ESA konfirmasi kegagalan Schiaparelli mendarat di Mars

Situasi ruangan pers ESA di Jerman saat peluncuran perdana Schiaparelli dalam misi ExoMars pada Oktober
Situasi ruangan pers ESA di Jerman saat peluncuran perdana Schiaparelli dalam misi ExoMars pada Oktober | Uwe Anspach /EPA

Badan Antariksa Eropa (ESA) akhirnya merilis pernyataan resmi mengenai penyebab tidak berjalan mulusnya pendaratan Schiaparelli di Planet Mars. Kesalahan yang berlangsung selama sekitar satu detik akhirnya menggagalkan upaya Schiaparelli untuk mendarat mulus di Planet Merah tersebut.

Menurut The Independent (24/11), kegagalan sensor ketika membuka parasut saat akan mendarat di Mars menjadi penyebabnya. Komputasi yang digunakan salah mengukur seberapa tinggi dan seberapa cepat wahana antariksa tersebut saat memasuki atmosfer Mars.

"Dalam sistem navigasi, informasi ketinggian yang dihasilkan keliru, sehingga memicu pelepasan parasut secara prematur (terlalu cepat dibuka) yang membuat Schiaparelli melakukan pengereman," jelas ESA dalam laporannya.

Padahal, saat itu Schiaparelli masih dalam batas ketinggian 3,7 km dari permukaan Mars.

Sebelum mulai menarik parasut pendaratan, sejatinya pesawat ruang angkasa mulai memperlambat kecepatan terbangnya jelang mendarat. Tapi saat itu Schiaparelli terbang dengan kecepatan sangat tinggi sekitar 1.730 km per jam.

Hal tersebut membuat Schiaparelli kehilangan kendali dan berputar-putar yang kemudian terhempas di permukaan Planet Merah.

"Ini masih merupakan kesimpulan yang sangat awal dari penyelidikan teknis kami," kata David Parker, Director of Human Spaceflight and Robotic Exploration ESA dalam siaran persnya.

"Gambaran detail akan diberikan pada awal 2017 melalui laporan penyelidikan lembaga independen eksternal, yang sekarang sedang diatur, seperti yang diminta oleh Director General ESA, di bawah pimpinan Inspector General ESA.

Petinggi ESA kini dijadwalkan untuk membahas pendanaan dari misi ExoMars kedua dalam pertemuan di Lucerne, Swiss pada 1 dan 2 Desember, seperti yang dilaporkan RT (24/11).

ESA memastikan tidak akan melanjutkan proses investigasi untuk kasus ini hingga memasuki tahun 2017. Namun begitu, ESA dan mitra asing lainnya akan menyiapkan misi ExoMars berikutnya jelang tahun 2020.

"ExoMars sangat penting bagi ilmu pengetahuan dan eksplorasi Eropa," kata Roberto Battiston, Presiden badan antariksa Italia ASI. "Bersama-sama dengan semua negara yang berpartisipasi dalam program ini, kami akan bekerja untuk berhasil menyelesaikan misi ExoMars kedua."

Tambahan dana

Modul contoh Schiaparelli
Modul contoh Schiaparelli | Uwe Anspach /EPA

Di Lucerne, Swiss, ESA akan meminta dana kepada kementerian tiap 23 negara anggota untuk dapat memenuhi tambahan kebutuhan dana program ExoMars sebesar EUR400 juta atau sekitar Rp5,7 triliun, seperti dilansir dari The Register (28/11). Sebagai gambaran, anggaran awal ExoMars adalah EUR1,5 miliar (Rp21,5 triliun).

Dalam konferensi audio pada Jumat (25/11), David Parker mengatakan suntikan dana ini mencakup semua pekerjaan teknis yang diperlukan untuk mengambil kendaraan hingga tahap peluncuran.

Pertemuan para menteri anggota ESA selama dua hari tersebut juga akan mencakup pembicaraan semua aspek operasional ESA. Dalam video-video berdurasi kurang dari lima menit di kanal YouTube resmi, ESA menjelaskan masing-masing aspek tersebut.

Kira-kira mencakup aspek observasi bumi, penjelajahan Bumi dan robot antariksa, telekomunikasi, dan pengembangan sistem peluncur.

Schiaparelli merupakan wahana antariksa hasil kolaborasi badan antariksa Eropa (ESA) dan Rocosmos, Rusia. Misi yang dinamakan ExoMars mengangkasa menunju pesawat induknya, Trace Gas Orbiter (TGO).

Pesawat berbobot 557 kilogram ini membawa misi mengumpulkan data ilmiah untuk memetakan struktur atmosfer Mars dan area tempatnya mendarat.

Schiaparelli merupakan bentuk awal wahana rover masa depan yang dimaksudkan untuk mencari bukti kehidupan di Mars. Tetapi wahana tersebut menghilang sesaat sebelum pendaratan yang dijadwalkan pada 19 Oktober.

Padahal jika berhasil ia akan menjadi wahana antariksa Eropa pertama yang mendarat di permukaan Mars.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR