasi unik seperti kategori No Reservations Required, Off-Map Destination, Tattoo-Free Chef, dan akun Instagram terbaik.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR