Dalam 45 tahun kecerdasan buatan dapat gantikan peran manusia

Ilustrasi kecerdasan buatan.
Ilustrasi kecerdasan buatan. | Pixabay

Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin maju dan semakin pintar seiring dengan pembelajaran yang mereka lakukan dari manusia. Keberadaannya kini semakin bisa diandalkan untuk melakukan pekerjaan rutin, sehingga dapat membantu manusia untuk lebih fokus ke pekerjaan lain.

Namun kecerdasan buatan ternyata memiliki potensi ancaman menggeser bahkan menghilangkan peran manusia dalam beberapa lapangan pekerjaan. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa 47 persen lapangan pekerjaan akan hilang dalam 25 tahun ke depan. Bahkan angka tersebut dapat lebih besar dan waktu kedatangannya lebih dini.

Para peneliti dari University of Oxford, Inggris, melakukan survei kepada para ahli kelas atas dalam bidang kecerdasan buatan. Mereka bertujuan untuk mengetahui kapan tepatnya mesin akan melakukan pekerjaan lebih baik ketimbang manusia di beragam lapangan pekerjaan.

Katja Grace dari Oxford's Future of Humanity Institute memimpin timnya untuk mengumpulkan tanggapan dari 352 akademisi dan pakar industri dalam pembelajaran mesin. Mereka kemudian menghitung median tanggapan untuk menghasilkan beberapa bilangan konkret.

Kira-kira dalam 10 tahun ke depan, seharusnya AI akan lebih baik daripada manusia dalam menerjemahkan bahasa (tahun 2024), menulis esai tingkat SMA (tahun 2026), menulis 40 lagu terbaik (tahun 2028), dan mengendarai truk.

Khusus mengendarai truk, mudah untuk memprediksi bahwa keterampilan ini bisa terjadi lebih cepat lagi. Hal ini karena mengingat ambisi para pengusaha teknologi tinggi seperti Elon Musk yang terus-menerus mendorong maju teknologi dalam transportasi, dan menjanjikan penciptaan karya dari inovasi ini lebih awal.

Jika menilik ke tugas rutin, ke depannya AI kemungkinan dapat melakukan tugas melipat cucian pada tahun 2022. Pada tahun 2031 mungkin kita sudah bisa berinteraksi dengan mesin berbasis AI dalam transaksi ritel. Pada tahun 2049, AI diyakini sudah dapat menulis buku terlaris New York Times, dan melakukan operasi medis pada tahun 2053.

Secara keseluruhan, AI akan lebih baik dalam mengerjakan sejumlah tugas daripada manusia pada hampir semua hal dalam waktu sekitar 45 tahun lagi.

Tabel perkiraan pekerjaan yang tergantikan oleh kecerdasan buatan
Tabel perkiraan pekerjaan yang tergantikan oleh kecerdasan buatan | Future of Humanity Institute at the University of Oxford /Cornel University Library

Butuh batasan agar manusia tidak terdominasi oleh AI

Pesatnya kepintaran dan luasnya bidang pengaplikasian AI mendorong tiga orang ilmuwan untuk membuat batasan mana hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh AI.

Para ilmuwan yang berbasis di Inggris tersebut mengatakan peraturan yang sudah ada (fail PDF) saat ini kurang efektif dalam membatasi apa yang AI dapat lakukan. Bahkan aturan tersebut merekomendasikan agar robot memegang standar yang sama dengan manusia yang membuatnya.

Ada sejumlah hal yang dianggap dapat menyebabkan masalah. Seperti beragamnya sistem AI yang sedang dikembangkan, dan kurangnya transparansi tentang cara kerja AI.

"Sistem dapat membuat keputusan yang tidak adil dan diskriminatif, meniru atau mengembangkan bias, dan berperilaku tidak terpuji dan tak terduga di lingkungan yang sangat sensitif yang menempatkan kepentingan dan keselamatan manusia pada risiko," tulis tim dalam laporan mereka.

Di antara saran-saran yang diajukan oleh para peneliti, salah satunya adalah gagasan untuk memiliki seperangkat pedoman yang mencakup algoritma robotika, AI, dan pengambilan keputusan sebagai sebuah kelompok kesatuan. Meski para peneliti mengakui bahwa area yang beragam ini sulit diatur secara keseluruhan.

Para ilmuwan turut mengakui bahwa menambahkan transparansi ekstra ke dalam sistem AI dapat berdampak negatif terhadap kinerja mereka. Alasannya adalah perusahaan teknologi yang bersaing dalam bidang kecerdasan buatan mungkin tidak terlalu bersedia untuk berbagi beragam jenis rahasia yang mereka miliki.

Terlebih lagi dengan AI yang pada dasarnya melakukan pengajaran atas dirinya sendiri di beberapa sistem, manusia bahkan mungkin mencapai tahap sudah tidak lagi dapat selalu menjelaskan apa yang terjadi atas aksi AI.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR