PENJELAJAHAN ANTARIKSA

Dua eksoplanet baru ditemukan Kepler dan TESS

Ilustrasi Bumi
Ilustrasi Bumi | Pixabay

Sebuah planet yang berukuran dua kali lipat dari Bumi baru-baru ini ditemukan oleh para astronom. Planet yang memiliki nama K2-288Bb ini berada dalam zona Goldilocks yang memungkinkan air ada di permukaannya.

Temuan ini berasal dari data dari teleskop luar angkasa NASA Kepler, yang kehabisan bahan bakar pada bulan Oktober lalu.

Dilansir Science Alert, Rabu (9/1/2019) para astronom menggambarkan ukurannya tidak lazim untuk sebuah eksoplanet atau planet yang mengorbit bintang di luar Tata Surya kita.

Beberapa planet yang mengorbit dekat dengan bintang-bintang mereka berukuran sekitar 1,5 kali lebih besar dari Bumi. namun K2-288Bb diperkirakan ukurannya sekitar 1,9 kali ukuran Bumi.

"Ini adalah penemuan yang sangat menarik mengingat bagaimana planet tersebut ditemukan dan ukurannya yang tidak biasa," kata Adina Feinstein, penulis utama penelitian itu dan mahasiswa pascasarjana University of Chicago dalam siaran pers NASA (7/1).

Menurut mereka, planet ini berukuran setengah dari Neptunus dan kaya akan gas, meskipun ada kemungkinan zona ini berbatu. Menurut CNET (9/1), planet ini mirip dengan planet fiksi Tatooine dari alam semesta Star Wars, di mana ia dapat ditemukan di dalam sistem bintang biner.

K2-288Bb berada di konstelasi Taurus, berjarak sekitar 226 tahun cahaya.

Planet K2-288Bb mengorbit di sistem bintang yang disebut K2-288. Bintang teredup, yang berjarak sekitar 5,1 miliar mil, sepertiga lebih besar dari Matahari. Sementara yang lebih terang ukuran bintangnya setengah Matahari.

Kepler yang telah mengangkasa selama sembilan tahun dan kini sudah pensiun telah menemukan lebih dari 2.600 planet baru dan telah dikonfirmasi.

Sekitar 50 di antaranya memiliki ukuran dan suhu yang sama dengan Bumi. Data Kepler membantu para ilmuwan menentukan apakah sebuah planet memiliki permukaan yang padat seperti Bumi, atau berbentuk gas seperti Jupiter.

Cara ini diyakini dapat meningkatkan kemungkinan menemukan planet mirip Bumi yang mungkin memiliki kehidupan dan bisa ditinggali.

Planet HD 21749b

Sementara itu, Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) berhasil menemukan tiga eksoplanet sejak diluncurkan pada Juli 2018. Ketiga planet tersebut berjarak pada kisaran 100 tahun cahaya dari Tata Surya.

Planet ketiga yang ditemukannya, mengutip Sci-News (9/1), diberi nama HD 21749b. Ukurannya sekitar 2,8 kali ukuran Bumi, sehingga menempatkannya dalam kategori sub-Neptunus. Anehnya, ia juga 23 kali lebih padat dari Bumi.

Suhu permukaan HD 21749b diperkirakan sekitar 300 derajat Farenheit atau sekitar 148 derajat Celsius. Suhu ini masih termasuk dingin jika mengingat dekatnya jarak antara planet itu dengan induknya.

"Ia adalah planet kecil terdingin yang berada dalam jarak cukup dekat dengan bintang secemerlang itu," kata Diana Dragomir, peneliti pada Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang terlibat dalam riset itu, dikutip dari MIT News.

“Kami tahu banyak tentang atmosfer planet yang panas, tetapi karena sangat sulit untuk menemukan planet kecil yang mengorbit lebih jauh dari bintang-bintang mereka, dan lebih dingin, kami belum dapat belajar banyak tentang planet yang lebih kecil dan dingin ini."

"Namun di sini kita beruntung dan berhasil menangkap planet tersebut. Sekarang kita bisa mempelajarinya lebih detail," ujar Dragomir.

Dragomir menduga planet itu adalah sebuah planet gas seperti Neptunus atau Uranus di Tata Surya kita yang sebagian besar hidrogen. Meski demikian lapisan gas HD 21749b diperkirakan sangat tebal dan memiliki kepadatan air.

HD 21749b mengorbit di bintang yang disebut HD 21749, bintang tipe-K sekitar 80 persen massa Matahari dan berjarak 53 tahun cahaya di rasi bintang selatan Reticulum.

TESS's First Planets /Launch Pad Astronomy
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR