Fosil jejak tiga dinosaurus di pedalaman Australia

Ilustrasi fosil jejak dinosaurus.
Ilustrasi fosil jejak dinosaurus. | Damian Ryszawy /Shutterstock

Salah satu kota di negara bagian Australia, yaitu Queensland terkenal atas reputasinya sebagai surga paleontologis dengan penemuan terobosan prasejarah.

Penemuan terbaru, kota bernama Winton ini ternyata menyimpan fosil jejak kaki dari sejumlah dinosaurus yang diawetkan di dasar sungai berlumpur selama 95 juta tahun, seperti yang diwartakan CNN (14/2).

Kini, jejak-jejak tersebut sedang digali oleh tim arkeologis.

Temuan ini dipuji oleh ahli paleontologi sebagai jalur dinosaurus sauropoda yang paling terpelihara di Australia. Bagi kota kecil seperti Winton, temuan itu diharapkan bisa membantu mengamankan masa depannya.

Fosil jejak ditemukan di Karoola di lapisan batu bagian bawah anak sungai kecil yang membentang sejauh 55 meter di dekat Winton, Queensland Barat Daya.

Walikota Winton, Gavin Baskett, mengatakan bahwa jalur fosil jejak berada tepat di nadi daerah banjir yang paling parah terdampak. Untungnya dipindahkan sebelum bencana melanda awal bulan ini.

"Sungguh luar biasa bahwa temuan jejak dapat dikeluarkan dari tanah--jika tidak akan hilang selama 100 atau 1.000 tahun dengan lanau dan kotoran dari air banjir," kata Baskett.

Palaeontolog percaya jejak kaki hewan purba tersebut dibuat oleh tiga dinosaurus yang berbeda. Salah satunya adalah pemakan serangga kecil yang berlari dengan dua kaki; yang lain adalah binatang berkaki dua yang sedikit lebih besar yang memakan tanaman.

Jejak ketiga adalah sauropoda, spesies dinosaurus herbivora berkaki empat yang besar, berat, dan berkaki panjang. Sauropoda bisa tumbuh hampir 40 meter dan beratnya mencapai 100 ton.

Namun, jejak kaki yang diawetkan yang membentang hampir satu meter diyakini berasal dari spesimen yang lebih kecil, diperkirakan memiliki panjang 18 meter dengan berat 30 ton.

Ahli paleontologi vertebrata, Stephen Poropat, dari Swinburne University of Technology di Melbourne, Australia, memimpin tim peneliti di Australian Age of Dinosaurs Museum. Poropat yang telah bekerja di situs tersebut sejak tahun lalu mengatakan, dia belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya.

"Kami sedang berurusan dengan jejak kaki depan yang lebarnya sekitar setengah meter, jejak kaki belakang sekitar satu meter," katanya.

Poropat mengatakan bahwa jejak-jejak itu diinjak oleh tiga kelompok dinosaurus utama yaitu sauropoda yang berukuran besar, ornithopoda yang berukuran lebih kecil, dan theropoda yang berukuran kecil seukuran ayam modern. Ia mengatakan fosil jejak-jejak beragam dinosaurus pada permukaan jalur yang sama adalah kejadian yang sangat jarang.

Dia menerangkan, urutan terpanjang jejak kaki sauropoda dapat diikuti terus menerus hingga lebih dari 40 meter.

"Jejak kaki ini adalah yang terbaik dari jenisnya di Australia dan bentuknya dapat dibedakan dari semua jejak kaki sauropoda yang dikenal di seluruh dunia," katanya.

Lembaran lumpur tempat bersemayamnya fosil sedang diekstraksi secara perlahan dan hati-hati untuk dilestarikan. Jejaknya sangat rapuh yang membuat pemindahan dari dasar sungai menjadi proses yang lambat agar tidak merusak penemuan itu.

"Ini adalah proses yang sangat lambat dan melelahkan," kata David Elliott, Executive Chairman of the Australian Age of Dinosaurs Museum Winton, yang memimpin proses penggalian.

"Berat total lintasan berada di sekitar 500 ton dan kami membawanya kembali ke Museum, satu trailer dua ton sekaligus."

Pemerintah Queensland yakin penemuan itu akan membantu negara bagian pulih dari kerusakan yang disebabkan oleh banjir.

"Kami tahu orang-orang Winton melakukan hal yang sulit saat ini. Tetapi penemuan seperti ini akan meningkatkan industri pariwisata dan membantu ekonomi pedalaman pulih dari musim hujan baru-baru ini," kata Kate Jones, menteri pariwisata negara bagian itu, dalam sebuah pernyataan.

"Pedalaman Queensland telah menjadi situs dari sejumlah penemuan dinosaurus paling signifikan di dunia--ini adalah pengalaman yang hanya bisa didapat pengunjung di sini di Negara Bagian Sunshine," tambahnya.

Elliott berharap atraksi bernama March of the Titanosaurs itu, akan dibuka untuk umum mulai Mei 2020.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR