38 juta pengguna gawai di Indonesia benci iklan

Ilustrasi pengguna gawai ponsel pintar
Ilustrasi pengguna gawai ponsel pintar | Pixabay

Sebuah fakta baru diungkap laporan perusahaan rintisan Page Fair pada 30 Mei lalu. Per Maret 2016, para pengguna gawai di Indonesia getol memblokir iklan.

Indonesia termasuk dalam mayoritas negara Asia yang gemar memblokir iklan. Indonesia ada di urutan ketiga setelah Tiongkok dan India.

Soal menghalau iklan; 159 juta orang Tiongkok, 122 juta orang di India, dan 38 juta orang Indonesia melakukannya. Total ada 419 juta orang pengguna memblokir iklan di ponsel pintar atau sekitar 22 persen dari total 1,9 miliar pengguna ponsel pintar di dunia.

Sementara bila khusus memakai peramban pemblokir iklan, per Maret 2016 pula, tercatat 408 juta orang pengguna melakukannya. Angka tersebut naik hampir dua kali lipat dibanding data 2015.

Adapun, sebagai informasi, aplikasi pemblokir iklan di iOS hanya mencapai sekitar 4,5 juta unduhan. Dengan demikian, kelompok ini bukan penyumbang terbesar pada angka di atas.

Fakta sebaliknya muncul di Amerika Utara dan Eropa. Pada Maret, hanya ada 14 juta pengguna aktif bulanan yang menggunakan peramban pemblokir iklan di dua daerah tersebut.

Peramban pemblokir iklan pada umumnya populer di Tiongkok, India, Indonesia, dan Pakistan. "Penggunaan peramban pemblokir iklan dapat menghemat data internet dan mempercepat koneksi," ujar Johnny Ryan, Head of Ecosystem Page Fair, diilansir Nieman Lab (31/5).

Itu sebabnya aplikasi pemblokir iklan begitu laris di Tiongkok dan Indonesia lantaran tarif data internetnya cukup mahal. "UC Browser millik Alibaba merupakan peramban pemblokir iklan yang paling banyak digunakan," tambah Ryan.

Selain UC Browser, sejumlah pengembang dan manufaktur ponsel populer mulai menyisipkan fitur ini di produk masing-masing. Misal peramban Opera dan Firefox, serta Asus yang langsung mengintegrasikan fitur pemblokir iklan di aplikasi peramban bawaan gawai Android mereka.

Peringkat negara dengan pengguna peramban pemblokir iklan terbesar
Peringkat negara dengan pengguna peramban pemblokir iklan terbesar | Page Fair

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memblokir iklan selain lewat fitur langsung di peramban. Misal menggunakan aplikasi tertentu seperti Friendly Social. Aplikasi ini mengadang iklan di Instagram dan Facebook.

Aplikasi ini bekerja dengan cara memodifikasi VPN dan HTTP proxy. Cara ini sebenarnya juga bisa dilakukan langsung oleh penyedia layanan internet.

Salah satu operator internet di dunia yang mengambil langkah besar ini adalah Three di Inggris dan Italia. Dikutip The Guardian (19/2), operator yang di Indonesia bernama Tri ini memblokir iklan bukan untuk menolak iklan, tapi untuk menyerahkan kendali penggunaan internet di tangan pelanggan sekaligus tindakan transparansi.

Perusahaan ini menunjukkan tiga alasan. Pertama, pelanggan sudah mengeluarkan uang sehingga tidak tepat jika diganggu dengan iklan. Kedua, beberapa iklan menarik informasi pengguna tanpa diketahui.

Terakhir, pelanggan mendapat pengalaman buruk dengan serbuan penawaran via iklan. Bahkan sebagian iklan datang lewat cara titipan (intrusive) seperti lazim terjadi di layanan internet Indonesia.

BACA JUGA