RAMADAN 2019

Junub saat puasa, bagaimana hukumnya

MITRA: NU Online
Ilustrasi kamar mandi. Jika junub saat puasa, disarankan segera mandi.
Ilustrasi kamar mandi. Jika junub saat puasa, disarankan segera mandi. | jannoon028 /Shutterstock

Puasa merupakan ibadah yang menuntut seseorang untuk menahan diri dari syahwat makanan dan minuman. Juga syahwat seksual dari terbit fajar sampai matahari terbenam. Maka, selama waktu puasa seseorang dilarang untuk melakukan aktivitas makan, minum, dan aktivitas seksual hubungan badan.

Lalu bagaimana jika seseorang memiliki hadats besar atau dalam kondisi junub/janabah (sudah mengeluarkan sperma) di malam yang mengharuskannya mandi junub, tapi tertidur hingga pagi yang menjadi bagian dari waktu ibadah puasa?

Hadits riwayat Bukhari dan Muslim menceritakan pengalaman Rasulullah SAW yang masih dalam kondisi junub di pagi hari puasa sebagaimana keterangan istrinya.

عن عائشة وأم سلمة رضي الله عنهما "أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ ثُمَّ يَغْتَسِلُ ويَصُومُ" متفق عليه وزاد مسلم في حديث أم سلمة "وَلَا يَقْضِي

Artinya, “Dari Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, Nabi Muhammad SAW pernah berpagi hari dalam kondisi junub karena jimak, kemudian beliau mandi, dan terus berpuasa,” (HR Muttafaq Alaih.)

Imam Muslim dalam riwayat dari Ummu Salamah RA menyebutkan, “Rasulullah SAW tidak mengqadha (mengganti) puasanya.”

Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki menerangkan, redaksi “Rasulullah SAW tidak mengaqadha” mengisyaratkan bahwa puasa yang dijalani oleh Rasulullah SAW di hari tersebut tidak berkekurangan sesuatu apapun.

ولا يقضي أ ي صوم ذلك اليوم لأنه صوم صحيح لا خلل فيه

Artinya, “’ Rasulullah SAW tidak mengaqadha’ maksudnya adalah tidak mengganti puasa hari tersebut di bulan lainnya, karena puasanya hari itu tetap sah tanpa cacat sedikitpun di dalamnya,”

Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki menjelaskan, dari hadits ini dapat disimpulkan bahwa orang yang berhadats besar boleh menunda mandi junub hingga pagi hari.

جواز تأخير الغسل من الجنابة للصائم إلى ما بعد طلوع الفجر والأفضل التعجيل بالغسل قبل الفجر

Artinya, “Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga waktu setelah fajar terbit. Tetapi yang lebih utama adalah ia menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum Subuh."

Dari penjelasan singkat ini, bisa kita tarik kesimpulan bahwa orang dalam keadaan janabah yang tertidur hingga pagi hari sehingga lupa mandi junub harus terus melanjutkan ibadah puasanya. Ia cukup mandi junub lalu berpuasa hingga matahari tenggelam. Puasanya sah tanpa perlu menggantinya di hari lain.

Islam membolehkan orang yang junub untuk menunda mandi wajibnya di bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan. Tetapi kami menyarankan orang yang junub sebaiknya segera melakukan mandi wajib agar ia menjalani ibadah puasa seharian dalam keadaan suci dari hadats besar. (MR)

Catatan: Artikel asli ini ditulis oleh Alhafiz Kurniawan dan pertama kali diterbitkan di NU Online.
MITRA: NU Online
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR