PERANGKAT LUNAK

Apple tanggapi bug dan segera aktifkan FaceTime pekan depan

Ilustrasi penggunaan FaceTime
Ilustrasi penggunaan FaceTime | Rawpixel.com /Shutterstock

Apple, Jumat (1/2/2019) akhirnya buka suara menanggapi permasalahan pada FaceTime, aplikasi panggilan videonya.

Seperti dilansir CNBC (1/2), perusahaan berlogo buah apel itu meminta maaf atas kesalahan aplikasi FaceTime yang memungkinkan pengguna dapat mendengar atau melihat seseorang yang mereka panggil ke obrolan grup, bahkan jika orang itu belum menerima panggilan.

"Kami telah memperbaiki bug keamanan Group FaceTime di peladen (server) Apple dan kami akan mengeluarkan pembaruan perangkat lunak untuk mengaktifkan kembali fitur untuk pengguna pekan depan,” tulis pihak Apple dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Apple akan merilisnya pada pekan ini, namun pengerjaan mereka telah ditunda hingga pekan depan.

"Kami menghargai kesabaran semua orang saat kami menyelesaikan proses ini," lanjut perusahaan yang bermarkas di Cupertino, Amerika Serikat, dikutip Mac Rumors (1/2).

"Kami ingin meyakinkan pelanggan bahwa segera setelah tim teknis kami mengetahui perincian yang diperlukan untuk mereproduksi bug, mereka dengan cepat menonaktifkan FaceTime Group dan mulai memperbaikinya."

Selain itu, Apple juga berkomitmen untuk memperbaiki proses penerimaan laporan sehingga bisa segera sampai ke orang yang tepat.

Sebelum kasus ini diketahui banyak orang, sebenarnya seorang siswa sekolah menengah di Tucson, Arizona, telah mencoba memperingatkan Apple akan adanya masalah pada FaceTime itu. Akan tetapi laporan anak berusia 14 tahun bernama Grant Thompson itu tidak ditanggapi segera.

"Kami memperlakukan keamanan produk kami dengan sangat serius dan kami berkomitmen untuk terus mendapatkan kepercayaan yang diberikan pelanggan Apple kepada kami," pungkasnya.

Pihak Apple juga berterima kasih kepada keluarga Thompson yang telah melaporkan hal ini. Mereka juga meminta permohonan maaf atas ketidaknyamanan seluruh pelanggannya.

Perusahaan juga telah menghubungi keluarga Thompson dan memuji upaya mereka, menurut surel dari Michele Thompson dikutip Japan Times (3/2).

"Akan sangat menyenangkan jika Apple mengucapkan terima kasih kepada saya," kata Grant Thompson sebelum pernyataan Apple pada Jumat. "Dan tentu saja, bug bounty, itu akan sangat luar biasa. Namun, selama kita bisa menemukan bug tersebut dan Apple mengucapkan terima kasih, itu sudah sangat keren."

Celah atau bug ini pertama kali ditemukan oleh Thompson saat menyiapkan percakapan grup FaceTime dengan teman-temannya untuk sesi Fortnite.

Ibu Grant, Michele melaporkan temuan putranya tersebut melalui Twitter dan menandai akun resmi Apple. Namun mereka tidak mendapatkan jawaban yang pasti pada saat mereka berdua mencoba melaporkan bug.

Bug yang ada pada aplikasi FaceTime ini menghadirkan masalah privasi serius bagi Apple. Meskipun bug tidak mengubah iPhone menjadi alat mata-mata sebenarnya, tapi masalah ini menimbulkan situasi yang tidak menguntungkan.

Selain itu, Apple tampaknya harus berurusan dengan pihak hukum akibat masalah bug tersebut. Pengacara Texas Larry Williams II seperti dinukil Fortune (1/2) telah mengajukan gugatan terhadap Apple.

Williams menyatakan kesalahan Apple tersebut memungkinkan pihak yang tidak dikenal menguping pembicaraan yang ia lakukan dengan kliennya. Menurutnya, ini merupakan "pelanggaran percakapan paling intim dan tanpa persetujuan."

Tak hanya Williams, Jaksa Agung New York Letitia James serta Gubernur Andrew Cuomo juga tengah menyelidiki masalah itu.

"Pelanggaran FaceTime ini merupakan ancaman serius bagi keamanan dan privasi jutaan warga New York yang telah menaruh kepercayaan mereka pada Apple dan produk-produknya selama bertahun-tahun," kata James dalam sebuah pernyataan kepada The Verge.

"Warga New York tidak harus memilih antara komunikasi pribadi dan hak privasi mereka."

Sedangkan menurut Cuomo, bug FaceTime adalah pelanggaran privasi yang sangat mengerikan yang menempatkan masyarakat New York dalam risiko. "Saya sangat prihatin dengan bug yang tidak bertanggung jawab ini yang dapat dieksploitasi untuk tujuan yang tidak bermoral," pungkasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR