INOVASI TEKNOLOGI

Google Maps gulirkan fitur cek batas kecepatan kendaraan

Ilustrasi batas kecepatan kendaraan di jalan raya
Ilustrasi batas kecepatan kendaraan di jalan raya | Pixabay

Google Maps punya fitur baru. Selain membantu pengguna menemukan alamat, restoran, dan jalur jalan tercepat, kini ia bisa membantu penggunanya menghindar dari kemungkinan berurusan dengan polisi patroli jalan raya.

Caranya, Google menambahkan fitur pemberitahuan batas kecepatan maksimal di jalan yang tengah dilalui penggunanya. Fitur ini tentu berguna bagi mereka yang kerap tidak memerhatikan rambu lalu lintas atau pengemudi yang memasuki daerah baru.

Selain batas kecepatan, Google juga menambahkan fitur pemberitahuan letak kamera pemantau kecepatan (speed trap camera) di jalanan.

Fitur ini sudah diuji coba sejak dua tahun yang lalu untuk perangkat Android dan hanya terbatas pada dua area saja di Teluk San Francisco, California dan Rio de Janeiro, Brasil. Kini, menurut 9to5google (19/1), fitur tersebut telah diluncurkan dalam skala yang lebih luas di beberapa negara di dunia.

Selain itu, tidak hanya pengguna Android, kini pengguna iOS pun bisa menikmati fitur tersebut. Kehadiran fitur tersebut ditandai dengan adanya sebuah ikon khusus di pojok layar pada saat Google Maps aktif.

Untuk saat ini fitur pemberitahuan batas kecepatan maksimal baru bisa digunakan di Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Denmark.

Sementara fitur penanda kamera pemantau kecepatan di jalanan sudah bisa digunakan di Indonesia, AS, Inggris, Australia, Rusia, Brasil, Meksiko, Kanada, dan India,

Jika pengendara mencapai batas kecepatan maksimum, pengguna akan diingatkan oleh aplikasi dengan sebuah notifikasi suara.

Google terbilang terlambat menambahkan fitur ini pada Maps. Aplikasi penunjuk jalan Waze telah memakai fitur serupa sejak 2016 dan telah merambah puluhan negara. Bahkan fitur bagi pengguna untuk melaporkan keberadaan speed trap sudah tersedia jauh sebelumnya.

Keterlambatan Google mengadopsi fitur ini, menurut Mirror (21/1), cukup mengherankan karena raksasa teknologi dari AS itu telah mengakuisisi Waze dengan nilai 966 juta dolar AS pada 2013. Bukankah mudah saja bagi mereka mengadopsikan fitur di Waze ke Google Maps?

Namun, menurut Digital Trends (20/1), lambatnya Google mengadopsi fitur yang sudah lama ada di Waze itu terbilang wajar. Pasalnya, Google Maps pada awalnya lebih diperuntukkan mereka yang ingin menjelajah suatu daerah dengan berjalan kaki.

Google membuat pembaruan fitur ini dari sisi peladen (server), sehingga pengguna tak perlu memperbarui (update) aplikasi untuk melihat lokasi kamera kecepatan dan memunculkan fitur batas kecepatan.

Google Maps telah mengumpulkan banyak layanan satelit khusus yang bisa menampilkan peringatan kamera pemantau kecepatan selama bertahun-tahun. Layanan peta virtual lainnya seperti Garmin, TomTom, dan AA mengenakan biaya kepada pengemudi untuk penggunaan fitur tersebut. Sementara, Google Maps menyediakannya gratis.

Kamera pengawas kecepatan di Indonesia

Seperti disebutkan di atas, Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat fitur penanda kamera pengawas kecepatan dari Google Maps.

Namun kamera tersebut belum banyak tersedia dan sebagian besar hanya ada di jalan bebas hambatan di Pulau Jawa. Menurut Kepolisian RI (Polri) dalam Merdeka.com, pada 2017 mereka memasang 73 kamera di Jabodetabek dan masing-masing 20 buah di Solo, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Pada tiga tahun terakhir Polri tengah mengembangkan electronic traffic law enforcement (e-TLE), salah satunya dengan memanfaatkan kamera untuk memantau dan menandai para pelanggar lalu lintas, termasuk pelanggar lampu merah dan batas kecepatan.

Polisi takkan menghentikan pelanggar di tengah jalan, tetapi kamera pemantau akan merekam nomor polisi pelanggar dan tagihan denda akan dikirimkan ke alamat yang tertera pada STNK kendaraan tersebut.

Proyek ini telah mulai diujicobakan di beberapa daerah besar, termasuk Jakarta dan Surabaya. Oleh karena itu jumlah kamera pengawas di jalanan jelas bertambah.

Jika program ini berkembang dan semakin banyak daerah di Indonesia menerapkan e-TLE, fitur penanda kamera pemantau dari Google Maps ini jelas akan amat berguna.

Bagaimana dengan batas kecepatan? Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan Kendaraan Bermotor dan berlaku di seluruh Indonesia.

Pada Pasal 3 ayat 2 Permen tersebut disebutkan bahwa untuk jalan bebas hambatan kecepatan terendah adalah 60 km/jam dan tertinggi 100 km/jam. Sementara untuk jalan antarkota ditentukan kecepatan tertinggi 80 km/jam.

Dalam kawasan perkotaan batas kecepatan tertinggi adalah 50 km/jam, sedangkan kawasan pemukiman paling tinggi 30 km/jam.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR