FUP dan kuota internet tak terbatas

Logo Telkom Indonesia di salah satu gerai Telkom di Jakarta
Logo Telkom Indonesia di salah satu gerai Telkom di Jakarta | Panca Syurkani /Tempo

Beberapa hari ini ranah media sosial ramai dengan pemberitaan tentang PT Telekomunikasi Indonesia, lebih dikenal dengan sebutan Telkom. Setelah keputusan Grup Telkom untuk memblokir Netflix, kini mereka memberlakukan sistem FUP (Fair Usage Policy) kepada paket internet IndiHome "unlimited".

Alasan Telkom memberlakukan sistem ini adalah karena ditemukannya perilaku dari pengguna yang menyalahgunakan fasilitas unlimited yang diberikan. Misalnya untuk bisnis warnet atau mengunduh film/games bajakan, sehingga pemakaian mereka tidak wajar dan mengganggu rasa keadilan bagi pengguna lain yang membayar dengan tarif sama.

"FUP merupakan kebijakan pemakaian yang melindungi pengguna yang wajar (normal user) dari pemanfaatan pemakaian berlebihan (tidak wajar) oleh pengguna berat (heavy user). Negara-negara lain seperti Amerika, Jepang, dan Malaysia, serta di operator di Indonesia telah menerapkan FUP," ujar Dian Rachmawan Direktur Consumer Telkom kepada IndoTelko, Senin (1/2/2016).

Kebijakan FUP ini tidak berlaku bagi pelanggan yang mengakses layanan pengaliran video yang disediakan Telkom. Pengaliran berbayar Video On Demand, seperti iFlix, CatchPlay, dan HOOQ -- kecuali pengaliran gratis YouTube -- akan tetap berada pada platform video UseeTV, yang memperkaya layanan UseeTV Indihome.

"Kalau untuk streaming kita akan mewadahinya dalam platform Video OTT (Over-The-Top), sehingga sama sekali tidak akan menggunakan batasan FUP pelanggan," kata Dian.

Sontak para pelanggan, juga yang bukan pelanggan, memberikan komentar pedas akan kebijakan baru Telkom ini.

Apa itu FUP

Sejatinya pengguna yang berlangganan paket layanan fixed broadband unlimited memiliki hak untuk mendapatkan akses internet sebebas-bebasnya tanpa batas dengan kecepatan sesuai dengan paket yang dipilih. Setidaknya itulah yang dipercaya konsumen saat berlangganan.

Akan tetapi kenyataannya tidak demikian.

Menurut uSwitch, penyedia layanan internet biasanya mencantumkan syarat dan ketentuan FUP dalam paket tak terbatas (unlimited) yang mereka tawarkan.

FUP adalah suatu kebijakan pembatasan kecepatan akses data/internet berdasarkan penggunaan layanan akses internet setelah mencapai jumlah, atau volume data tertentu dalam rentang waktu tertentu.

Adanya kebijakan FUP biasanya dimaksudkan untuk menjaga kesetaraan kualitas layanan akses data bagi semua pengguna layanan internet dari penyedia tersebut. Sebab setiap pengguna memiliki aktivitas akses data yang berbeda-beda. Ada yang terlalu aktif (untuk unduh/unggah) namun ada juga yang sekedar menggunakannya untuk berselancar saja.

Karena aktivitas unduh/unggah ini memakan sumber daya yang besar, jika tidak dibatasi penggunaannya akan dapat merugikan pengguna lainnya dikarenakan kecepatan akses data internet akan lebih besar terserap oleh mereka yang terlalu aktif melakukan mengunduh/mengunggah.

Di Indonesia, tak hanya Telkom yang menerapkan FUP ini. First Media, My Republic, dan Smartfren melalui paket True Unlimited-nya juga mengaplikasikan FUP dalam produk mereka.

Khusus My Republic, mereka menerapkan sistem fleksibel disebut traffic priority system (traffic shaping) yang membagi tingkatan prioritas berdasarkan aktivitas yang dilakukan pengguna. Contohya aktivitas gaming, VoIP akan mendapat prioritas terbaik sedangkan untuk aktivitas pengunduhan dan berbagi file akan mendapat prioritas standar.

Hingga saat ini tidak ada aturan mengenai besarnya kuota data yang digunakan sebelum FUP diterapkan sehingga setiap penyedia layanan bisa menentukan sendiri.

Masalah IndiHome

IndiHome diluncurkan Telkom pada awal 2015. Layanan ini disebut Telkom sebagai 3-in-1 karena selain internet, pelanggan juga mendapatkan tayangan TV berbayar dan saluran telepon.

Sejak mulai dijual, Telkom belum pernah membahas soal FUP pada IndiHome kepada para pelanggan mereka hingga kebijakan itu diterapkan mulai 1 Februari 2016.

Akibatnya protes pun bermunculan dari para pelanggan yang, seperti dikutip Kompas.com, mengaku berlangganan IndiHome karena tidak ada FUP.

Sementara penyedia jasa internet lain biasanya menginformasikan soal FUP ini kepada calon pelanggan mereka sejak awal. Misalnya Bolt yang secara jelas menyantumkan FUP 20GB hingga 30GB tiap bulan di laman resminya.

Telkom membagi paket FUP ini mulai paket 10 Mbps hingga 100 Mbps dengan aturan FUP yang berbeda-beda dengan skema masing-masing. Salah satu contoh untuk paket dasar 10 Mbps, kecepatan internet yang diperoleh akan turun mencapai 75% dari 10 Mbps jika pengguna telah menggunakan kuota internet lebih dari batas Fair Usage sebesar 300 GB. Seandainya pengguna tersebut telah menghabiskan kuota internet lebih dari 400 GB maka kecepatan internet yang didapat akan diturunkan kembali hingga hanya 40% dari 10 Mbps.

Untuk lebih detailnya dapat dilihat di laman frequently asked question (F.A.Q.) IndiHome.

Fair usage 300GB per bulan yang diterap IndiHome sebenarnya cukup besar. Sebuah film berdurasi 90 menit dengan kualitas 1080p biasanya memiliki besar file sekitar 2GB, sehingga pelanggan Indihome paket 10Mbps bisa mengunduh 150 film sebelum mencapai kuota FUP.

Perbedaan Megabyte dan Megabit

Hal yang tidak berhubungan langsung dengan FUP tetapi sering membuat bingung mereka yang ingin berlangganan internet adalah perbedaan antara Megabyte/MB (digunakan untuk ukuran file) dan Megabit/Mb (digunakan untuk kecepatan unduhan).

Banyak orang yang sering berasumsi bahwa kecepatan download 1 megabit per detik (1 Mbps) akan memungkinkan mereka untuk mengunduh file 1 MB dalam satu detik. Namun pemahaman tersebut tidak tepat karena 1 Megabyte setara dengan 8 Megabit. Berarti untuk mengunduh file 1MB dalam 1 detik pengguna membutuhkan koneksi 8 Mbps.

Sebagai contoh, jika tertulis kecepatan internet yang ditawarkan Up to 3 Mbps berarti:

1 MB sama dengan 1024 KB, maka

3 * 1024 KB = 3072 KB

3072 KB / 8 = 384 KBps

Hal serupa juga berlaku antara Gigabyte (GB) dan Gigabit (Gb), dimana Gigabyte 8 kali lebih besar dari 1 Gigabit.

BACA JUGA