Ziarah jelang puasa di Kampung Arab Palembang

Warga kampung Arab Al Munawar di Palembang, Sumatera Selatan.
Warga kampung Arab Al Munawar di Palembang, Sumatera Selatan.
© Feny Selly /ANTARA FOTO

Ada kebiasaan unik di kota Palembang menyambut bulan Ramadan yang terkenal hingga manca negara; ziarah Kubra.

Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memperingati 10 hari terakhir bulan Syakban atau 10 hari menjelang bulan Ramadan. Dilakukan selama tiga hari, pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Ziarah Kubra berarti ziarah besar. Dan, seperti yang dilansir dari Detik, ziarah ini merupakan tradisi ulama keturunan kaum Alawiyyin bersama keluarga Kesultanan Darussalam, dan berpusat di kawasan Kampung Arab Alawiyyin, kota Palembang.

Tradisi menjelang puasa ini sudah berlangsung secara turun temurun, dan bertujuan untuk mengenang jasa para ulama dalam menyebarkan agama Islam di Palembang. Kegiatan ini juga sudah menjadi agenda wisata religi dan wisata budaya di Kota Palembang.

Tidak hanya menarik peziarah dari kota Palembang saja, para peziarah dari pulau Jawa dan Kalimantan dan daerah lain di Indonesia juga ikut memeriahkan.. Bahkan para tokoh ulama dan tamu dari manca negara juga ikut meramaikan, seperti dari Malaysia, Singapura, Thailand, Brunai Darussalam, Kuwait, Yaman, serta Arab Saudi.

Kampung Arab Alawiyyin, yang menjadi pusat kegiatan tersebut, merupakan salah satu dari 20 kampung Arab di tepi sungan Musi, Palembang. Terletak di daerah Lorong Sungai Bayas, selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat 19 Mei 2017, Kampung Arab Alawiyyin akan dipenuhi oleh ribuan peziarah, terutama laki-laki, yang akan mengikuti tradisi ziarah ini.

Untuk mengatasi gelombang kedatangan tamu, para warga Kampung Arab menyediakan rumah mereka sebagai penginapan atau tempat beristirahat. "Memang biasanya para peziarah menginap di rumah warga atau musala terdekat," kata Zainal Ali, seorang warga keturunan Yaman di Kampung Arab ini, seperti yang dikutip dari Detik.

A post shared by Aa Ivan (@sunandarirvan) on

Rangkaian kegiatan ziarah kubra

Tahun ini, kegiatan ziarah kubra akan berlangsung mulai Jumat 19 Mei sampai Minggu 21 Mei 2017. Kampung Arab akan meriah dengan bunyi-bunyian khasidah dan marawis yang dimainkan oleh anak-anak muda dalam menyambut para tamu.

Biasanya, rangkaian acara sudah dimulai sejak Jumat pagi setelah shalat Subuh. Diawali dengan pembacaan Burdah dan Haul di rumah panggung yang telah berusia ratusan tahun, dikenal dengan sebutan rumah bari.

Lalu ribuan peziarah itu akan berangkat bersama-sama melakukan ziarah kubur ke pemakaman para ulama dan auliya yang terdapat di kota Palembang.

Ziarah ke makam para ulama dan auliya ini berlangsung secara bertahap selama tiga hari berturut-turut. Di hari pertama, para peziarah mengunjungi Gubah Al-Habib Ahmad bin Syech Shahab, tempat sebagian besar kaum alawiyyin dimakamkan dan pemakaman Habib Aqil bin Yahya.

Pada hari kedua mereka akan berziarah ke pemakaman yang terletak di kawasan Seberang Ulu, Telaga Sewidak dan Baabussalam. Puncak kegiatan yang berlangsung pada hari ketiga ditandai dengan mengunjungi pemakaman Al Habib Pangeran Syarif All Bsa, pemakaman Kesultanan dan Auliya di Kawah Tengkurep, dan pemakaman Auliya dan Habaib di Kambang Koci.

Uniknya seluruh rangkaian kegiatan ziarah kubra ini dilakukan dengan berjalan kaki. Hal ini membuat kota Palembang seperti tertutup lautan manusia berbaju putih.

Suasana bertambah meriah, namun tetap khidmat, dengan iringan tabuh-tabuhan marawis dan lantunan qasidah. Begitu juga dengan berbagai umbul-umbul bertuliskan kalimat tauhid dan Asmaul Husna yang semakin menambah semaraknya pawai ziarah tersebut.

Tidak lengkap rasanya jika tradisi ziarah ini tidak disertai dengan tradisi kuliner, berupa makan bersama secara ngobeng, atau tradisi makan bersama, satu nampan untuk empat sampai lima orang. Tentu saja menu yang dihidangkan adalah makanan khas Timur Tengah seperti nasi minyak, malbi atau kari daging kambing dan sayur mentimun.

Di akhir kegiatan tersebut, para peziarah diharapkan akan mendapatkan ilmu dan teladan dari para ulama dan auliya yang telah mendahului, dan menambah ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam di Indonesia dan mancanegara.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.