RAMADAN 2019

Yahudi pun dibela Allah, asal benar

MITRA: Islami.co
Ilustrasi pencuri yang tertangkap.
Ilustrasi pencuri yang tertangkap. | Alexas Fotos /Pixabay

Seorang muslim dengan agamanya, tak bisa membuatnya kebal dari hukum. Rasulullah SAW sendiri pernah dengan tegas mengemukakan bahwa hukum tak pandang bulu. “Jikalau seandainya anakku Fatimah yang kedapatan mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

Bahkan nasab mulia Fatimah yang didapat dari Rasulullah, tidak mampu menyelamatkannya dari hukuman potong tangan, jika dia benar-benar mencuri. Tidak hanya Rasulullah, bahkan Allah sendiri dalam Al Qur’an pernah membela seorang Yahudi yang dituduh mencuri.

Dalam Tafsir Imam as Suyuthi Ad-Durrul Mansur fit Tafsir bil Matsur dinukil sebuah kisah antara sahabat Nabi, Thu’mah bin Ubairiq dari kalangan Anshar dan Zaid as Saimin dari kalangan Yahudi Madinah.

Suatu ketika Thu’mah mencuri baju perang milik Qatadah bin an Nu’man. Karena hampir ketahuan, Thu’mah segera berlari ke rumah tetangganya, yang kebetulan orang yahudi bernama Zaid as Saimin.

Kepada Zaid, Thu’mah berdalih menitipkan baju perang kepadanya. Zaid tanpa curiga menerima baju perang titipan Thu’mah.

Qatadah, yang kehilangan barang, mengadukan raibnya baju perang itu kepada Rasulullah. Dia minta pencuri diberikan hukuman yang berat. Setelah ditelisik, ditemukanlah baju perang milik Qatadah di rumah Zaid.

Zaid menolak tuduhan itu dan menjelaskan kronologi bagaimana baju perang itu bisa sampai kerumahnya. Thu’mah yang merasa tersudut dengan penjelasannya pun tidak terima, dan malah berbalik menuduh Zaid sebagai pencurinya.

Karena masalah yang menimpa Thu’mah, maka kabilah Thu’mah, yakni Bani Dhafar bin al Harits ikut menemani dan membela Thu'mah. Sebagai kaum Anshar, yang menolong dan menjadi pembela utama Rasulullah saat dulu diusir dari Mekkah, mereka menceritakan dengan bangga dukungan, solidaritas dan pengorbanan kabilah mereka selama ini dalam membela Islam. Kontribusi perjuangan mereka tidak perlu diragukan sama sekali.

Maka, mereka menuntut kepada Nabi segera menetapkan Zaid sebagai pencuri dan menjatuhkan hukuman potong tangan kepadanya. Sementara Zaid yang sendirian dan lemah, hanya bisa tertunduk pasrah menerima nasib buruk yang akan menimpanya.

Hampir saja Rasulullah menuruti tuntutan kabilah Thu’mah. Namun Allah yang Maha Mengetahui pun menurunkan ayat-ayat-Nya untuk membela Zaid, yang tercantum dalam surah An Nisa ayat 105-112. Salah satu pembelaan Allah tersurat di ayat 112

Dan barangsiapa berbuat kesalahan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh dia telah memikul suatu kebohongan yang nyata

Islam adalah agama keadilan yang menjunjung tinggi prinsip kebenaran berbasis fakta-fakta yang sahih. Allah dan Rasul-Nya pun akan membela orang-orang yang benar terlepas apapun agama mereka, bahkan kepada orang kafir sekalipun.

Maka sungguh tidak elok, jika ada seorang yang mengaku sebagai seorang yang faqih dalam agama, namun justru berkata serta bertindak tanpa dasar fakta, dan hanya menuruti nafsu kepentingannya sendiri. Jika dia berkata, bahwa tindakannya itu semata-mata untuk membela Allah, tidakkah dia lupa bahwa Allah sendiri adalah Dzat yang hanya membela orang-orang yang Benar? Wallahu A’lam. (MR)

Catatan: Artikel ini ditulis oleh Deni Bekti dan pertama kali diterbitkan di Islami.co.
MITRA: Islami.co
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR