Akhir perjalanan Yahoo sebagai perusahaan mandiri

Ilustrasi logo Yahoo
Ilustrasi logo Yahoo | Pixabay

Berdiri di kaki sendiri selama lebih dari dua dekade, Yahoo, sebagai salah satu pelopor penyedia layanan berbasiskan internet akhirnya resmi tunduk pada perusahaan lain.

Verizon mengumumkan pada Selasa (13/6) bahwa pihaknya telah menyelesaikan pembelian bisnis internet Yahoo seharga USD4,48 miliar (Rp60 triliun). Akuisisi ini pertama kali diumumkan pada Juli tahun lalu. Namun sempat tertunda karena Verizon menilai dampak dari dua pelanggaran data yang diungkapkan Yahoo tahun lalu.

Verizon bertujuan untuk menggabungkan bisnis operasi Yahoo dengan AOL --sebuah perusahaan yang dibeli Verizon pada 2015. Produk-produk populer Yahoo seperti Tumblr, Flickr, Yahoo Sports, dan Yahoo Mail akan digabungkan dengan layanan AOL, untuk menciptakan anak perusahaan baru yang disebut Oath.

Langkah ini juga menandakan berakhirnya kekuasaan Marissa Mayer, yang telah menjabat CEO Yahoo hampir lima tahun. Ia akan mengundurkan diri dari perannya, tidak akan terlibat dengan Oath.

Mayer bertugas di kemudi Yahoo sejak tahun 2012. Saat masa kekuasaannya, Yahoo mengalami musibah dua kali peretasan data, yang memengaruhi lebih dari 1 miliar pengguna. Pelanggaran keamanan tersebut mengakibatkan pengunduran diri pengacara kepala perusahaan, dan mendesak dewan direksi untuk menahan bonus tahunan Mayer.

Kasus ini juga yang pada akhirnya memberi Verizon diskon sebesar USD350 juta (Rp4,67 triliun) atas harga pembelian Yahoo.

Tim Armstrong, mantan CEO AOL, selanjutnya akan memimpin Oath.

"Kami membangun masa depan merek yang menggunakan teknologi canggih, konten tepercaya, dan data terdiferensiasi," kata Armstrong dalam sebuah pernyataan. "Setelah kesepakatan selesai, kami sangat antusias untuk fokus pada menjadi perusahaan terbaik untuk konsumen. Media, dan mitra terbaik untuk mitra iklan, konten, dan penerbit kami."

Dalam kasus Oath, hal ini berarti konten dari beberapa properti media seperti Huffington Post dan TechCrunch akan segera muncul di situs Yahoo dan aplikasi seluler, juga sebaliknya. Oath akan fokus pada konten video dan mobile agar konsumen dapat meluangkan lebih banyak waktu di layanannya.

Lowell McAdam, CEO Verizon sebelumnya mengatakan bahwa layanan itu bisa menjadi panggung untuk layanan pengaliran video baru, bersaing dengan TV internet.

Dikutip dari Forbes (13/6), dengan akuisisi tersebut Verizon akan langsung menempati posisi ketiga di pasar iklan digital regional Amerika Serikat setelah Google dan Facebook. Verizon dan Yahoo memiliki pasar besar dan kemampuan penargetan iklan yang sangat kuat dengan didukung oleh mesin peramban di gawai mobile serta kekuatan media sosial.

Selain itu, mungkin Verizon dapat memanfaatkan bank data yang memuat data pribadi dari para pelanggan -seperti lokasi dan informasi demografis- untuk digabungkan dengan data yang dikumpulkan oleh AOL dan Yahoo.

Reuters melaporkan pekan lalu, bahwa Verizon berencana untuk mengurangi sekitar 2.000 karyawannya, atau 15 persen dari total 14.000 karyawan di unit Yahoo dan AOL-nya. Yahoo telah memangkas 15 persen pekerjanya tahun lalu, dan AOL juga telah memangkas 500 karyawannya.

Apa pengaruh akuisisi ini untuk para pelanggan Yahoo? Berikut perkiraan yang akan terjadi, dilansir dari Los Angeles Times (13/6):

  • Pera pengguna surel Yahoo sepertinya akan tetap terus menggunakan alamat tersebut tanpa perlu melakukan perubahan. Yahoo Mail adalah salah satu layanan Yahoo yang paling populer, dan sepertinya Verizon tidak ingin mengecewakan basis pengguna besar ini dengan memaksa mereka mengubah alamat surel.
  • Masuk ke penyimpanan foto melalui layanan Flickr, keadaan yang sama akan diberlakukan seperti layanan surel Yahoo. Juru bicara Verizon mengatakan tidak ada rencana dalam waktu dekat untuk mengubah tarif yang diberlakukan.
  • Di laman utama Oath nanti, perusahaan tersebut mengatakan bahwa pengguna tidak akan melihat banyak label Oath. "Kami memimpin dengan jenama --milik Anda dan milik kami." Hal ini tampaknya menunjukkan bahwa Verizon berencana untuk mempertahankan sebagian besar situs yang baru diperolehnya.

Bagaimana dengan privasi? Terbukti Yahoo memang memiliki catatan buruk untuk melindungi informasi pengguna. Sementara dengan masuknya pengaruh Verizon, sebagai operator nomor satu di AS, mungkin kali ini mereka lebih siap untuk menjaga agar data konsumen tetap aman dari para peretas.

Pada tanggal 16 Juni, sisa entitas Yahoo yang tidak diakuisisi oleh Verizon akan diganti namanya menjadi Altaba. Sebuah perusahaan induk yang aset utamanya berupa 15,5 persen sahamnya di Alibaba dan 35,5 persen saham di Yahoo Japan. Thomas McInerney, anggota dewan Yahoo, akan menjadi CEO Altaba.

BACA JUGA