Google kini paham bahasa Jawa dan Sunda

Google kini bisa memahami bahasa Jawa dan Sunda.
Google kini bisa memahami bahasa Jawa dan Sunda. | Ivan /Beritagar.id

Pada Agustus lalu, Google menggulirkan pembaruan berisi sejumlah perbaikan pada aplikasinya, termasuk fitur pengetikan via suara yang mendukung 30 bahasa dan logat di seluruh dunia.

Namun kini, Google melibatkan pula bahasa Jawa dan Sunda agar masyarakat Indonesia bisa memaksimalkan potensi internet. Praktiknya tetap sama, menggunakan masukan suara (voice input ).

Menurut keterangan tertulis yang diterima Beritagar.id pada Selasa (12/9/2017), Google menjalin kerja sama dengan beberapa universitas lokal seperti Universitas Gajah Mada (Yogyakarta), Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta), dan Universitas Pendidikan Indonesia (Bandung) untuk menyertakan dua bahasa daerah Indonesia tersebut.

Google mengakui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak menggunakan penelusuran suara di dunia. Pertumbuhannya dilaporkan terus melesat cepat hingga 50 persen lebih tinggi di atas pertumbuhan global.

Itu sebabnya Google terpacu untuk mengembangkan teknologi masukan suara dalam bahasa daerah agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia.

"Supaya internet semakin inklusif dan berguna bagi banyak orang, hambatan bahasa perlu diatasi," kata Daan van Esch, Technical Program Manager, Speech and Keyboard Team Google.

"Hal ini sangat relevan di Indonesia seiring meningkatnya jumlah pengguna internet. Maka kami terus berusaha untuk meluncurkan berbagai produk dan fitur yang akan memudahkan penutur bahasa-bahasa di Indonesia dan memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia untuk bisa menemukan informasi yang mereka butuhkan, kapan saja dan di mana saja."

Masukan suara akan lebih mudah. Sedangkan mengetik di ponsel kadangkala tidak praktis dan menyita waktu, seperti saat Anda tengah berjalan kaki atau memasak.

Dengan suara, Anda cukup berbicara ke ponsel untuk mencari informasi tanpa harus mengetik pada papan ketik virtual berukuran kecil. Pengguna pun bisa mencari informasi dengan kedua bahasa tersebut. Seperti misalnya "Jadwal tanding bal-balan dino iki" (jadwal pertandingan sepak bola hari ini) atau "Batagor nu raos caket dieu" ( batagor enak dekat sini).

Namun sebelum menggunakan fitur itu, pastikan Anda telah mengganti sistem pengaturan masukan suara ke dalam bahasa Jawa atau Sunda.

Dukungan terhadap dua bahasa itu telah terdapat pada aplikasi Gboard. Untuk mengaktifkan fitur dikte di keyboard, instal Gboard dari Play Store lalu pilih bahasa yang Anda inginkan di dalam setelan dengan mengetuk ikon G. Kemudian ketuk mikrofon untuk mulai berbicara dengan bahasa lokal.

Untuk menerapkan variasi bahasa baru, lanjut Van Esch, Google juga bekerja sama dengan penutur asli untuk mengumpulkan contoh percakapan dan meminta mereka membaca frasa yang umum digunakan.

Proses ini melatih model pembelajaran mesin (machine learning) Google untuk memahami suara dan kata dalam bahasa baru, serta meningkatkan akurasinya saat menangkap lebih banyak contoh suara dan kata dari waktu ke waktu.

Dengan semakin banyaknya penutur bahasa asli yang menggunakan produk ini, teknologi masukan suara untuk masing-masing bahasa ini pun akan terus menjadi semakin baik.

Penelusuran dalam bahasa Jawa merupakan salah satu penelusuran terpopuler di Google, seperti "lagu dolanan anak" (lagu anak-anak) atau bal-balan dino iki' sebagai kata kunci yang paling sering dicari oleh warganet di Pulau Jawa.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR