Facebook ingin manusia bisa mengetik langsung dari otak

Seorang petugas berjalan melewati gerai demo pada konferensi tahunan pengembang F8 Facebook di San Jose, California, Selasa (18/4/2017).
Seorang petugas berjalan melewati gerai demo pada konferensi tahunan pengembang F8 Facebook di San Jose, California, Selasa (18/4/2017).
© Noah Berger /AP Photo

"Bagaimana jika Anda bisa mengetik langsung dari otak Anda?"

Pertanyaan itu diajukan oleh Regina Dugan, kepala divisi R&D Building 8 Facebook, kepada para peserta konferensi tahunan pengembang F8 Facebook yang hadir di San Jose, California, Amerika Serikat, seperti dituturkan Tech Crunch (19/4/2017).

Dugan lalu memaparkan bahwa raksasa media sosial itu memiliki sebuah tim --terdiri dari 60 ahli-- yang tengah membangun antarmuka otak manusia-komputer sehingga manusia bisa mengetik hanya menggunakan kekuatan pikiran, tanpa perlu menanamkan implan pada otak.

Rencananya, mereka akan menggunakan imaji optik untuk memindai otak beberapa ratus kali dalam per detik untuk mendeteksi pikiran, lalu menerjemahkannya dalam bentuk teks.

Menurut Dugan, pengguna antarmuka tersebut bisa mengetik hingga 100 kata per menit hanya menggunakan otak; lima kali lebih cepat daripada mengetik menggunakan tangan di ponsel.

Facebook akan berupaya mewujudkan teknologi ini dalam dua tahun ke depan, jelas Dugan dalam unggahan di akun Facebook resminya.

Tujuan utama pengembangan teknologi tersebut adalah membantu orang yang kesulitan berkomunikasi atau menjadi sumber input baru bagi perangkat AR (realitas tertambah).

Teknologi itu, dipaparkan Recode (19/4) ditujukan hanya untuk mendeteksi aktivitas di titik spesifik pada otak di mana pikiran diterjemahkan menjadi ucapan.

"Kami tidak berbicara mengenai mendekode pikiran acak Anda. Hal itu terlalu jauh dari yang ingin kami ketahui," kata Dugan.

Penelitian itu, tentu saja, mendapat dukungan penuh dari bos Facebook, Mark Zuckerberg.

Dalam akun Facebook resminya, Zuckerberg menyatakan bahwa otak kita memproduksi data yang cukup untuk mengalirkan empat film berkualitas HD setiap detiknya. Masalahnya, cara terbaik yang bisa dilakukan manusia untuk mengeluarkan informasi itu kepada dunia hanya bisa mentransmisikan jumlah data yang sama dengan modem pada era 80-an.

"Kami tengah mengerjakan sebuah sistem yang akan membuat Anda mengetik langsung dari otak sekitar lima kali lebih cepat daripada yang bisa Anda ketikkan pada ponsel Anda saat ini," tulis Zuckerberg.

"Pada akhirnya kami ingin mengubahnya menjadi sebuah teknologi sandangan (wearable) yang bisa dimanufaktur. Bahkan sebuah "brain click" ya/tidak yang sederhana akan membantu membuat hal seperti realitas tertambah terasa lebih alami."

Zuckerberg mengakui bahwa teknologi saat ini belum cukup maju untuk bisa mencurahkan semua pikiran atau perasaan langsung ke tulisan.

"...tetapi ini adalah langkah pertama," ujarnya.

Mungkinkah hal seperti itu benar-benar bisa diwujudkan?

Ahli saraf dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Rebecca Saxe, kepada Vox (20/4) menjelaskan, kalau yang dimaksud Facebook adalah memindai otak, hal itu hampir tidak mungkin dilakukan. Ada beberapa alasannya.

Pertama, teknologi untuk memindai otak yang ada saat ini baru electroencephalogram (EEG). Masalahnya, EEG akan memindai otak secara keseluruhan, tidak bisa diarahkan hanya pada sel saraf yang spesifik.

Saxe melanjutkan, resolusi yang lebih jelas bisa didapat hanya jika ada elektroda yang diimplan pada bagian tertentu dari otak.

"Karena risikonya (implantasi pada otak, red.) besar, saya tidak bisa membayangkan Facebook berani melakukan itu," ujarnya.

Namun ada cara yang bisa dilakukan Facebook untuk mewujudkan perangkat tersebut.

Walau belum bisa mengambil kata-kata yang berseliweran di otak, alat itu bisa digunakan untuk mendeteksi ke arah mana seorang individu memusatkan perhatiannya. Dan, menurut Saxe, para ahli bisa menggunakan sinyal itu untuk membuat tetikus dan papan ketik yang bisa digunakan lewat pikiran.

"Jika Anda fokus pada sebuah huruf, frekuensi tempo itu akan terefleksi pada korteks visual Anda," jelas Saxe. EEG kemudian akan mendeteksinya, lalu mengetikkan huruf tersebut.

Namun hal itu jelas tidak mudah karena akan butuh waktu lama bagi manusia untuk konsentrasi memilih satu huruf dibandingkan langsung mengetikkannya dengan tangan.

"Hal itu akan memerlukan banyak konsentrasi sehingga Anda akan kelelahan," katanya.

Oleh karena itu, walau mungkin dilakukan, klaim Facebook untuk mengetikkan 100 kata per menit hanya lewat otak sepertinya masih lama untuk bisa diwujudkan.

Selain itu, akan butuh dikembangkan pula alat EEG yang mudah dibawa ke mana-mana, alias mobile.

"Apakah ini menakutkan? Tentu saja," kata Dugan. "Kalau kami gagal, akan menyakitkan."

Mendengar melalui kulit

Selain mengetik langsung dari otak, Facebook juga tengah mengembangkan teknologi yang bisa berkomunikasi dengan manusia melalui kulit, bukan telinga.

Sederhananya, saat orang berbicara, suaranya masuk ke dalam telinga. Koklea dalam telinga kemudian mengubah suara itu menjadi frekuensi yang lalu dikirim ke otak dan diterjemahkan.

Nah, teknologi yang tengah dikembangkan itu akan bisa mengubah fungsi kulit menjadi seperti koklea.

Facebook belum memaparkan secara detil mengenai proyek ini, tetapi menurut Tech Crunch, mereka memperlihatkan sebuah tim tengah bereksperimen dengan sistem pendengaran melalui kulit yang menggunakan aktuator 16 pita frekuensi.

Alat itu kemudian coba digunakan oleh seorang subjek penelitian dan dia bisa mendengar sembilan kata melalui kulitnya.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.