Ada planetarium mini di Habibie Festival 2017

Mobile Planetarium dari IMI menjadi pusat perhatian di Habibie Festival 2017
Mobile Planetarium dari IMI menjadi pusat perhatian di Habibie Festival 2017 | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Tak perlu mengunjungi planetarium di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, atau kota-kota lain seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Kutai, untuk dapat menikmati pengalaman memandang dan mengenali bintang-bintang di angkasa. Ilmuwan Muda Indonesia membawa salah satu produk andalannya, Mobile Planetarium ke Habibie Festival 2017.

Mobile Planetarium adalah planetarium portabel yang dapat dibawa berpindah lokasi. Ia bisa berdiri di berbagai sekolah, festival, dan acara lain. Inti dari planetarium ini adalah keberadaan proyektor 360 derajat yang menembakkan pencitraan berupa video mengenai tema-tema sains terutama astronomi, ke kubah secara penuh, layaknya planetarium pada umumnya.

Firly Savitri, pendiri Ilmuwan Muda Indonesia (IMI) menuturkan kepada Beritagar.id bahwa konten astronomi menjadi konten yang paling mudah untuk bisa menarik minat pelajar mendalami bidang sains.

Dari pengamatan Beritagar.id, planetarium mini ini sangat diminati oleh pelajar terutama dari kelompok Sekolah Dasar. Anak-anak terlihat sangat antusias untuk dapat merasakan pengalaman melihat fenomena antariksa di dalam kubah yang memutar video dalam durasi kurang lebih 10 menit secara gratis.

Dapat dikatakan Mobile Planetarium menjadi produk paling populer dari IMI. Pada tahun 2014, Firly bersama rekan-rekannya telah mewujudkan ide planetarium mini tersebut. Ia telah membawanya ke tempat-tempat umum dan sekolah, bahkan sempat diboyong ke Malaysia.

Seperti yang sempat Firly ungkapkan pada Beritagar.id dalam perhelatan TEDx Juni lalu, IMI juga memiliki produk andalan baru yakni laboratorium dalam kotak.

Lab in A Box (LAB), merupakan laboratorium portabel yang memungkinkan anak-anak melakukan 100 eksperimen sains. Dari 100 eksperimen yang dilakukan nantinya anak-anak dapat mengembangkan seribu eksperimen lain melalui laboratorium mini ini.

IMI bukanlah satu-satunya peserta di Habibie Festival 2017. Ada juga sejumlah perusahaan teknologi ternama maupun rintisan yang menyajikan beragam pengalaman yang dapat diikuti pengunjung.

Sebagai contoh ada jenama laptop lokal Axioo yang menyajikan pengalaman langsung merangkai laptop layaknya di pabrik. Juga bekerja sama dengan Intel yang menyajikan lokakarya mengenai beragam tema teknologi. Pengunjung juga dapat mencoba membuat aplikasi dan gim hanya dalam waktu dua jam melalui lokakarya yang diadakan Clevio.

Meja perangkaian laptop layaknya yang ada di pabrik manufaktur yang mengizinkan pengunjung dapat ikut serta mencoba merangkai sebuah laptop
Meja perangkaian laptop layaknya yang ada di pabrik manufaktur yang mengizinkan pengunjung dapat ikut serta mencoba merangkai sebuah laptop | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai dunia kedirgantaraan, serta militer di Indonesia, Habibie Festival 2017 turut menghadirkan potongan pesawat seri N-250 dalam ukuran asli dari PT Dirgantara Indonesia, dan kendaraan tempur BADAK buatan PT Pindad, serta sejumlah senjata api.

Tidak ketinggalan ditampilkan juga R-80, pesawat penumpang regional jarak pendek buatan Regio Aviasi Industri (RAI). Pesawat ini memiliki kapasitas 80 hingga 92 penumpang dioperasikan oleh dua kru penerbang.

RAI R-80 dikembangkan dari N-250 dalam usaha untuk membangkitkan kembali industri dirgantara di Indonesia. Proyek R-80 diluncurkan tahun 2012, dan purwarupa pertama akan diluncurkan pada tahun ini.

Potongan pesawat N-250 yang dapat dimasuki oleh pengunjung
Potongan pesawat N-250 yang dapat dimasuki oleh pengunjung | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Ilham Akbar Habibie selaku Pendiri dan Ketua Gerakan Berkarya!Indonesia yang menggawangi Habibie Festival, mengatakan, "Sesuai tema tahun ini, BEKRAF Habibie Festival bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi tempat bagi masyarakat luas untuk merasakan dan mengalami sendiri capaian teknologi di Indonesia."

Senada dengan Ilham, Triawan Munaf selaku Kepala BEKRAF juga menyampaikan rasa bangganya dapat ikut bersinergi dalam festival tahun ini. Ia mengatakan sudah menjadi tugas dari BEKRAF untuk mendorong kemajuan ekonomi kreatif yang ada di Indonesia.

Dari 16 Sektor yang didorong pengembangannya, salah satunya adalah sektor inovasi dan teknologi. "Bersama dalam kemajuan teknologi dan humanisme akan membawa kita kepada kehidupan bangsa yang lebih baik," ujar Triawan.

Habibie Festival 2017 diikuti oleh lebih dari 100 perusahaan dan komunitas di bidang IPTEK. Selain didukung Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF), sejumlah perusahaan nasional dan multinasional turut ikut berpartisipasi. Di antaranya PT Telkomsel, Bank BRI, Bank Mandiri, PT Batik Keris, LINE, Jakarta Eye Center, dan PT Commuterline.

Sebagai ikon dari festival dan sosok yang banyak berperan dalam pengembangan inovasi teknologi di Indonesia, B.J. Habibie mengungkapkan bahwa Indonesia beruntung memiliki 70 persen sumber daya manusia yang berusia di bawah 35 tahun.

"Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh sumber daya yang dimilikinya. Terutama, sumber daya manusia yang terbaharukan." Habibie menekankan pentingnya membekali SDM terbaharukan dengan pendidikan yang tepat agar bangsa ini kelak mampu kreatif dalam berinovasi untuk memecahkan segala persoalan.

"Ada banyak kreativitas dalam festival ini. Saya sangat berterima kasih atas inisiatif BEKRAF untuk bersinergi dengan Habibie Festival," pungkasnya dalam acara pembukaan Habibie Festival 2017, Senin (7/8).

Habibie Festival 2017 akan berlangsung 7-13 Agustus 2017 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, dari pukul 10.00 - 19.00 WIB. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke area festival.

Untuk jadwal acara serta informasi lebih jauh silakan kunjungi tautan http://www.habibiefestival.com/.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR