RAMADAN 2019

Saat Abu Nawas bertemu si Kikir

MITRA: ALIF.ID
Ilustrasi pengemis
Ilustrasi pengemis | Kasun Chamara /Pixabay

Suatu hari Abu Nawas sedang perjalanan ke luar kota. Dia mulai merasa cemas dan bingung, karena kehabisan bekal untuk pulang. Namun Abu Nawas tak kehilangan akal. Demi mendapatkan uang sekadar untuk ongkos pulang dan membeli makanan dia terpaksa menyamar sebagai pengemis.

Setelah berkeliling singkat cerita Abu Nawas tiba di depan rumah besar milik orang kaya raya di daerah itu. Nahas, rupanya nasib sial sedang memihak pada Abu Nawas. Orang kaya yang tinggal rumah itu terkenal sangat kikir. Tapi Abu Nawas akhirnya bisa bertemu dengan si kaya itu.

“Wahai, Tuan...” Abu Nawas memulai pembicaraan.

“Ada apa?” tanya si kaya yang kikir itu.

“Mungkin tuan ada uang recehan,” kata Abu Nawas.

“Tidak punya,” jawab si kikir dengan sinis.

“Mungkin tuan ada sisa nasi atau roti?” pinta Abu Nawas sekali lagi.

“Tidak ada,” jawab si kikir dengan nada yang makin sinis.

“Mungkin sisa-sisa makanan lain, apa saja,” Abu Nawas kembali meminta.

“Tidak punya,” jawab si kikir, kali ini dengan nada yang agak kesal.

“Baiklah, kalau begitu tolong beri aku segelas air putih saja,” Abu Nawas mendesak lagi, dan lagi.

“Juga tidak punya Wahai Pengemis,” kali ini si kikir semakin kesal.

Melihat pola si kikir, akhirnya Abu Nawas menyerah dan mulai jengkel. Lantas Abu Nawas mulai menggerutu dan berkata, “Kalau tuan tidak punya apa-apa, sepertinya lebih baik tuan ikut bersama saya saja.”

“Ikut ke mana?” tanya si kikir penasaran.

“Ya, ikut mengemis,” jawab Abu Nawas sambil beranjak pergi.

“Sialan,” gumam si kikir. (MR)

Catatan: Artikel ini disadur Mukhammad Lutfi dari 'Kumpulan Kisah Abu Nawas Paling Menggelikan' dan pertama diterbitkan di Alif.id
MITRA: ALIF.ID
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR