BlackBerry coba bertahan dengan 3 gawai terbaru

Ilustrasi BlackBerry Z3 Jakarta
Ilustrasi BlackBerry Z3 Jakarta | Ivan /Beritagar.id

Beberapa waktu belakangan ini pangsa pasar BlackBerry dikabarkan tengah mengalami masa surut. Pasalnya, perangkat terbarunya, yakni BlackBerry Priv belum bisa meningkatkan penjualan BlackBerry yang sempat merajai pasar gawai beberapa tahun yang lalu.

Hasil penjualan Priv, yang diluncurkan tahun lalu, ternyata tidak menggembirakan. Sejak awal tahun hingga akhir Maret 2016, angka penjualan Priv hanya mencapai 600.000 unit di seluruh dunia, jauh di bawah prediksi 850.000 unit dari para analis.

BlackBerry pun secepatnya mencari solusi agar penjualannya bisa meningkat kembali.

Salah satu caranya, seperti dilansir GSMarena pekan lalu, adalah dengan mempersiapkan tiga perangkat terbaru. Kabar ini telah lama beredar di dunia maya, bahkan spekulasi mengenai spesifikasi tiga perangkat bernama Neon, Argon, dan Mercury itupun sudah tersebar.

Kabar terkini tersebut semakin menegaskan gosip yang beredar sejak April lalu yang menyatakan bahwa BlackBerry segera memproduksi dua ponsel dengan sistem operasi Android dan harga terjangkau.

Para analis memandang dua ponsel tersebut akan menjadi pertaruhan terakhir BlackBerry. Jika gagal, ramalan akan ditutupnya bisnis perangkat keras perusahaan asal Kanada itu sepertinya akan jadi kenyataan.

Ternyata bukan hanya dua, BlackBerry tengah menyiapkan tiga gawai baru. Menurut Tech Times, Sabtu (27/2/2016), tiga perangkat tersebut akan diproduksi oleh Alcatel, yang baru saja diakuisisi oleh TCL.

Kabar tersebut berawal dari bocornya dokumen WiFi Alliance yang memperlihatkan sertifikasi WiFi untuk sebuah ponsel TCL bernama DTEK-50 yang beroperasi menggunakan Android 6.0.

Lalu, apa hubungannya ponsel ini dengan BlackBerry?

DTEK adalah aplikasi privasi dan pengamanan yang terdapat di BlackBerry Priv. Tak cuma itu, sertifikasi tersebut menyatakan bahwa nomor model untuk ponsel ini adalah STH100-2. Sebagai perbandingan, nomor model BlackBerry Priv adalah STV100-1.

Spesifikasi BlackBerry Hamburg/Neon yang mirip dengan Alcatel Idol 4
Spesifikasi BlackBerry Hamburg/Neon yang mirip dengan Alcatel Idol 4 | WiFi Alliance

GSMarena mewartakan, ketiga ponsel tersebut akan diluncurkan berurutan, diawali Neon, lalu Argon, dan terakhir Mercury.

Neon, yang juga berkode nama Hamburg, memiliki spesifikasi yang mirip dengan Alcatel Idol 4.

Menempati kelas menengah, Neon/Hamburg memiliki spesifikasi yang mumpuni. Ponsel ini hadir dengan layar sentuh berukuran 5,2 inci beresolusi Full HD 1080p, tanpa papan ketik fisik yang lama menjadi ciri khas BlackBerry. Bodinya terbuat dari aluminium dan akan ditenagai oleh prosesor Snapdragon 617.

Neon juga dikabarkan akan memiliki RAM 3GB dengan penyimpanan internal 16GB, baterai 2.610 mAh dengan dukungan Quick Charge 2.0, kamera utama 13MP, dan 8MP untuk kamera depannya. Ponsel ini rencananya akan dijual mulai bulan Juli atau Agustus.

Sementara perangkat kedua, Argon, akan diluncurkan sekitar bulan Oktober tahun ini. Layarnya berukuran 5,5 inci dengan kualitas Quad HD dengan prosesor Snapdragon 820, RAM 4GB, dan memori internal 32GB.

Baterai yang digunakan berkapasitas 3.000 mAh, juga dilengkapi Quick Charge 2.0. Ada pula sensor sidik jari, USB Type-C, serta kamera utama 21MP dan kamera depan 8MP.

Terakhir adalah Mercury, yang mencoba menjaga warisan BlackBerry dengan menggunakan papan ketik QWERTY fisik. Ia menggunakan layar paling kecil, hanya 4,5 inci, namun dengan tampilan Full HD dan aspek rasio 3:2. Bisa dibilang Mercury akan menjadi penerus BlackBerry Passport.

Dapur pacu ponsel yang diperkirakan akan diluncurkan pada Januari atau Februari 2017 ini menggunakan Snapdragon 625, RAM 3GB, memori internal 32GB, baterai 3.400 mAh, dan kamera beresolusi tinggi, yakni 18MP untuk kamera utama dan 8MP untuk kamera depannya.

Fokus pada gawai bersistem operasi Android memang menjadi pilihan satu-satunya bagi Blackberry karena beberapa aplikasi populer, seperti WhatsApp dan Facebook mulai hengkang dari BlackBerry OS.

Menarik untuk dinantikan apakah ketiga perangkat terbaru ini bisa mengembalikan atau setidaknya mempertahankan eksistensi BlackBerry di dunia gawai. Mampukah ia bersaing dengan gawai Android yang lain yang sudah lebih dulu menguasai pasar?

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR