APLIKASI DIGITAL

Google bantah kabar rencana penutupan Hangouts

Aplikasi Hangouts (kanan atas) di tengah-tengah aplikasi populer lainnya dalam sebuah layar ponsel.
Aplikasi Hangouts (kanan atas) di tengah-tengah aplikasi populer lainnya dalam sebuah layar ponsel. | Pixabay

Sebuah rumor beredar yang menyatakan Google akan menutup aplikasi pesan instan Hangouts pada 2020. Alasannya mengatakan bahwa Hangouts dinilai tidak berkembang sejak diluncurkan pada 2013.

Namun, Google membantah rumor tersebut. Scott Johnston, Google Real Time Communication product lead for G Suite -- termasuk urusan Hangouts Meet and Chat, and Google Voice, melalui kicauan Twitter, Sabtu (1/12/2018), mengatakan bahwa rumor yang beredar tidak berdasar.

Johnston menjelaskan sampai saat ini belum ada keputusan apakah Hangouts akan ditutup. Google, lanjutnya, justru akan meningkatkan kemampuan Hangouts Chat dan Hangouts Meet.

Sementara Juru Bicara Google yang dikutip Business Today, Senin (3/12/2018), menjelaskan bahwa Hangouts Chat dan Meet akan segera tersedia untuk para pengguna. Namun, ia tidak menjelaskan kapan hal itu terwujud.

"Kami belum mengumumkan waktu resmi transisi pengguna dari Hangouts klasik ke Chat dan Meet. Kami masih punya komitmen untuk mendukung Hangouts klasik hingga sukses migrasi ke Chat dan Meet," katanya.

Kedua layanan baru itu sebenarnya sudah bisa digunakan oleh para pengguna dari kelas enterprise yang memiliki akun G-Suite. Belum diketahui bagaimana nasib mereka jika layanan ini diberlakukan untuk pengguna umum nanti.

Hangouts adalah sebuah layanan komunikasi yang dikembangkan oleh Google. Dengan Hangouts; pengguna bisa melakukan percakapan teks secara instan, percakapan video, SMS, dan fitur VOIP.

Melalui Google Hangouts, pengguna dapat melakukan obrolan (chatting) dan konferensi video dengan jumlah peserta maksimal 10 orang.

Kemudian Google meluncurkan Hangouts Chat pada tahun lalu dan aplikasi ini membidik tim komunikasi sebuah perusahaan. Aplikasi ini dibuat untuk menandingi Slack. Sementara Hangouts Meet adalah platform video.

Percakapan melalui Hangouts menggunakan teknologi Google Vault. Selain itu, keamanan dan kerahasiaan datanya dijamin lantaran menggunakan sertifikasi ISO, GDPR, dan HIPAA.

Namun, Google Hangouts memang tidak populer. Menurut data keluaran Statista; aplikasi jejaring sosial terpopuler di Amerika Serikat berdasarkan pengguna aktif bulanan per Oktober 2018, Hangouts hanya ada di urutan lima dengan 93,6 juta pengguna. Empat aplikasi di atasnya adalah Facebook, Instagram, Facebook Messenger, dan Twitter.

Google Hangouts hanya berada di posisi lima daftar aplikasi digital terpopuler per Oktober 2018.
Google Hangouts hanya berada di posisi lima daftar aplikasi digital terpopuler per Oktober 2018. | Statista

Hangouts memang tidak pernah melaporkan jumlah pengguna aktif bulanannya. Namun, hingga April 2018 menurut Statista (h/t Quora), Hangouts belum masuk dalam 10 besar aplikasi pesan instan terpopuler di dunia.

Itu sebabnya rumor soal penutupan Hangouts tak pernah pudar dan terus terdengar beberapa kali kendati tak pernah terbukti. Kabar penutupan Hangouts terendus pertama kali ketika Google meluncurkan Duo dan Allo pada 2017. Kabar penutupan Hangouts juga muncul tak lama setelah Google Plus dilipat.

Apalagi, Hangout telah kehilangan beberapa fitur utama seperti pengiriman SMS. Aplikasi ini juga tidak lagi mendapat pemutakhiran (update) sehingga pengguna mulai menemukan bug dan performa berkualitas rendah.

Hangouts memang tak jelas nasibnya. Google berkali-kali menyediakan aplikasi sejenis untuk keperluan perpesanan instan. Meski begitu Hangouts tetaplah aplikasi yang siap dibuka kapan saja ketika Gmail diakses.

Aplikasi tersebut masih menjadi pilihan untuk menghubungi anak-anak maupun orang yang tidak memiliki ponsel. Dalam hal ini Google sering dicemooh karena terlalu banyak mengeluarkan aplikasi perpesanan sehingga tidak fokus dan menyebabkan aplikasi lainnya terlantar.

Baru-baru ini, Google mengalihkan perhatiannya ke Android Messages dan mengintegrasi dengan teknologi Rich Communication Services (RCS) yang bakal diperkenalkan pada awal 2019. Kabar ini kemudian memicu rumor bahwa Hangouts akan ditutup pada 2020.

GSM Arena (2/12) menyebutkan pada titik ini, Google memang memiliki kebiasaan mematikan layanan segera apabila popularitasnya tidak sesuai harapan. Mereka akan tetap menutupnya kendati masih ada sejumlah orang yang menggunakannya, sebut saja aplikasi Inbox dan Reader.

BACA JUGA