Para pemain Indonesia U-19 boleh tidak puasa

Para pemain Indonesia U-19 melakukan pertandingan internal di Lapangan Atang Sutresna, Jakarta, Jumat, 5 Mei 2017.
Para pemain Indonesia U-19 melakukan pertandingan internal di Lapangan Atang Sutresna, Jakarta, Jumat, 5 Mei 2017. | Indrianto Eko Suwarso /Antara Foto

Nyaris seluruh pemain kesebelasan Indonesia U-19 beragama Islam. Namun pelatih Indra Sjafri mengatakan para pemainnya boleh tidak berpuasa saat mengikuti Turnamen Toulon di Prancis pada 29 Mei hingga 10 Juni 2017.

Turnamen yang diikuti 12 negara itu memang berlangsung di tengah bulan Ramadan yang antara lain berisi kewajiban berpuasa bagi umat muslim. Para pemain yang memilih tidak puasa selama turnamen, bisa menggantinya pada hari lain atau setelah Ramadan,

Namun kebebasan itu tidak berlaku bagi para ofisial, termasuk Indra. "Ustaz mengatakan kepada kami nanti puasanya bisa diganti. Akan tetapi untuk ofisial wajib berpuasa," kata pelatih berusia 54 ini dilansir Antaranews.

Di turnamen edisi ke-45 itu, Indonesia bergabung dengan Grup C. Di grup itu berisi pula Brasil, Skotlandia, dan Republik Cek. Sementara Grup A memuat Inggris, Kuba, Jepang, dan Angola. Adapun Grup B terdiri tuan rumah Prancis, Pantai Gading, Wales, dan Bahrain.

Indra menjelaskan para pemainnya gembira bakal menghadapi Brasil, Skotlandia, dan Cek. Apalagi Indra tidak mematok target khusus, tapi tujuan tim tetap (berusaha) menang atas siapa pun.

"Saya selalu tekankan ke anak-anak, enggak ada kalah sebelumnya berlaga, kalah itu setelah 2x45 menit," sahut Indra dalam laman PSSI.

Turnamen ini digunakan Indonesia U-19 sebagai persiapan tampil di Piala AFF U-18 pada September nanti dan kualifikasi Piala AFC U-19 2018. Indra pun senang karena tiga lawan Indonesia adalah tim U-20 (Brasil), serta U-21 (Cek dan Skotlandia).

Sebelum tampil di Prancis, Indonesia U-19 menjalani pelatnas di dalam negeri. Selama itu mereka selalu menghadapi lawan latih tanding yang lebih senior.

Hasilnya bermain 1-1 dengan Celebest FC, menang 2-0 atas Perseden Denpasar, dan terbaru --Rabu (24/5/2017)-- mengalahkan Persija Jakarta 1-0. Menurut Indra, menghadapi lawan yang lebih senior akan makin meningkat di Prancis.

"Kami pun mau lihat, para pemain ada solusi atau tidak ketika melawan tim yang bagus...," imbuhnya.

Indra membawa 22 pemain ke Prancis. Mereka dijadwalkan bertanding mulai 21 Mei dengan menantang Brasil di Stadion d'Honneur Marcel Roustan, lalu menghadapi Cek pada 3 Juni di Stadion Parsemain, dan terakhir melawan Skotlandia pada 6 Juni di Stadion Jules Ladoumegue.

Sekilas Turnamen Toulon

Turnamen ini sebenarnya boleh diikuti oleh tim dengan klasifikasi maksimal 20 tahun, tapi sejumlah tim biasanya datang dengan pemain dalam tiga level usia. Inggris, misalnya, hadir untuk mempertahankan gelarnya dengan gabungan pemain U-19, U-20, dan U-21.

Pada awalnya, turnamen sejak edisi pertama pada 1976 ini hanya mengundang klub. Namun sejak 1974, turnamen hanya melibatkan kesebelasan nasional.

Bila merujuk laman resminya, turnamen ini didukung oleh FIFA. Namun badan sepak bola dunia itu tidak bertindak sebagai pengawas atau dalam status resmi.

Meski demikian, turnamen ini justru sempat dianggap sebagai piala dunia yunior tak resmi. Boleh jadi, FIFA mendapat inspirasi dari sini untuk menggelar Piala Dunia Yunior mulai 1977.

Usia turnamen sudah 45 tahun. Namun tidak semua negara rutin mengikutinya, bahkan Prancis pun tidak. Adapun Indonesia baru pertama kali ikut dalam turnamen yang menggunakan sistem pertandingan 2x40 menit tersebut.

Berikut skuat pemain Indonesia U-19.

Kiper: M. Riyandi, M. Aqil Savik, Gianluca Pagliuca Rossy.

Belakang: M. Rifad Marasabessy, Dedi Tri Maulana, Rachmat Irianto, Nurhidayat Haji Haris, Renaldi Yulhan, Julyano Nono, Firza Andika, Irsan Lestaluhu.

Tengah: M. Luthfi Kamal Baharsyah, Teuku Noer Fadhil, Witan Sulaeman, M. Iqbal, Resky F. Witriawan, Adha Nurrokhim.

Depan: Egy Maulana Vikri, Feby Eka Putra, Aulia Hidayat, Jadug Arya Aragani, Hanis Saghara Putra.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR