GAWAI TERKINI

Galaxy A baru, penanda usainya era Galaxy J

Samsung Galaxy A50 dan A30.
Samsung Galaxy A50 dan A30. | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Melalui kelahiran Galaxy A50 dan A30, resmi sudah Samsung mengakhiri keluarga Galaxy J sebagai pengisi pangsa pasar terjangkau mereka di tanah air. Strategi ini sekaligus menjadi langkah baru vendor Korea Selatan tersebut dalam mengenalkan fitur pembayaran Samsung Pay.

“Kami ingin menaikkan kelas para pengguna Galaxy J ke Galaxy A, menjadikan keluarga Galaxy A terbaru ini sebagai the new entry,” ujar Selvia Gofar Senior Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia dalam acara peluncuran di Jakarta Jumat (22/3).

Galaxy A50 dibanderol dengan harga Rp4,1 juta untuk konfigurasi 4/64GB dan Rp4,9 juta untuk 6/128GB. Untuk A30 tersedia dalam satu pilihan yaitu 4/64GB dengan harga Rp3,4 juta.

Kini Samsung memiliki empat seri yang resmi beredar di tanah air. Mereka adalah Galaxy M, Galaxy A, Galaxy S, dan Galaxy Note.

Diluncurkan bulan Februari dengan harga yang cukup terjangkau, apa yang menjadi pembeda antara seri M dan A baru ini? Selvia menuturkan keduanya dibedakan melalui target pasar masing-masing.

“Galaxy M lebih kami tujukan ke pengguna umum yang selalu ingin terhubung, ini karena seperti Galaxy M20 memiliki kapasitas baterai yang besar--mencapai 5.000 mAh. Sedangkan seri Galaxy A lebih mengusung fitur live, pengguna milenial yang senang mengaktualisasi diri dengan membuat dan membagikan konten di platform-platform media sosial.”

Ada beberapa fitur Galaxy A yang dianggap Samsung dapat memenuhi keinginan milenial. Pertama adalah desain bergaya serta tipis, kedua kamera yang memiliki tiga konfigurasi kamera belakang (A50), dan ketiga adalah baterai tahan lama.

Galaxy A50 dan 30 dibekali layar SuperAMOLED berukuran sama, 6,4 inci dengan poni berbentuk “U” (Infinity U). Hal ini membuat dimensi bodi cukup besar, namun diakali Samsung dengan bodi yang tergolong tipis yaitu 7,7mm saja.

Pilihan warna keduanya sama yaitu hitam, putih, biru. Hanya saja keduanya dibedakan dengan nuansa corak berbeda pada bagian belakang.

Khusus untuk A50, ponsel itu sekaligus menjadi seri termurah yang membenamkan sensor sidik jari di layar. Tapi sistem sidik jarinya bukan ultrasonik seperti yang dimiliki Galaxy S10 melainkan optik. Galaxy A30 menggunakan sidik jari biasa di bagian belakang.

Keunggulan berikutnya ada di kamera. Keberadaan kamera Ultra-wide (8MP FF F/2,2) menjadi butir yang diunggulkan. Kamera yang satu ini memiliki sudut tangkapan yang jauh lebih lebar yaitu mencapai 123 derajat. Berguna untuk mengambil foto bersama, pemandangan, dan lainnya.

Dua kamera berikutnya di A50 adalah kamera untuk penangkapan di lingkungan rendah cahaya (25MP AF F/1,7) dan kamera untuk keperluan fitur bokeh beresolusi 5MP FF F/2,2. Urusan kamera depan mengandalkan kamera tunggal 25MP FF F2,0.

Selain kamera Ultra-wide, A30 yang hanya memiliki dua kamera belakang, dilengkapi dengan kamera penangkapan rendah cahaya beresolusi 16MP AF F/1,7 dan kamera depan 16MP FF F/2,0.

Keunggulan ketiga ada di baterai yang berkapasitas 4.000mAh dengan dukungan pengisian daya cepat. Meski tidak mau menyebutkan angka karena banyak variabel yang memengaruhi, pihak Samsung mengklaim baterai ini mampu bertahan seharian.

Bagian belakang Samsung Galaxy A30 dan A50.
Bagian belakang Samsung Galaxy A30 dan A50. | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Seperti yang disebutkan di atas, Galaxy A50 dan 30 menjadi pembuka jalan Samsung dalam memasarkan fitur Samsung Pay di Indonesia. Memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi secara langsung, tanpa uang tunai.

Untuk fitur yang satu ini Samsung baru bekerja sama dengan perusahaan dompet digital Dana, dengan kemungkinan bekerja sama dengan perusahaan lain.

Product Marketing Samsung Electronics Indonesia Irfan Rinaldi berkata fitur ini masih terbatas keberadaannya. "Ini belum open untuk semua smartphone Samsung Galaxy, masih beta tested di seri-seri terpilih.”

Samsung Pay baru bisa diunduh di ponsel pintar Samsung yang menggunakan sistem operasi Android Pie atau Android versi 9.0 ke atas.

Tapi sistem Samsung Pay berbeda dengan negara-negara lain yang telah lebih dahulu menerapkannya—seperti Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, dan sejumlah negara Eropa. Irfan menjelaskan, Samsung Pay di Indonesia dibangun oleh pengembang lokal dan menyesuaikan infrastruktur di sini.

Sebagai contoh tidak menggunakan koneksi NFC yang memang tidak hadir di kedua seri baru Galaxy A, melainkan melalui pemindaian kode QR.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR