Fakta tentang kondisi air tanah di Indonesia

SPONSOR: Djarum Trees For Life
Ilustrasi fakta air tanah di Indonesia
Ilustrasi fakta air tanah di Indonesia | /Shutterstock

Meningkatnya jumlah penduduk telah membuat kebutuhan akan air bersih terus meningkat. Sebagai salah satu sumber terbaik, air tanah terus diambil secara intensif dan masif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih.

Air tanah merupakan air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan. Air tanah merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui, namun memerlukan waktu yang lama untuk pembentukannya. Prosesnya bisa mencapai puluhan bahkan hingga ratusan tahun.

Pengambilan air tanah kerap tidak terkontrol serta tidak sesuai dengan ketersediaannya, sehingga berdampak pada kualitas dan kuantitas sumber air tersebut. Akibatnya ketersediaannya semakin berkurang dan menyebabkan krisis air tanah di beberapa daerah di Indonesia.

Selain itu, pengambilan air tanah secara terus menerus tanpa memperhitungkan konservasinya, dapat menyebabkan turunnya permukaan tanah melebihi ambang batasnya dan terjadinya pencemaran air tanah akibat intrusi air laut.

Jika dikonsumsi, air yang tercemar dapat membahayakan kesehatan masyarakat hingga menyebabkan kematian. Menurut laporan World Health Organization (WHO), tiap tahunnya sebanyak 1,7 juta anak tewas akibat pencemaran lingkungan. Sebanyak 361.000 anak usia 5 tahun ke bawah meninggal karena diare yang disebabkan oleh air yang tercemar.

DKI Jakarta merupakan salah satu daerah yang mengalami krisis air tanah sehingga dampak dari pengambilan air tanah yang berlebihan selama ini mulai dirasakan. Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dampak penurunan permukaan tanah dan intrusi air laut sudah mulai dirasakan oleh masyarakat di ibu kota.

Sebagian wilayah Jakarta, khususnya wilayah utara telah mengalami penurunan permukaan tanah begitu cepat dan semakin jauhnya penyusupan air laut ke daratan. Setiap tahun, tercatat penurunan permukaan tanah di Jakarta berkisar antara 7,5 cm hingga 25 cm.

Pada peta zona konservasi air tanah Jakarta, beberapa wilayah di ibukota merupakan zona kritis, rawan, bahkan rusak, sehingga dibutuhkan upaya untuk memulihkan kondisi dan lingkungan air tanah.

Akan tetapi, urusan konservasi air tanah bukan urusan pemerintah semata. Peran aktif dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas dan kuantitas sumber air tanah juga dibutuhkan untuk menjamin ketersediaan air tanah di masa mendatang.

Sebagai salah satu elemen penting dalam kehidupan sehari-hari, ketersediaan air bersih perlu diperhatikan oleh seluruh elemen masyarakat. Hal sederhana seperti menggunakan air secara bijak dapat mengurangi risiko terjadinya krisis air bersih. Jika tidak dimulai sejak dini, maka bukan tak mungkin kita akan kekurangan sumber air bersih dalam beberapa tahun mendatang dan bencana banjir bisa menghantam lebih hebat lagi.

SPONSOR: Djarum Trees For Life
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR