RAMADAN 2019

Ramadan di Rusia

MITRA: Suara Muhammadiyah
Masjid Katedral, Moskow.
Masjid Katedral, Moskow. | Khusen Rustamov /Pixabay

Ramadan di Rusia adalah puasa yang panjang. Nurul Wirda, Sekretaris PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) Rusia, yang pernah studi di Rusia menyatakan, puasa yang jatuh bertepatan dengan musim panas, dijalani selama 22 jam.

Otomatis mereka hanya memiliki waktu 3 jam untuk menikmati hidangan sebelum kembali berpuasa. Di Moskow, dengan durasi puasa kurang lebih 19 jam, Muslim setempat melaksanakan ibadah Tarawih kurang lebih mendekati pukul 24.00 alias tengah malam.

“Berkaitan dengan waktu salat, antara Isya dan Subuh kurang lebih 2 Jam. Waktu Isya jam 23.48 dan Subuh jam 02.15,” terang Nurul, yang telah lulus dengan gelar Master of Psychology dari Moscow State Pedagogical University (MSPU).

Komunitas Muslim asli Rusia sebagian besar bermukim di antara wilayah Laut Hitam dan Laut Kaspia, yaitu Muslim Adyghs, Balkars, Bashkirs, Chechens, Cherkess, Ingush, Kabardins, Karachay, dan berbagai suku bangsa Dagestani.

Di bagian tengah dari Lembah Volga, dihuni sekelompok besar etnis Tatars, Udmurts, dan Chuvash, sebagian besar dari mereka adalah Muslim. Sementara, banyak juga yang menempati daerah Ul’yanovsk, Samara, Nizhniy Novgorod, Moscow, Perm’, dan Leningrad Oblasts.

Muslim di Rusia menyambut Ramadan dengan antusias. Tenda-tenda Ramadan atau disebut dengan “Shater Ramadhan” yang dikelola Mufti Rusia adalah tempat masyarakat bisa menyantap hidangan selama satu bulan penuh. Ada berbagai aktivitas ibadah Ramadan seperti i’tikaf, dzikir dan membaca Al-Qur’an. “Namun, satu hal lain yang unik, di Rusia malam Lailatul Qadr itu sudah ditentukan setiap malam tanggal 27 Ramadhan, bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an,” kata Nurul.

Acara-acara pentas amal, budaya, dan seni digelar dan disaksikan tamu undangan serta 150 pengurus Mufti yang datang dari seluruh daratan Rusia. Termasuk, di antaranya seluruh duta besar negara sahabat yang menjalin kerjasama dengan dewan Mufti Rusia

Di Rusia, kini terhitung ada 7.000 masjid. Masjid memiliki peran penting bagi kehidupan Muslim Rusia. Berbagai sejarawan, menurut Nurul, memperkirakan bahwa masjid pertama di Moskow berdiri antara abad ke 16-17. Tapi banyak yang percaya bahwa komunitas Muslim telah bermukim sejak abad XIII–XV di Moskow, dan di sana juga diyakini telah berdiri masjid.

Beberapa Masjid Jami’ yang terletak di ibukota saat ini di antaranya adalah Istoricheskaya Mechet atau History Mosque yang berdiri tahun 1823 di Bolshaya Tatarskaya Ulitsa. Lalu juga Moskovskaya Sobornaya Mechet atau Moscow Cathedral Mosque berdiri pada 1902 di Vypolzov Pereulok.

Mecheti Yardyam atau Mosque Yardyam yang terkadang disebut Yerussalem Baru berdiri tahun 1997 di daerah Otradnoye, Ulitsa Khachaturian. dan Memorial’naya Mecet’ na Poklonnoy Gore atau Memorial Mosque on Victory Hill berdiri tahun 1997 di Ulitsa Minskaya, Champ Elysses.

“Dari masjid tersebut, pilihan saya adalah Masjid Memorial’naya di perbukitan Poklonnaya. Masjid yang didirikan atas inisiatif Pemerintah Moskow dan Administrasi Spiritual Muslim Eropa dan Rusia untuk menghormati dan mengenang tentara Muslim yang mengorbankan nyawanya dalam Perang Dunia II,” kata dia.

Dirancang oleh arsitek terkenal asal Moskow, Ilyas Tazhiev, desain eksterior masjid mengkombinasikan berbagai corak arsitektur seperti Tatar, Uzbek, dan Kaukasia. Masjid ini kemudian menjadi salah satu ornamen arsitektur paling unik di kota dengan pusat komunitas Muslim dan juga madrasah. “Pada bulan Ramadan, tak jauh dari masjid dibuka tenda Ramadan yang terbuka untuk berbuka puasa. Nah, di sinilah ngabuburit a la Rusia berpusat,” ujarnya menandaskan.

Catatan: Artikel ini pernah diterbitkan di majalah Suara Muhammadiyah dan dinukil di suaramuhammadiyah.id.
MITRA: Suara Muhammadiyah
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR