Apple patenkan pengisian baterai gawai melalui Wi-Fi

Logo Apple tampak di pintu masuk sebuah toko di Dallas, Amerika Serikat.
Logo Apple tampak di pintu masuk sebuah toko di Dallas, Amerika Serikat. | Tony Gutierrez, File /AP Photo

Ponsel yang bisa mengecas baterainya saat Anda jalan-jalan menggunakannya mungkin tak lama lagi akan bisa diwujudkannya. Setidaknya, Apple tengah mengupayakan kemungkinan tersebut.

Pada Kamis (27/4/2017), media-media di AS, termasuk Apple Insider dan Mashable, ramai memberitakan soal hak paten terbaru yang diberikan US Patent & Trademark Office kepada raksasa teknologi dari Cupertino tersebut.

Hak Paten tersebut berkaitan dengan "Wireless Charging and Communications Systems With Dual-Frequency Patch Antennas" yang merupakan metoda untuk memindahkan tenaga ke gawai elektronik melalui frekuensi yang biasanya didedikasikan untuk komunikasi data melalui router Wi-Fi.

Sederhananya, Apple ingin membuat alat yang bisa mengubah sinyal yang dikirim router kepada ponsel menjadi tenaga listrik untuk mengisi baterai ponsel tersebut.

Jika produk ini terwujud, ia akan menjadi sebuah terobosan besar. Bayangkan jika pada suatu saat nanti Anda bisa bepergian menggunakan ponsel atau tablet tanpa perlu repot membawa alat cas atau mencari colokan listrik terdekat.

Anda hanya perlu untuk mencari router Wi-Fi terdekat dan baterai ponsel pun bisa terisi lagi.

Dokumen proposal paten yang diajukan Apple sejak dua tahun lalu itu menunjukkan kemampuan transfer tenaga melalui beberapa jalur komunikasi nirkabel yang bisa dimanfaatkan untuk itu, termasuk sinyal pada frekuensi 700 MHz dan 2700 MHz yang digunakan untuk komunikasi seluler dan Wi-Fi yang beroperasi pada jalur 2,4 GHz dan 5 GHz.

Lebih spesifik lagi, dokumen tersebut menyebutkan transmisi tenaga melalui panjang gelombang 60 GHz yang digunakan oleh WiGig 802.11ad standar. Menurut The Verge, penggunaan gelombang frekuensi tinggi ini masuk akal karena WiGig adalah standar yang lebih bisa diadopsi oleh perangkat keras daripada solusi gelombang milimeter lainnya.

Penemuan Apple ini menyimpang dari teknologi saat ini yang menggabungkan sirkuit nirkabel dan komponen pendukung yang mengurus komunikasi dan penyaluran tenaga.

Pada penggunaan saat ini, seperti alat cas induktif Apple Watch, hanya didedikasikan untuk mengirim tenaga dan jaraknya pun sangat pendek.

Karena ini baru paten, Techradar mengingatkan bahwa jalan masih panjang sebelum Anda bisa mengisi baterai hanya dengan berjalan ke alat pemancar sinyal Wi-Fi terdekat.

Namun kabarnya Apple akan memasang fitur cas nirkabel jarak jauh --hingga jarak 4,5 meter-- pada iPhone 8 yang akan diluncurkan tahun ini.

Ide untuk menggabungkan cas nirkabel dengan frekuensi komunikasi yang ada, dipaparkan Apple Insider, bukanlah ide baru.

Dua tahun lalu, mengutip MIT Technology Review (3/6/2015), tim peneliti University of Washington berhasil menemukan cara mentransfer tenaga kepada gawai elektronik yang banyak dimiliki saat ini melalui Wi-Fi. Mereka menyebut temuan itu power over Wi-Fi atau PoWi-Fi.

Walau demikian, teknologi tersebut belum bisa diaplikasikan secara praktis hingga saat ini.

Aplikasi paten Apple juga hanya menjelaskan soal teori di balik transmisi tenaga nirkabel menggunakan jalur frekuensi komunikasi yang ada saat ini. Mereka belum mengurai detail spesifik mengenai cara kerjanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR