RAMADAN 2019

Menyembah Allah dalam diam

MITRA: ALIF.ID
Umat Islam berdoa ketika berziarah di kompleks Makam Sunan Ampel di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/5/2019) dini hari.
Umat Islam berdoa ketika berziarah di kompleks Makam Sunan Ampel di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/5/2019) dini hari. | Zabur Karuru /ANTARA FOTO

Malaikat penjaga surga terheran-heran melihat kumpulan manusia bersayap mirip burung tengah mengelilingi tembok-tembok surga. Sebelumnya, belum pernah malaikat penjaga melihat mereka.

"Siapa kalian?" tanya malaikat penjaga.
"Kami umat Muhammad SAW," jawab mereka.
"Sudah dihisab?" tanya malaikat lagi
"Belum."
"Kalian sudah lewati jembatan?" malaikat memberondong pertanyaan
"Belum," jawab mereka tenang.

Malaikat bingung, kok bisa orang-orang itu tiba di surga tanpa dihisab dan melewati jembatan (shirat). “Bukankah itu SOP umum manusia menuju surga?” mungkin begitu pertanyaan yang berputar-putar di pikiran Malaikat.

"Bima wajadtum hadizhi ad-darajat, apa sih sebabnya kalian dapat derajat macam ini?" tanya Malaikat yang menunjukkan rasa kekaguman.

"Kami menyembah Allah di dunia dengan cara diam-diam (sirri) dan kami dimasukan ke dalam surga Allah secara diam-diam di akhirat," jawab kumpulan manusia bersayap itu.

Kisah yang diambil dari hadis ini bisa Anda temukan dalam kitab Durratun Nasihin(Mutiara Para Penasihat).

Kitab itu digubah Syeikh Utsman bin Hasan bin Ahmad Syaikh al-Khaukbawi, ulama bermazhab Hanafi. Hadis itu ia kutip saat membahas keutamaan berpuasa. Sebelumnya, Syeikh Utsman mengutip Hadis Qudsi yang popular dan saban Ramadan dikutip para pendakwah dalam kultum:

Kullu ‘amalibni adama lahu illa ash-shauma fainnahu li wa ana ajzi bihi.
Setiap amal perbuatan anak Adam untuknya kecuali puasa, puasa untuk-Ku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya.

Berdasarkan nash ini, kita bisa melakukan sebuah perenungan terkait apakah perilaku (merasa) membela Allah bisa dianggap kebajikan?

Mungkin maksudnya tuhan itu terdakwa dan mesti dibela, sedang mereka berlagak sebagai pengacara kudus yang menjadi pemegang tunggal kebeneran di muka bumi. Barangkali.

Wallahu ‘alam bissawab.

Catatan: Artikel ini ditulis Ren Muhammad, dan terbit pertama kali di Alif.id.
MITRA: ALIF.ID
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR