GAWAI TERKINI

3 Fitur unggulan Samsung pada Galaxy A6 dan A6+

Samsung memperkenalkan seri Galaxy A6 dan A6+ ke pasar Indonesia di Bali, Selasa (8/5/2018).
Samsung memperkenalkan seri Galaxy A6 dan A6+ ke pasar Indonesia di Bali, Selasa (8/5/2018). | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Meramaikan pasar ponsel kelas menengah, pada Senin (7/5/2018) di Bali, Samsung Indonesia memperkenalkan ponsel Android terbaru dengan seri Galaxy A6 dan A6+.

Kedua ponsel ini menjadi anggota tambahan dari seri A8 dan A8+ yang terlebih dahulu dirilis pada awal tahun. Dilihat dari harganya yang lebih rendah, Samsung memosisikan seri A6 tersebut di bawah A8.

Meski baru dijual mulai 3 Juni 2018, Samsung sudah mengumumkan bahwa Galaxy A6 dibanderol Rp3,799 juta, sementara A6+ Rp4,899 juta. Hampir setengah harga A8 dan A8+.

Kedua seri tersedia dalam bodi metal dengan tiga pilihan warna yaitu emas, hitam, dan biru.

Karena ini adalah ponsel keluarga seri A, meski berharga relatif murah mereka dipersenjatai dengan beberapa fitur yang dimiliki ponsel kelas atas Samsung, seperti Galaxy S9.

Pertama adalah layar. Seperti "kakaknya", seri A6 dan A6+ mengusung layar resolusi 18,5:9.

Galaxy A6 hadir dalam layar berukuran 5,6 inci resolusi HD+ (720x1480 piksel), sementara layar A6+ memiliki ukuran lebih besar dengan angka 6 inci resolusi FHD+ (1080x2220 piksel).

Panelnya sudah menggunakan tipe Super AMOLED yang mampu berikan tampilan kontras dan lebih baik dalam menampilkan konten di layar saat berada di bawah paparan sinar matahari.

Kedua, berada pada sektor kamera. Untuk kamera depan dan belakang Galaxy A6, masing-masing dipasangkan sebuah modul dengan resolusi yang sama yakni 16MP. Hanya saja ukuran bukaan kamera belakang lebih besar dengan f/1,7 dibandingkan f/1,9 di bagian depan.

Bukaan yang lebih besar ini berpengaruh pada kemampuan kamera dalam menangkap objek di lingkungan rendah cahaya.

Galaxy A6+ hadir lebih berkelas dengan konfigurasi kamera ganda di bagian belakang. Kamera belakang ini memiliki resolusi sama seperti A6 hanya saja ditambahkan sebuah kamera lagi beresolusi 5MP (f/1,9).

Keberadaan dua kamera itu membuat A6+ mampu menghasilkan foto dengan efek kedalaman, atau yang disebut Samsung Live Focus, dengan presisi tinggi. Kamera depan A6+ memiliki resolusi 24MP.

Kedua ponsel tersebut juga dibekali lampu kilat LED di bagian depan sehingga kualitas swafoto diklaim bakal lebih baik.

Bagian depan dan belakang ponsel pintar Samsung Galaxy A6
Bagian depan dan belakang ponsel pintar Samsung Galaxy A6 | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Ketiga, kedua ponsel ini dilengkapi fitur-fitur kecil yang biasanya hanya ada pada gawai kelas atas Samsung, termasuk audio Dolby Atmos dan Bixby Vision.

Dengan Dolby Atmos, pengguna dapat merasakan pengalaman mendengarkan audio yang lebih baik dan detail. Sistem tersebut bisa memilah audio sedemikian rupa sehingga keluaran masing-masing elemen suara akan lebih menonjol.

Namun, karena tidak dilengkapi speaker stereo seperti di S9, fitur ini hanya aktif saat pengguna mencolokkan headset.

Sementara Bixby Vision adalah layanan asisten digital buatan Samsung yang canggih. Memanfaatkan teknologi realitas tertambah (AR), ia dapat mempermudah pekerjaan pengguna, misalnya menerjemahkan tulisan dalam bahasa asing melalui kamera, mengidentifikasi gambar dan lokasi, juga pembacaan kode QR.

Perbedaan otak penggerak

Selain ukuran layar, perbedaan lain yang mencolok antara A6 dengan A6+ adalah otak penggeraknya. Untuk pertama kalinya Samsung memasang cip berbeda pada model ponsel yang sama dan dijual di daerah yang sama.

Galaxy A6 ditenagai oleh prosesor Exynos 7870 1,6GHz 8-inti, sedangkan A6+ menggunakan Qualcomm Snapdragon 450 1,8GHz delapan inti.

Biasanya, perbedaan prosesor untuk model yang sama baru dilakukan jika dijual di negara atau wilayah berbeda. Galaxy S9 dan S9+, misalnya, sama-sama menggunakan Qualcomm Snapdragon 845 untuk versi di Amerika Serikat dan Tiongkok, sementara Exynos 9810 dipasangkan pada versi yang dijual di belahan Bumi lainnya.

"Untuk Galaxy A6 sudah pas bila arsitekturnya memakai Exynos karena mengusung single camera. Sementara A6+ butuh Snapdragon 450 guna mendukung dual camera yang dimilikinya," Denny Galant, Head of IM Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan.

Meski demikian, ia melanjutkan, bukan berarti cip Exynos yang digunakan A6 kurang mumpuni. Menurut Denny, prosesor itu sudah canggih, bahkan sudah memakai arsitektur cip terkini yaitu 14 nm (ukuran lebih kecil, jalan yang dilewati prosesor dipangkas, berujung pada kecepatan pengolahan yang maksimal).

"Processing speed-nya sudah lebih powerful dari kelas sebelumnya, dan lumayan hemat baterai. Cuma dari segi rancangan keseluruhan lebih cocok untuk A6, sementara Snapdragon 450 lebih pas untuk A6 Plus," tuturnya.

Selain kamera belakang dan prosesor, perbedaan lain antara A6 dan A6+ terdapat pada kapasitas RAM (3GB untuk A6 dan 4GB untuk A6+), kartu memori (maksimal 256GB untuk A6 dan 400GB untuk A6+), serta baterai (3.000 mAh untuk A6 dan 3.500 mAh untuk A6+).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR