Bake in Space coba bawa kembali roti lapis ke antariksa

Tortilla, yang kini jadi roti resmi di pesawat dan stasiun antariksa, segera kembali digantikan oleh roti lapis (sandwich).
Tortilla, yang kini jadi roti resmi di pesawat dan stasiun antariksa, segera kembali digantikan oleh roti lapis (sandwich).
© NASA

Badan Aeronautika dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah lebih dari 50 tahun melarang astronaut untuk membawa roti ke pesawat antariksa. Kini sebuah perusahaan Jerman berupaya agar roti bisa kembali ikut dalam perjalanan ke luar angkasa.

Mengapa NASA melarang astronaut membawa roti? Semua berawal dari misi dua awak pertama ke antariksa, Gemini 3, pada 1965 yang diikuti John Young dan Gus Grissom. Sebagai "obat kangen" pada Bumi, salah seorang dari mereka menyelundupkan roti lapis (sandwich) isi kornet ke dalam pesawat.

Rupanya, mengutip India Today, Senin (12/6/2017), ketika dimakan, remah-remah roti itu bertebaran di kokpit pesawat. Remah itu dianggap membahayakan karena bisa merusak perangkat pada pesawat antariksa atau terhirup astronaut saat bernapas.

NASA murka dan sejak saat itu mereka melarang sandwich dengan roti gandum ada di dalam pesawat luar angkasa. Sebagai gantinya mereka menggunakan tortilla, roti pipih khas Meksiko yang tanpa remah.

Pemerintah AS pun berpikir keras bagaimana membuat roti yang bisa disantap oleh para astronom dengan nyaman tanpa harus merusak.

Sebastian Marcu, pendiri perusahaan Bake in Space yang bermarkas di Jerman, dikabarkan Popular Mechanics (8/6/2017), berniat membantu para astronaut untuk tetap bisa menyantap roti lapis di dalam pesawat luar angkasa.

Bekerja dengan German Aerospace Centre dan berbagai ilmuwan makanan, Bake in Space berharap dapat membuat campuran adonan dan proses pembuatan roti sehingga dapat menghasilkan roti bebas remah yang dapat dipanggang di luar angkasa. Jenis roti yang akan digunakan oleh perusahaan tersebut ialah "weekend German bread roll".

Menurut salah seorang ilmuwan, hal paling sulit yang membuatnya menjadi nyata ialah membuat adonan dengan tekstur yang tepat. Sementara roti yang gampang dikunyah dan terlalu keras cenderung memiliki rasa yang tidak enak. Dalam hal ini, alat pemanggang (oven) yang digunakan untuk memanggang juga sangat penting.

Seperti dikutip dari Daily Mail, untuk mengatasi hal itu, saat ini terdapat sebuah perusahaan bernama OHB System AG yang menawarkan peralatan untuk membantu mewujudkan impian tersebut.

Perusahaan itu menawarkan oven yang dapat menyesuaikan dengan kondisi di Stasiun Internasional Ruang Angkasa. Karena pasokan listrik terbatas, oven itu pun dirancang untuk dapat menggunakan listrik berdaya 250 watt, hanya sepersepuluh daya oven standar.

Selain itu, permukaan luar oven juga tidak bisa melebihi suhu 45 derajat Celsius (113 derajat Fahrenheit). "Solusinya adalah oven dengan ukuran kecil yang mampu menahan panas dengan baik," kata Matthias Boehme dari OHB System AG.

Nantinya oven ini akan bekerja dengan menurunkan tekanan dan, karena titik didih air berkurang saat tekanan menurun, sistem ini akan mampu memanggang pada suhu yang lebih rendah sehingga membuat roti menjadi lebih lembut.

Bake in Space mempresentasikan proyeknya itu pada UK Space Conference di Inggris pekan lalu. Teknologi itu akan diuji coba pada saat misi European Space Agency (ESA) ke ISS pada 2018. Proses pemanggangan sendiri akan dipantau dari Bumi.

Tim juga akan menggunakan adonan yang telah dipanggang terlebih dulu di Bumi untuk melihat bagaimana gaya berat mikro mempengaruhi gulungan roti yang telah selesai.

"Kenyamanan rumah, seperti bau roti panggang segar, bisa memberi energi pada astronom secara fisik dan psikologis," ujar Jennifer Levasseur dari Museum Udara dan Antariksa Smithsonian pada New Scientist.

Jika berhasil, proyek tersebut akan membantu astronom mendapatkan asupan makanan yang dapat menunjang aktivitas panjangnya selama di ruang angkasa. Sebagaimana diketahui selama ini astronom memakan makanan berupa camilan (snack) siap santap sehingga kurang variasi menu.

Bahkan mereka juga berencana untuk membawa beberapa adonan ini kembali ke Bumi. "Kami dapat menjual gulungan roti asli di toko roti," tambah Boehme.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.