Apple kembali berurusan dengan VirnetX soal paten

Ilustrasi FaceTime
Ilustrasi FaceTime | Shutterstock

Apple kembali dirudung masalah paten yang melibatkan aplikasi FaceTime miliknya. Menurut Financial Review, Senin (3/10/2016), Apple diharuskan membayar denda USD302,4 juta (Rp3,9 triliun) ke perusahaan komunikasi VirnetX asal Amerika Serikat.

Seorang hakim di Tyler, Texas, mengatakan pada Jumat (30/9) lalu bahwa Apple melanggar dua paten yang berkaitan dengan fitur komunikasi via FaceTime. Namun yang dipermasalahkan bukan aplikasinya, melainkan paten keamanan yang terdapat pada aplikasi tersebut yang dipermasalahkan.

VirnetX adalah sebuah perusahaan teknologi yang ditemukan oleh sejumlah orang dari Science Applications International Corp (SAIC), yang mengembangkan teknologi keamanan untuk sejumlah lembaga federal.

Meski bergerak di bidang keamanan, VirnetX sendiri seringkali disebut perusahaan yang mayoritas penghasilannya berasal dari kasus pelanggaran paten. VirnetX juga mempunyai gugatan sejenis terhadap perusahaan teknologi lain seperti Microsoft dan Cisco.

Sebenarnya, perseteruan antara Apple dan VirnetX Holding Corps ini sudah berlangsung selama 6 tahun atau sejak tahun 2010.

Awalnya, VirnetX mengajukan gugatan pelanggaran Apple ke pengadilan federal Texas Distrik Timur terkait pelanggaran empat paten teknologi keamanan jaringan meliputi virtual private networks dan secure communication links.

Pada 2012, seorang juri pengadilan menjatuhkan denda senilai USD368,2 juta atau sekitar Rp4,7 triliun. Namun Pengadilan banding AS di Washington D.C. menganulir keputusan tersebut karena menilai adanya kekeliruan dalam proses penghitungan denda.

Dalam pengadilan ulang, seorang juri menetapkan denda yang jauh lebih besar dan mencapai USD625,6 juta atau setara Rp8,1 triliun. Selain itu, VirnetX malah meminta tambahan denda sebesar USD190 juta (Rp2 triliun) sekaligus meminta pengadilan untuk menghentikan pengoperasian FaceTime.

Namun, hakim Robert Schroeder membatalkan keputusan denda besar tersebut karena referensinya membingungkan dan hasilnya kurang adil untuk Apple. Demikian disebutkan di Ars Technica (3/10).

Akhirnya, hakim Schroeder menjatuhkan denda sebesar USD302,4 juta atau setara Rp3,9 triliun. Denda itu sesuai dengan ganti rugi VirnetX.

Meski kali ini VirnetX kembali dipastikan akan menang, tapi Apple tidak memutuskan untuk membayar. Sebaliknya, Apple akan membawa kasus ini ke Pengadilan Banding AS.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR