TEKNOLOGI ANTARIKSA

Chandrayaan-2 hilang kontak, India gagal mencapai bulan

ISRO meluncurkan roket Chandrayaan-2, pada Senin (22/8/2019) di Satish Dhawan Space Centre, Sriharikota, Andhra Pradesh, India.
ISRO meluncurkan roket Chandrayaan-2, pada Senin (22/8/2019) di Satish Dhawan Space Centre, Sriharikota, Andhra Pradesh, India. | Stringer /EPA-EFE

"Hasil baik akan segera datang dalam program antariksa kita. India bersama dengan Anda semua," kata Perdana Menteri India, Narendra Modi, di depan para ilmuwan antariksa India yang hadir di markas Indian Space Research Organisation (ISRO) di Bangalore, India, Sabtu (7/9/2019) pagi waktu setempat.

"Belajar dari hari ini, akan membuat kami semakin kuat dan lebih baik. Akan ada pendaratan baru nanti," tambah Modi, seperti yang dikutip dari Times of India.

Saat itu, Modi tengah memberi kata-kata penyemangat bagi para ilmuwan antariksa India yang tengah mengalami kekecewaan. Pasalnya, beberapa jam sebelum ucapan Modi tadi, salah satu misi luar angkasa terbesar India yang diberi nama Chandrayaan-2, gagal meraih hasil positif.

Lander Chandrayaan-2, Vikram, gagal menyelesaikan misinya, yakni mendarat di bulan. Jika Vikram sukses melaksanakan misinya, India menjadi negara keempat di dunia yang berhasil melakukan pendaratan di bulan, setelah Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok.

Tidak diketahui secara pasti mengapa Vikram gagal melaksanakan misinya. ISRO hanya tahu mereka kehilangan kontak dengan Vikram saat kendaraan ruang angkasa itu berada di ketinggian 2,1 km dari permukaan bulan.

Artinya, kegagalan dan catatan sejarah itu hanya berjarak tak lebih dari 1,4 mil.

Kepada Times of India, orang dalam ISRO yang enggan dibuka identitasnya, menyebut ada dua kemungkinan kegagalan itu. Pertama, kegagalan akibat "kecelakaan" saat melakukan pendaratan, atau, kedua, hanya hilangnya hubungan komunikasi.

Apa pun itu, misi Chandrayaan-2 untuk mengkonfirmasi adanya molekul air di bagian selatan bulan dipastikan gagal.

Dalam misi ini, Chandrayaan-2 membawa 13 muatan berisi orbiter, lander (Vikram), dan rover (Pragyaan). Dalam prosesnya, Chandrayaan-2 membawa semua muatan tersebut hingga ke orbit bulan.

Setelah itu, Vikram akan melakukan pendaratan ke permukaan bulan. Apabila proses tersebut sukses, nantinya dilanjutkan dengan robot jelajah rover Pragyaan.

Kegagalan ini jelas membuat sedih para penghuni ISRO. "PM Modi tengah memeluk Kepala ISRO, Kailasavadivoo Sivan, yang kecewa dengan kegagalannya ini, demi menunjukkan solidaritas," tulis India Today.

Sebenarnya, misi Chandrayaan-2 tidak benar-benar gagal. Bahkan, menurut narasumber Times of India tadi, penjelajahan di bulan untuk mencari molekul air tadi hanya bagian kecil dari misi Chandrayaan-2.

"Hanya lima persen dari misi ini yang hilang, lander Vikram dan rover Pragyaan. Sementara itu, 95 persen lainnya berhasil, Chandrayaan-2 sukses mengorbit di orbit bulan," ucap narasumber Times of India tersebut.

Dengan keberhasilan Chandrayaan-2 mengorbit ini, ISRO masih dapat memperoleh foto-foto bulan. Pasalnya, misi ini dibuat untuk satu tahun. Pun, dalam periode tersebut, ISRO juga masih dapat mencari tahu keberadaan Vikram.

Profil Chandrayaan-2

Chandrayaan-2 merupakan misi luar angkasa kedua India dalam sejarah. Misi yang diluncurkan pada 22 Juli 2019 di Satish Dhawan Space Centre, Sriharikota, Andhra Pradesh, India, tersebut, ingin memetakan lokasi sumber air di bulan lewat Pragyan.

Tujuan yang disebut terakhir itu tak lepas dari misi Chandrayaan-1. Pada misi yang diluncurkan pada Oktober 2018 itu, ditemukan molekul seperti air di bagian selatan bulan.

Dalam catatan BBC, bagian selatan bulan ini belum banyak dieksplorasi oleh AS, Rusia, atau pun Tiongkok. Sejauh ini, baru Rusia dan India yang melakukan misi di bagian selatan bulan tersebut, itu pun statusnya masih "direncanakan".

Satu hal yang harus diapresiasi dalam peluncuran misi ini, disebut-sebut anggaran Chandrayaan-2 tak lebih dari AS$150 juta (Rp2 triliun). Bandingkan dengan harga pesepak bola Neymar Jr, yang ditransfer dari Paris Saint Germain dari Barcelona dengan mahar 198 juta pounds, atau setara Rp3,4 trilun.

Murah kah misi Chandrayaan-2? Tergantung. Namun, satu hal yang bisa dipastikan, ini bukan misi luar angkasa terakhir India. Pada 2022 mendatang, rencananya mereka akan menjalankan misi ke bulan lagi, tapi kali ini dengan membawa orang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR