TEMUAN ARKEOLOGI

Dinosaurus pun ada yang bergaya mohawk

Ilustrasi Bajadasaurus pronuspinax
Ilustrasi Bajadasaurus pronuspinax | Jorge A. González

Jika pada zaman modern, mohawk lebih dikenal karena gaya rambut yang memotong habis bagian sisi kiri dan kanan sehingga menyisakan bagian tengahnya, zaman dulu mohawk justru sudah ada sejak 140 juta tahun.

Dilansir EFE (h/t News), Selasa (5/2/2019), seorang paleontologi Argentina bernama Pablo A. Gallina telah menemukan fosil spesies dinosaurus baru dengan karakter unik di Patagonia, Argentina. Dinosaurus baru itu diberi nama Bajadasaurus pronuspinax (diucapkan "BA-HAD-AH-SAURUS" "PRONE-OO-SPIN-ACKS").

Nama tersebut diambil dari Etimologis Chimera yang berasal dari Spanyol, Yunani, dan Latin, yang berarti "kadal dari Bajada dengan duri condong ke depan". Bajada berasal dari bahasa Spanyol yang artinya menuruni bukit, mengacu pada lokasi fosil ditemukan. Sedangkan pronuspinax berarti membungkuk ke depan.

Dikategorikan sebagai hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dinosaurus itu memiliki anggota tubuh "berduri" dalam jumlah banyak di sepanjang leher dan bagian punggung. Bajadasaurus merupakan spesies dari keluarga kecil dinosaurus yang disebut Dicraeosauridae, semuanya memiliki duri serupa di leher mereka.

"Kami percaya bahwa duri yang panjang, tajam, dan tipis di leher dan punggung Bajadasaurus pasti untuk menangkal predator serta berperan sebagai pertahanan" kata Gallina dikutip CBS News (5/2).

Namun, Gallina menegaskan bahwa "duri" itu bukan pertahanan aktif, tapi pasif. Duri ini semacam peringatan kepada pemangsa yang mungkin mendekat.

"Kami berpikir bahwa seandainya duri itu hanya struktur tulang murni atau hanya ditutupi oleh kulit, mereka bisa dengan mudah patah oleh pukulan atau serangan makhluk lain."

"Duri-duri ini pasti ditutupi oleh selubung keratin seperti ditemui pada tanduk kebanyakan mamalia, misalnya tanduk kijang modern (antelope)," tambah Gallina yang sudah mempublikasikan penelitiannya dalam jurnal Nature (4/2)..

Masih termasuk dalam kelompok sauropod, makhluk purba tersebut merupakan dinosaurus berduri banyak pertama yang condong ke depan dan pernah diidentifikasi oleh ilmuwan.

Ukuran duri panjang milik Bajadasaurus pronuspinax yang ditemukan di Patagonia, Argentina
Ukuran duri panjang milik Bajadasaurus pronuspinax yang ditemukan di Patagonia, Argentina | Pablo A. Gallina /Nature

Sauropoda adalah dinosaurus besar dengan leher dan ekor yang sangat panjang, kepala kecil, dan empat kaki dengan kulit tebal yang mencakup Brontosaurus, Diplodocus, dan Brachiosaurus. Kelompok itu termasuk dinosaurus terbesar yang pernah hidup di Bumi.

Namun secara khusus B. pronuspinax adalah keluarga kecil di dalam sauropoda yang panjangnya hanya sekitar 9 atau 10 meter. Duri-duri Bajadasaurus seperti batang yang panjang dengan ukuran yang mencapai hampir 150 meter.

Fosil pertama dinosaurus ini ditemukan pada akhir 2013 di Formasi Bajada di Lembah Neuquen, Argentina. Sejak saat itu, para peneliti mulai mempelajari dan mengunjungi berbagai museum untuk membandingkannya dengan sisa-sisa spesies lain dari seluruh dunia hingga akhirnya kerangka itu diakui dan diberi nama Bajadasaurus pronuspinax.

"Saat kami menyelidiki makhluk yang hidup ratusan juta tahun yang lalu, kami tidak pernah bisa sepenuhnya mengonfirmasi alasan beberapa fitur unik mereka. Misalnya duri panjang B. pronuspinax," tukas Gallina dalam Science Alert (6/1).

Namun Gallina belum yakin benar pada fungsi duri tersebut. Ia dan rekan-rekan peneliti hanya memperkirakan fitur punggung yang aneh ini bisa menjadi "lapisan" untuk mengatur suhu tubuh atau punuk daging agar menyimpan lemak --mirip dengan unta.

Sebelum penemuan terbaru ini, Gizmodo (5/2) menyebutkan ahli paleontologi telah menemukan Sauropoda dengan karakter yang hampir serupa. Dinosaurus yang ditemukan di Amerika Selatan tersebut dinamai Amargasaurus cazaui.

Bedanya, Sauropoda yang terlihat ramping itu hidup sekitar 15 juta tahun setelah Bajadasurus. Amargasaurus juga memiliki duri, namun jauh lebih pendek dan condong ke belakang.

A. cazaui hidup di benua Amerika Selatan sekitar 15 juta tahun setelah Bajadasaurus dan kedua spesies ditemukan di provinsi Neuquen --sekitar 1.800 kilometer selatan ibukota Buenos Aires. Ini zona yang sama saat Giganotosaurus carolinii, dianggap sebagai dinosaurus karnivora terbesar sepanjang masa, ditemukan pada 1993.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR