Data pengguna bocor, Facebook perbaiki sistem keamanan

SPONSOR: ILOC 2019
Sebagai platform media sosial terbesar, Facebook harus mengambil langkah untuk menjaga privasi data pengguna
Sebagai platform media sosial terbesar, Facebook harus mengambil langkah untuk menjaga privasi data pengguna | /Shutterstock

Tahun 2018 menjadi periode berat bagi Facebook. Sebanyak 87 juta data pengguna Facebook mengalami kebocoran dan langsung dimanfaatkan oleh firma analis data Cambridge Analytica untuk memengaruhi opini warga sesuai pesanan klien.

Dampak kebocoran data pengguna tersebut, membuat CEO Facebook Mark Zuckerberg harus memberikan penjelasan langsung di hadapan Kongres Amerika Serikat (AS). Pasalnya, Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS menilai Facebook lalai melindungi data pribadi pengguna.

Tak tanggung-tanggung, Facebook harus membayar denda sebesar USD5 miliar atau setara Rp70 triliun atas sanksi yang dijatuhkan oleh FTC AS.

Sebelum sanksi tersebut dilayangkan, Facebook telah berupaya memperbaiki sistem keamanan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada pengguna. Pertama, Facebook menghentikan kerja sama dengan seluruh perusahaan analis data.

Facebook memutus kerja sama dengan perusahaan analis, seperti Cambridge Analytica dan Crimson Hexagon. Padahal, menurut Chief Technology Officer (CTO) Crimson Hexagon Chris Bingham, perusahaannya hanya sebatas mengumpulkan data pengguna Facebook yang bersifat publik.

Kedua, Facebook mengaudit seluruh aplikasi pihak ketiga yang terpasang dengan memblokir seluruh pengembang yang dianggap menyalahgunakan data. Facebook akan menonaktifkan akses pengguna terhadap aplikasi yang tidak memakai aplikasi selama tiga bulan berturut-turut. Tujuannya supaya akses developer terhadap data pengguna dapat dibatasi.

Setelah itu, Facebook akan memperketat fitur login pada platform, aplikasi hanya berhak meminta nama, foto profil, dan alamat surel untuk data. Lebih dari itu, aplikasi pihak ketiga harus mendapatkan izin dari Facebook.

Langkah terakhir yang dibeberkan Facebook adalah pengembangan program bug bounty. Program bug bounty memungkinkan pengguna Facebook bisa melaporkan penyalahgunaan data oleh pihak developer. Facebook juga akan memberikan penghargaan bagi para pelapor atas risiko gangguan keamanan di platform tersebut.

Lantas, apakah Facebook memiliki langkah lain untuk mengatasi kebocoran data para pengguna dan bagaimana seharusnya media sosial menjaga rahasia data pengguna?

Temukan jawaban tersebut pada pembahasan di Indonesia Lokadata Conference (ILOC) 2019. Perwakilan dari Facebook yang dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam konferensi ini akan menjabarkan langkah-langkah Facebook untuk mengatasi kebocoran data pengguna.

ILOC 2019 akan digelar pada 28 Agustus di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta. Klik tautan ini untuk informasi dan detail acara ILOC 2019 atau daftarkan diri Anda melalui tautan berikut untuk mendapatkan tiket terbatas secara cuma-cuma.

SPONSOR: ILOC 2019
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR