RAMADAN 2019

Kapan waktu berdoa terbaik di bulan Ramadan

MITRA: Islami.co
Ilustrasi orang sedang berdoa.
Ilustrasi orang sedang berdoa. | Aamir Mohd Khan /Pixabay

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan. Oleh sebab itu banyak orang berlomba-lomba mencari keberkahan di dalam bulan puasa. Tak hanya itu, bulan Ramadan juga menjadi bulan yang sangat mustajab untuk terkabulnya doa.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam hadis, “Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang pada setiap hari dan malam (Ramadan). Setiap hamba di antara mereka ada doa yang dikabulkan.” (HR. Ahmad)

Berbeda dari bulan-bulan biasanya, dalam bulan Ramadan ternyata ada beberapa waktu-waktu yang sangat mustajab untuk terkabulnya doa. Kapan sajakah waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa?

Pertama, doa yang paling mustajab adalah doa orang yang sedang berpuasa. Dari Abu Hurairah, ia berkata Rasulallah saw bersabda, “Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak; Orang puasa sampai berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang terzalimi” (HR. at-Tirmidzi)

Dalam konteks hadis tersebut, puasa yang dimaksud adalah segala macam jenis puasa termasuk puasa Ramadan hingga puasa sunah. Namun puasa Ramadan sendiri lebih utama karena Allah yang langsung memberi ganjaran atas puasa Ramadan yang dilakukan.

Lalu doa yang dikabulkan adalah doa yang terkait dengan kebaikan dunia dan akhirat atau berdoa sesuai hajat yang dibutuhkan. Bukan doa yang dilakukan untuk kezaliman atau untuk memutus tali silaturahmi.

Kedua, yaitu doa ketika berbuka puasa. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut ini, “Tiga orang yang tidak tertolak doanya; Pepimpin yang adil, Orang puasa ketika berbuka, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. At-Tirmidzi) Pasalnya, orang yang berbuka puasa berpotensi besar doanya dikabulkan oleh Allah SWT karena ia telah melaksanakan ketaatan terhadap Allah SWT.

Ketiga, berdoa di waktu sahur. Ternyata saat sahur kita tak boleh lupa untuk berdoa kepada Allah SWT. Pasalnya Allah akan mengabulkan doa kita seperti disebutkan dalam hadis berikut, “Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keempat, yaitu berdoa pada saat malam lailatul qadar sebab malam lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan. Dari Abdullah bin Buraidah, dari ‘Aisyah, beliau bertanya, “Wahai Rasulallah! Jika aku mendapati malam lailatul qadar, doa apa yang aku panjatkan? Rasul saw menjawab, katakanlah ‘Ya Allah, Sungguh Engkau Maha Pemaaf, suka (memberi) maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Lalu kapankah malam lailatul qadar datang? Malam lailatul qadar datang tepat pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan. Dari ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah lailatul qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Al-Bukhari) (MR)

Catatan: Artikel ini ditulis Ayu Wulandari dan pertama terbit di Islami.co.
MITRA: Islami.co
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR