Anjing terkecil di dunia sudah diklon 49 kali

Ilustrasi anak anjing ras Chihuahua
Ilustrasi anak anjing ras Chihuahua | Pixabay

Anjing dari ras Chihuahua bernama Miracle Milly dikloning untuk ke-49 kalinya. Para ahli terlibat dalam kloning hewan berusia enam tahun tersebut memiliki misi untuk memahami mengapa tubuhnya begitu mungil.

Saat lahir di Dorado, Puerto Riko, pada tahun 2011, berat Milly kurang dari 28 gram sehingga muat diletakkan dalam satu sendok teh. Para dokter hewan memperkirakan bahwa hewan yang baru lahir itu tidak akan bertahan hidup.

Namun, sang pemilik, seorang warga negara Amerika Serikat bernama Vanessa Semler, memberi makan setiap dua jam dengan pipet mata. Akhirnya, dia berhasil menjaga Milly tetap hidup.

“Ide awalnya adalah membuat 10 klon secara total, sembilan untuk penelitian dan satu lagi untuk kami simpan. Tetapi mereka memutuskan untuk mengkloningnya lebih banyak, ” kata Semler kepada Caters News Agency (h/t The Telegraph).

"Mereka ingin mengetahui mengapa dia begitu kecil dan kemudian mempelajari gennya untuk mencari tahu apa yang membuatnya sangat kecil," imbuhnya.

Kloning merupakan proses menguraikan beberapa proses berbeda yang dapat digunakan untuk menghasilkan salinan tanaman atau hewan yang identik secara genetis. Dalam bentuknya yang paling dasar, kloning bekerja dengan mengambil DNA organisme dan menyalinnya ke tempat lain.

Ada tiga jenis kloning buatan yang berbeda, yaitu kloning gen, kloning reproduksi, dan kloning terapeutik.

Kloning gen menciptakan salinan gen atau bagian DNA. Kloning reproduksi menghasilkan salinan seluruh hewan. Kloning terapeutik menghasilkan sel induk embrionik untuk tes yang bertujuan menciptakan jaringan guna menggantikan jaringan yang cedera atau berpenyakit.

Kloning hewan peliharaan tidak murah, biayanya bisa mencapai $100 ribu (Rp1,4 miliar) per klon.

Namun, proses yang mahal ini, memungkinkan pemilik hewan peliharaan yang berduka untuk menciptakan hewan peliharaan mereka kembali secara sempurna.

Salah satu laboratorium yang rajin melakukan kloning adalah Sooam Biotech Research Foundation di Seoul, Korea Selatan, yang didirikan pada tahun 2006.

Laboratorium tersebut, sampai hari ini, telah mengkloning ratusan anjing setiap tahunnya. Teknik kloning yang mereka gunakan adalah metode yang sama yang digunakan pada domba Dolly pada tahun 1996--proses kloning reproduksi yang dikenal sebagai transfer inti sel somatik (SCNT).

David Kim, seorang peneliti di laboratorium Sooam, mengatakan, "Kami akan bekerja sama dengan direktur serta empat spesialis dari Beijing Genomics Institute (BGI) terkenal di dunia serta ilmuwan yang berkolaborasi lainnya untuk mengkarakterisasi genetik dan epi-genetik faktor-faktor klon Milly dan Milly yang asli.”

Prosesnya adalah dengan mengambil sel pertama Milly untuk dikloning secara eksternal. Kemudian, nukleus yang berisi informasi genetiknya, diangkat dan disimpan. Lalu, nukelus Milly dimasukkan ke dalam sel telur donor yang selanjutnya diberi kejutan listrik kecil untuk merangsang pembelahan sel. Selanjutnya, bila langkah itu berhasil, embrio yang berkembang dimasukkan ke ibu pengganti.

Ibu pengganti tidak harus dari ras Chihuahua tetapi harus cukup kecil untuk menyediakan lingkungan yang serupa demi keberhasilan kehamilan.

Pada tahun 2012, Miracle Milly mendapatkan penghargaan Guinness Book of Records sebagai anjing terkecil di dunia. Kini, tinggi Milly mencapai sekitar 10 cm dan berat 400 gram. Ada 12 klon Millie tinggal di rumah Semler. Nama mereka adalah Molly, Mally, Mellie, Molly, Mumu, Mila, Mary, Mimi, Moni, Mini, Chalk, dan Mulan.

“Luar biasa berada di sekitar semua klonnya. Mereka sangat pintar, sangat ceria seperti Milly dan memiliki kepribadian yang sangat mirip,” kata Semler.

“Kami mencintai mereka, mereka semua adalah bayi kami. Tapi itu butuh kerja keras untuk memiliki 12 klon Milly," imbuhnya.

“'Semua klon terlihat seperti dia, tetapi mereka bukan dia, mereka sedikit berbeda ukurannya,” jelas perempuan asal Florida, Amerika Serikat itu.

Menurut dia hasil klon Milly sangat manis dan penuh kasih. Namun, Milly unik karena hasil kloningannya memiliki mata dan tanda yang sama pada tubuh mereka.

"Saya merasa, Anda tidak akan pernah bisa mereproduksi diri Milly," ucapnya.

Data penelitian yang dikumpulkan dari perjalanan kloning Milly akan dianalisis dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

Kloning komersial hewan tetap menjadi topik kontroversial hingga sekarang karena masalah kesejahteraan hewan dan masalah etika.

Pada tahun 2005, California, AS, berusaha untuk meloloskan RUU yang melarang praktik tersebut. Pejabat setempat menyebutkan, kekhawatiran akan kesehatan dan kekhawatiran mengenai pengendalian hewan tidak akan terkendali jika pemilik hewan peliharaan beralih ke klon bukan tempat penampungan. RUU itu pada akhirnya ditolak.

Klon anjing pertama diciptakan pada tahun 2005—anjing Afghan bernama Snuppy di Korea Selatan.

Snuppy hidup sekitar 10 tahun sebelum dia meninggal karena kanker. Umumnya, anjing ras Afghan hidup selama sekitar 11 tahun.

Sejumlah kelompok advokasi hewan, seperti Humane Society, sangat menentang praktik tersebut.

“Humane Society Amerika Serikat menentang kloning hewan apa pun untuk tujuan komersial karena masalah besar kesejahteraan hewan. Perusahaan yang menawarkan untuk mengkloning mengambil keuntungan atas hewan peliharaan dari pencinta hewan yang bingung, dengan memberikan janji palsu replika hewan kesayangan ," kata Vicki Katrinak, manajer program isu penelitian hewan di Humane Society.

“Dengan jutaan anjing dan kucing yang layak membutuhkan rumah, kloning peliharaan sama sekali tidak perlu," pungkasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR