FENOMENA ALAM

Equinox adalah fenomena biasa

Empat posisi Bumi terhadap Matahari yang menentukan musim, dan dua di antaranya disebut Equinox
Empat posisi Bumi terhadap Matahari yang menentukan musim, dan dua di antaranya disebut Equinox | Starry Night Education /starrynighteducation.com

Benarkah suhu udara di Indonesia akan mencapai 40 derajat Celcius saat Equinox, atau pada 21 Maret 2016? Beragam penjelasan membantah kabar ini. Termasuk dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lembaga pemerintah non departemen yang mengurusi perikliman.

Equinox adalah salah satu fenomena astronomi yang rutin, dua kali setahun. Biasanya terjadi antara 19-21 Maret dan 22-23 September tiap tahunnya. Dua peristiwa ini bagian dari pergantian musim, terutama di belahan bumi sebelah utara dan selatan yang beriklim subtropis. Tahun ini, Equinox pertama jatuh pada 20 Maret, pukul 11.30 WIB.

Pada Maret, sering disebut sebagai Spring Equinox (Equinox musim semi), terjadi saat peralihan dari musim dingin ke musim panas di daerah beriklim subtropis. Sedang pada September, disebut pula Autumn Equinox (Equinox musim gugur), terjadi saat peralihan dari musim panas ke musim dingin. Pada dua jenis Equinox ini, belahan utara dan selatan Bumi terpapar sinar Matahari secara merata.

Fenomena ini tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, termasuk di Indonesia yang beriklim tropis. Adapun rata-rata suhu maksimal bisa mencapai 32-36 Celcius. Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG, Kukuh Ribudiyanto, kepada Metrotvnews.com pada Jumat (18/3/2016), menyebut suhu rata-rata di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat Celcius.

BMKG pun mengimbau masyarakat tidak mengkhawatirkan dampak Equinox secara berlebihan. Equinox tidak seperti fenomena Heat Wave (gelombang cuaca panas) yang terjadi di India, Afrika, atau Timur Tengah, yang mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan berlangsung selama berminggu-minggu.

Apa sebenarnya Equinox

seasons msg 2010 11 lrg /APOD Videos

Istilah "Equinox" berasal dari bahasa Latin aequus, berarti setara, dan nox, yang berarti malam. Kata yang dikenal sejak abad ke-14 ini dimaknai "malam yang setara". Meski secara umum dipahami durasi malam dan siang akan sama persis 12 jam, namun faktanya tidak demikian.

Momen durasi malam dan siang yang persis sama 12 jam disebut equilux. Istilah ini untuk membedakan dengan Equinox, karena momennya berlangsung tidak bersamaan. Equilux muncul beberapa hari sesudah atau sebelum Equinox, tergantung lokasi dan jenis Equinox-nya. Pada Equinox Maret, biasanya equilux akan hadir lebih dulu, tapi pada Equinox September, momen ini akan muncul belakangan.

Fenomena Equinox muncul karena sumbu utara-selatan Bumi tidak tegak lurus terhadap garis lintasan orbit Bumi terhadap Matahari. Sumbu Bumi yang tegak lurus terhadap garis khatulistiwa, menyimpang 23,5 derajat dari lintasan orbitnya. Karena itu, saat Bumi berputar mengelilingi Matahari terkadang ada daerah di belahan utara yang terpapar lebih banyak sinar Matahari, dari daerah di belahan selatan.

Video di atas menggambarkan bagaimana Bumi tersinari Matahari dalam setahun. Setiap detiknya mewakili satu bulan dalam waktu nyata. Batas antara siang dan malam yang tampak vertikal, adalah dua momen Equinox. Video itu diunggah ke YouTube oleh akun Astronomy Picture of The Day (APOD ) milik badan antariksa AS, NASA.

Ilustrasi posisi kutub utara dan selatan dalam empat musim subtropis
Ilustrasi posisi kutub utara dan selatan dalam empat musim subtropis | Morehead Planetarium

Musim dingin di belahan Bumi bagian utara, artinya wilayah itu mendapat terpaan sinar matahari lebih sedikit. Sebaliknya di daerah selatan Bumi, akan mengalami musim panas karena mendapat lebih banyak terpaan sinar Matahari. Inilah saat kutub utara Bumi pada titik terjauh dari Matahari. Biasanya dimulai pada 21 Desember setiap tahun.

Demikian pula saat musim panas di belahan utara Bumi yang biasanya dimulai pada 21 Juni. Ini artinya kutub utara bumi sedang condong ke arah Matahari, sehingga mendapat terpaan sinar Matahari lebih banyak daripada belahan Bumi bagian selatan. Kutub selatan Bumi, saat itu berada pada posisi terjauh dari Matahari (musim dingin).

Bayangkan jika garis sumbu rotasi Bumi tegak lurus dengan orbitnya. Kutub utara dan selatan Bumi, tidak akan pernah tersentuh kehangatan sinar matahari.

Dari video tersebut, tampak bahwa ada daerah yang senantiasa terkena sinar matahari sepanjang tahun. Daerah itu berada di kisaran 23,5 derajat ke atas garis khatulistiwa (Lintang Utara), dan 23,5 derajat ke bawah garis khatulistiwa (Lintang Selatan). Itu karena sudut penyimpangan sumbu Bumi terhadap orbit sebesar 23,5 derajat. Daerah ini akan beriklim tropis, karena senantiasa mendapat kehangatan sinar Matahari.

Indonesia, adalah negara kepulauan yang "dibelah" oleh garis khatulistiwa dan seluruh wilayahnya masuk ke dalam daerah ini. Posisi wilayah Indonesia berada pada 6 derajat LU (Lintang Utara) dan 11 derajat LS (Lintang Selatan). Sebagai negara tropis, Indonesia hanya mengenal dua musim.

Jadi, Equinox pada dasarnya adalah saat kutub utara maupun kutub selatan Bumi tidak condong ke arah Matahari. Karena itulah, terpaan sinar matahari di bagian utara dan selatan bumi pada saat bersamaan cakupannya relatif sama. Berbeda dengan daerah beriklim subtropis, Indonesia tak mengalami perubahan yang drastis saat Equinox.

Pada 20 Maret 2016, garis khatulistiwa akan bersinggungan dengan lintasan orbit Bumi terhadap Matahari. Posisi Matahari akan tepat di atas beberapa daerah di Indonesia. Pada saat itu, di daerah tersebut tidak akan melihat bayangan benda yang tertimpa sinar Matahari. BMKG memprakirakan, suhu udara tertinggi mencapai 34 derajat Celcius.

Penjelasan lembaga penyiaran publik asal Amerika Serikat, Public Broadcasting Service (PBS) yang diunggah ke YouTube, dengan gamblang menggambarkan apa itu Equinox.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR