Android di Sony paling stabil, HTC paling murah hati

Ponsel LG G4
Ponsel LG G4 | Pixabay

Sistem operasi Android merupakan platform terbuka yang dapat digunakan oleh manufaktur manapun. Umumnya para manufaktur akan memodifikasi versi Android murni yang dirilis Google agar lebih kaya atau sesuai dengan fitur unggulan masing-masing. Oleh sebab itu wajar jika terjadi perbedaan kualitas dan perlakuan di antara jenama-jenama ponsel terhadap produknya.

Apteligent, sebuah firma penelitian yang berbasis di San Francisco, California, Amerika Serikat, mengumpulkan data di lapangan guna mengetahui dua hal yang dilakukan para manufaktur tersebut terhadap produk-produk yang telah mereka jual. Melalui sepuluh ribuan aplikasi yang mewakili ratusan juta peluncuran aplikasi Android, Apteligent membagi temuannya (file dalam bentuk PDF) dalam beberapa kategori.

Pertama adalah masalah kestabilan sistem operasi. Cukup mengejutkan, jenama ponsel pintar Sony menjadi yang terbaik di bidang ini. Pabrik Jepang ini berhasil mengalahkan jenama lain, meskipun dengan selisih angka yang tipis.

Sony mendapatkan persentase crash yang paling kecil yakni 0,08 persen. Posisi kedua ada Motorola dengan 0,09 persen, dan HTC selanjutnya dengan 0,1 persen. Sedangkan jenama yang lebih populer seperti Samsung dan rekan sejawatnya LG berbagi tempat di posisi keempat. Keduanya mendapatkan hasil 0,11 persen.

Untuk kategori ini, Apteligent hanya menganalisis aplikasi-aplikasi yang memiliki jumlah pemakaian di atas 500 ribu per hari. Perlu diingat, umumnya aplikasi yang memenuhi angka tersebut memiliki tingkat crash yang kecil karena para pengembang sudah mengoptimalkan performanya.

Jenis gawai yang dipantau juga hanya yang menjadi mayoritas dan tipe-tipe terpopuler dari masing-masing jenama. Alasannya, model-model ponsel yang populer dan berusia muda tentunya masih mendapat perhatian besar dari perusahaan pembuatnya.

Tabel peringkat kestabilan sistem operasi masing-masing jenama
Tabel peringkat kestabilan sistem operasi masing-masing jenama | Apteligent

Temuan kedua Apteligent adalah masalah pemberian pembaruan perangkat lunak (software update). Untuk kategori ini Apteligent hanya mengambil sampel penelitian di wilayah India dan Amerika Serikat, serta fokus pada versi Android 6.0 Marshmallow.

Dua negara ini dianggap cukup memberi gambaran bagaimana perlakuan manufaktur di dua tipe pasar ponsel yang berbeda. Selain itu penelitian ini juga tidak meliputi gawai Nexus buatan Google. Alasannya jelas Nexus selalu menjadi yang pertama jika berurusan dengan pembaruan perangkat lunak.

Untuk pasar AS, Motorola menjadi manufaktur yang paling cepat memberikan pembaruan kepada ponsel mereka. Perusahaan yang sempat berpindah-pindah kepemilikan ini mulai merilis pembaruan ke Marshmallow hanya dalam waktu satu bulan setelah Google resmi mengumumkannya pada 5 Oktober 2015.

Posisi kedua diisi oleh LG dengan merilis pembaruan pada Januari, dan HTC mengisi posisi tiga.

Walau bukan yang tercepat dalam memberi pembaruan Android, HTC disebut lebih murah hati. Pasalnya, pembaruan diberikan perusahaan asal Taiwan ini kepada semua gawai produksi mereka yang kompatibel, tanpa memandang harganya. Sementara produsen gawai lain biasanya mendahulukan pembaruan untuk seri flagship atau premium mereka.

Di India posisinya hampir sama, Motorola kembali memimpin. Namun posisi kedua diisi oleh HTC, baru LG di posisi ketiga.

Berdasarkan temuan tersebut, Apteligent menyimpulkan bahwa manufaktur terbaik jatuh kepada Motorola dan HTC. Sedangkan posisi kedua didapatkan LG.

Grafik penyebaran pembaruan perangkat lunak Marshmallow oleh masing-masing jemana di AS
Grafik penyebaran pembaruan perangkat lunak Marshmallow oleh masing-masing jemana di AS | Apteligent
Grafik penyebaran pembaruan perangkat lunak Marshmallow oleh masing-masing jenama di India
Grafik penyebaran pembaruan perangkat lunak Marshmallow oleh masing-masing jenama di India | Apteligent

Kategori ketiga adalah masalah fragmentasi, alias ragam merek dan model ponsel Android yang beredar luas di sebuah negara.

Apteligent mengungkapkan bahwa Rusia menempati tempat teratas dalam kategori ini. Alasannya, ada sekitar 230 jenis ponsel yang digunakan oleh 90 persen populasi Android di sana. Asus Zenfone 2 menjadi ponsel yang paling banyak digunakan di Rusia.

Posisi kedua diisi oleh Ukraina dilanjutkan Republik Ceko dan Tiongkok. Indonesia sendiri berada pada posisi 16 dengan kisaran 120 jenis ponsel.

Grafik peringkat fragmentasi gawai Android di dunia
Grafik peringkat fragmentasi gawai Android di dunia | Apteligent
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR