RAMADAN 2019

Bolehkah baca Alquran tanpa wudu?

MITRA: Islami.co
Seorang warga membaca Alquran usai melakukan Shalat Ashar di Masjid Raya Sumatera Barat, Kamis (9/5/2019).
Seorang warga membaca Alquran usai melakukan Shalat Ashar di Masjid Raya Sumatera Barat, Kamis (9/5/2019). | Muhammad Arif Pribadi /Antara Foto

Bagi umat Islam, membaca Alquran adalah satu hal yang tidak luput dalam kehidupan sehari-hari. Minimal mereka membacanya setiap melakukan salat. Yakni membaca surah Al-Fatihah maupun surah-surah lain di raka’at pertama dan kedua.

Jika dalam salat, mereka dipastikan suci lantaran telah berwudu, lalu bagaimana jika mereka dalam keadaan di luar salat dan tidak memiliki wudu?

Misal, di sela-sela kerja, seseorang memutar murattal Alquran, lalu ikut membaca Alquran. Contoh lain, seseorang sedang berada di kendaraan, tapi ingin membaca atau mengulang hafalan Alquran, padahal ia belum berwudu.

Syekh Dr. Ali Jumah, salah satu tokoh agama atau mufti Mesir mengatakan dalam Darul Ifta’ Al Misriyyah

لا مانع شرعًا من قراءة القرآن بغير وضوءٍ مع عدم مس المصحف؛ عملًا بقوله تعالى: ﴿لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ﴾الواقعة: 79

Tidak ada halangan secara Syara' membaca Al-Qur’an tanpa berwudu dengan (syarat) tidak menyentuh mushaf Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.” (Q.S. Al-Waqiah/56: 79).

Jadi, boleh bagi umat Islam membaca Alquran kapan pun, meski belum berwudu. Namun, ia tak boleh menyentuh mushaf Alquran. Terlebih jika tidak dimungkinkan berwudu, misalnya sedang di jalanan yang macet, ia menunggunya sambil membaca Alquran, maka hal ini diperbolehkan. (MF)

Catatan: Artikel ini ditulis oleh Annisa Nurul Hasanah dan sudah diterbitkan oleh Islami.co.
MITRA: Islami.co
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR