BUDAYA DIGITAL

GoPro ungkap pergeseran kegunaan kamera aksi

Tiga model dari seri terbaru kamera aksi GoPro Hero 7
Tiga model dari seri terbaru kamera aksi GoPro Hero 7 | Yoseph Edwin /Beritagar.id

GoPro mengungkap bahwa kegunaan kamera aksi kini bergeser menjadi pendukung keperluan gaya hidup. Pengguna menggunakannya untuk merekam kegiatan sehari-hari, bahkan saat berlibur.

Asia Tenggara merupakan pasar di dunia yang memiliki potensi besar dalam hal adopsi elektronik. Indonesia termasuk di dalamnya. Dengan jumlah penduduk yang besar, potensi pasar di sini kerap menggiurkan para manufaktur untuk bersaing memasarkan produk-produknya.

GoPro merupakan jenama dari Amerika Serikat yang dapat dikatakan pelopor dalam bidang gawai kamera aksi. Bersama dengan Erajaya Swasembada, GoPro kini telah meresmikan kehadirannya di Tanah Air. Masuk akal jika duo ini tidak berlama-lama memasukkan seri terbaru dari kamera aksi yaitu Hero 7.

Dalam acara pengenalan seri terbaru GoPro Hero 7 di Tangerang, Selasa (23/10), GoPro memberikan sebuah wawasan unik atas pasar produk GoPro, termasuk di Indonesia.

Senior Manager Global Training GoPro, Cohen Summers menuturkan, meski awal mula penciptaan kamera aksi adalah untuk merekam momen saat melakukan olahraga ekstrem, kini pengguna gawai ternyata lebih menggunakannya untuk urusan gaya hidup, seperti merekam kegiatan sehari-hari atau berlibur.

“Saya terkesima saat orang-orang akan bepergian dan mengatakan ingin membeli GoPro dulu,” ujar laki-laki yang berdomisili di Amerika Serikat tersebut.

Selain itu, seiring menjamurnya pembuat konten seperti vlogger atau YouTuber, Summers mengatakan GoPro menjadi satu alat tambahan untuk merekam momen. Hal ini terkait dengan adanya fungsi-fungsi tertentu yang tidak dapat tercukupi oleh satu gawai saja.

Ambil contoh kamera profesional seperti DSLR yang mampu menghasilkan citra berkualitas tinggi, namun kurang bisa diandalkan dalam lingkungan yang menantang. Hal ini sebab kamera profesional kurang ringkas dan rentan rusak. Butir inilah yang mampu diisi oleh kamera aksi tahan banting dan tahan air seperti GoPro.

Bicara mengenai GoPro Hero 7, Indonesia kebagian ketiga serinya, yaitu Hero 7 White yang mampu melakukan perekaman video resolusi 1080p, Hero 7 Silver yang dapat melakukan perekaman video resolusi 4k, dan terakhir Hero 7 Black yang juga mampu melakukan perekaman hingga resolusi 4k namun dengan peningkatan di bidang kestabilan gambar. Masing-masing dijual di harga Rp 4 juta, Rp 5,5 juta, dan Rp 7 juta.

Jelas, yang paling mencuri perhatian adalah GoPro Hero 7 Black. Seri yang satu ini memberi penekanan pada fitur HyperSmooth.

SEA Marketing Manager GoPro, Sangeet Singh, mengatakan fitur terbaru ini memberikan hasil video yang stabil tanpa menghilangkan rasa “aksi”. Maksudnya adalah fitur penstabil gambar tersebut tidak sepenuhnya memberikan efek seperti aksesori gimbal yang sepenuhnya menstabilkan goncangan, melainkan menghasilkan efek stabil sealami mungkin.

"Tidak akan lagi ada getaran yang dihasilkan. Teknologi ini membuat video lebih halus mirip dengan pandangan mata," kata Singh.

Memanfaatkan fitur HyperSmooth, Hero 7 Black dilengkapi dengan Timewrap. Timelapse mungkin terdengar lebih familier, namun dengan fitur Timewrap pengguna dapat hasilkan video timelapse bergerak secara stabil dengan kecepatan hingga 30 kali lipat.

Fitur lainnya adalah SuperPhoto, memberikan analisis foto secara cerdas dengan memanfaatkan teknik HDR otomatis. Sehingga kualitas hasil foto dan video terlihat lebih baik dari pendahulunya.

Kemudian fitur sorotan berikutnya adalah pengaliran langsung. Memungkinkan pengguna untuk menayangkan aksinya secara langsung ke rekan-rekannya di platform media sosial Facebook atau YouTube, misalnya.

Bicara daya tahan, memang kamera aksi umumnya tidak memiliki daya tahan baterai yang lama, terutama saat melakukan perekaman video. Meski Hero 7 Black memiliki baterai yang sama dengan pendahulunya, namun pihak GoPro mengklaim bahwa dengan menggunakan sensor kamera yang baru, maka penggunaan baterai akan jauh lebih efisien. Fitur daya tahan akan air juga masih sama yakni mampu menyelam hingga kedalaman hingga 10 meter.

GoPro merupakan pencetus jenis gawai kamera aksi secara komersial. Perusahaan berbasis di California ini telah lebih dahulu meluncurkan produknya pada tahun 2004.

Dalam sejarahnya, sang pendiri yaitu Nick Woodman terinspirasi menciptakan kamera aksi dari perjalanannya ke Bali pada tahun 2002. Ia merasa saat itu belum ada gawai kamera yang mumpuni untuk merekam aksi dirinya berselancar di gulungan ombak.

Pergerakan pasar ini juga terus naik. Seperti data dari Statista mengungkapkan dengan melihat perkembangan tren sejak tahun 2010, pada tahun 2017, pengapalan kamera aksi diramalkan mencapai 11 juta unit.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR