RAMADAN 2019

Solusi bila lupa bayar zakat fitrah

MITRA: Islami.co
Petugas menunjukkan aplikasi untuk berzakat saat pelayanan zakat mal di Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (23/5/2019).
Petugas menunjukkan aplikasi untuk berzakat saat pelayanan zakat mal di Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (23/5/2019). | Andreas Fitri Atmoko /ANTARA FOTO

Zakat fitrah, bagi tiap muslim yang mampu, merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan pada bulan Ramadan. Umumnya zakat fitrah dibayarkan pada malam hari raya hingga menjelang pelaksanaan salat Id.

Bila zakat baru dibayarkan setelah salat Id, mayoritas ulama’ membolehkan karena batas akhir pelaksanaan zakat fitrah adalah menjelang terbenamnya matahari di 1 Syawal, sedangkan hukumnya adalah makruh bagi mereka yang bersengaja.

Bagi seseorang yang lupa menjalankan kewajiban syariat tanpa disengaja, maka tidak ada beban dosa padanya. Sesuai dengan hadis Nabi:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَـا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ تَـجَاوَزَ لِـيْ عَنْ أُمَّتِيْ الْـخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوْا عَلَيْه.

Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla memaafkan kesalahan (yang tanpa sengaja) dan (kesalahan karena) lupa dari umatku serta kesalahan yang terpaksa dilakukan."

Sedangkan menurut pendapat Izzuddin bin Abdis Salam dalam kitab Qawa’idul Ahkam fi Mashalih Al-Anam, mengatakan:

مَنْ نَسِيَ مَأْمُوْرًا بِهِ لَمْ يَسْقُطْ بِنِسْيَانِهِ مَعَ إِمْكَانِ التَدَارُكِ

"Barangsiapa lupa akan sesuatu yang diperintahkan, tidaklah gugur perintah itu karena dia lupa jika masih memungkinkan untuk dapat dikerjakan secara susulan."

Kewajiban itu tetap menempel, sekalipun telah melanggar aturan yang ditetapkan. Alhasil, bila seorang lupa melaksanakan zakat fitrah, maka saat teringat kembali, ia wajib berzakat sekalipun telah melewati batas waktu pembayaran.

Zakat yang melewati tenggat waktu dianggap sebagai Qadla’. Istilah itu merujuk pada kewajiban agama yang tidak bisa ditunaikan karena berbagai halangan. Ihwal qadla' diterangkan dalam Majmu’ Syarh Muhadzab:

لَا يَجُوْزُ تَأْخِيْرُهَا عَنْ يَوْمِ الْعِيْدِ، وَأَنَّهُ لَوْ أَخِرُهَا عَصَى وَلَزِمَهُ قَضَاؤُهَا، وَسَمُّوْا إِخْرَاجُهَا بَعْدَ يَوْمَ الْعِيْدِ قَضَاءً

"Tidak boleh mengakhirkan zakat dari waktu yang ditetapkan di hari raya. Dan jika ada yang mengakhirkannya maka dia bermaksiat (berdosa) dan wajib mengqadla'nya. Dan para ulama (Syafi’iyah) menyebut, tindakan mengeluarkan zakat setelah keluar waktu sebagai qadla."

Pada akhirnya, kewajiban seorang Muslim tidak akan gugur selagi ia mampu melaksanakan. (MF)

Catatan: Artikel ini ditulis A. Kabibul Kirom, sebelumnya sudah terbit di Islami.co.
MITRA: Islami.co
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR