CUACA EKSTREM

BMKG peringatkan gelombang laut tinggi pada 19-22 Januari

Ilustrasi gelombang pasang tinggi
Ilustrasi gelombang pasang tinggi | Shutterstock

Pada 21 Januari 2019 akan terjadi fenomena Bulan super penuh (supermoon). Fenomena alam ini bisa menyebabkan peningkatan tinggi gelombang pasang di sejumlah wilayah di Indonesia dalam periode 19-22 Januari.

Supermoon terjadi saat Bulan berada pada titik paling dekat dengan Bumi, dikenal dengan istilah perigee. Karena semakin dekat itulah, lautan merasakan tarikan gravitasi Bulan yang lebih kuat. Akibatnya, peluang untuk terjadinya pasang semakin besar.

Walau demikian, menurut situs EarthSky, pasang tersebut tidak terjadi tepat ketika supermoon muncul, melainkan satu-dua hari setelahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun merilis peringatan dini gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia melalui akun resmi Instagram BMKG @infobmkg.

"Jika Supermoon diikuti dengan kondisi cuaca hujan lebat, maka akan sangat berpotensi terjadinya banjir rob," kata Kepala BMKG Gunung Sitoli, Sumatra Utara, Djati, seperti dikutip Liputan6 (15/1).

Daerah yang perlu diwaspadai jika terjadi banjir rob adalah daerah yang berjarak dekat beberapa meter dari bibir pantai.

Dalam peringatan dini tersebut disebutkan sejumlah wilayah yang bakal dilewati gelombang pasang tinggi itu, antara lain pesisir utara Jakarta, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir utara Jawa Timur, pesisir Cilacap, pesisir Tanjung Benoa, pesisir Kalimantan Barat, dan pesisir Makassar.

Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Rendi Krisnawan, dikabarkan Aktual (18/1) mengimbau warga pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, untuk mewaspadai pasang maksimum air laut pada tanggal 19-22 Januari 2019.

Menurut dia, fenomena tersebut akan memengaruhi kondisi pasang maksimum air laut sehingga dapat mengganggu aktivitas transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam, perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

Terkait dengan hal itu, dia mengimbau warga pesisir selatan Kabupaten Cilacap untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut yang berbarengan dengan fenomena supermoon.

"Apalagi hingga saat sekarang gelombang tinggi masih berpotensi di wilayah perairan selatan Cilacap hingga Yogyakarta dan Samudra Hindia. Dalam hal ini, tinggi gelombang maksimum dapat mencapai empat meter," katanya pada Antaranews (18/1).

Rendi mengatakan pasang maksimum air laut pada 19 Januari diperkirakan tingginya mencapai 1,9 meter pada pukul 19.00 WIB, tanggal 20 Januari hingga dua meter pada pukul 20.00 WIB, dan tanggal 24 Januari mencapai dua meter pada pukul 22.00-23.00 WIB, dan seterusnya berangsur turun.

"Jadi dengan adanya pasang maksimum yang dipengaruhi fenomena supermoon, ketinggian gelombang berpotensi lebih tinggi dari normalnya karena gelombang tinggi masih berpeluang terjadi. Dengan demikian, warga di pesisir selatan Cilacap diimbau untuk terus waspada," jelas Rendi.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang sedang menikmati keindahan pantai agar awas terhadap bahaya rip current, arus kuat yang bergerak ke arah tengah laut/samudra menjauh dari pantai, sehingga dapat menyapu perenang terkuat sekalipun.

Rip/back current terjadi karena adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai sehingga menyebabkan munculnya arus balik dengan kecepatan tinggi hingga lebih 2 meter per detik, tergantung kondisi gelombang, pasang surut, dan bentuk pantai.

Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui situs resmi BMKG atau situs maritim BMKG, media sosial BMKG, dan aplikasi BMKG yang dapat diunduh di Apple Store atau Google Play Store, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR