TEKNOLOGI ANTARIKSA

Helikopter mini NASA akan ikut ke Mars pada 2020

Helikopter mini milik NASA yang akan ikut jalan-jalan ke Mars pada tahun 2020.
Helikopter mini milik NASA yang akan ikut jalan-jalan ke Mars pada tahun 2020. | NASA/JPL-Caltech /EPA-EFE

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus mempersiapkan diri untuk mewujudkan misi Mars 2020, yakni mengirimkan pesawat nirawak dan beberapa wahana lainnya untuk menjelajahi Planet Merah itu pada tahun 2020. Jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan adalah Juli 2020.

Akhir pekan lalu, NASA menambah satu lagi peralatan yang bakal mereka ikut sertakan ke Mars. Peralatan tersebut berupa sebuah helikopter nirawak mini. Helikopter tersebut akan membuktikan apakah benda yang lebih berat dari udara bisa terbang di planet keempat di Tata Surya tersebut.

"Ide menerbangkan helikopter di langit planet lain amat mendebarkan. Helikopter Mars menjanjikan sains, penemuan, dan eksplorasi masa depan dalam misi ke Mars," kata NASA Administrator Jim Bridenstine, pada situs resmi badan tersebut.

Newsweek (12/5/2018) menyebutkan desainer dari Jet Propulsion Laboratory NASA telah menghabiskan empat tahun untuk membuat helikopter yang beratnya hanya 1,8 kilogram dengan ukuran kira-kira sebesar bola sofbol.

Dikontrol dari jarak yang sangat jauh, Helikopter tersebut dirancang untuk terbang di atmosfer Mars yang 100 kali lebih tipis dari Bumi. Kendaraan luar angkasa itu dilengkapi dengan bantuan dua baling-baling. Masing-masing balingnya akan berputar tiga kali lebih cepat dari helikopter biasa atau 3.000 putaran per menit (rpm).

"Rekor ketinggian helikopter yang terbang di Bumi adalah sekitar 12.000 meter. Jadi ketika helikopter kami berada di permukaan Mars, itu sudah setara dengan ketinggian 30.000 meter di Bumi," kata Mimi Aung, manajer proyek Mars Helicopter di bagian Jet Propulsion Laboratory NASA dalam pernyataan tertulis yang dikutip NBC News (13/5).

Sejumlah pejabat NASA mengatakan bahwa helikopter itu akan sampai di daratan Planet Merah dalam kondisi terpasang di sebuah kendaraan jelajah sebesar mobil biasa. Setelah menempatkan helikopter itu di tanah, kendaraan jelajah NASA akan dikendalikan menuju jarak aman.

Pengendali dari Bumi akan melakukan serangkaian uji coba sebelum menerbangkannya secara otomatis. NASA seperti disebutkan The Register (14/5) menggelar uji coba penerbangan selama 30 hari yang terdiri dari lima penerbangan. Sebagai permulaan, helikopter akan naik ke 3 meter, melayang-layang selama 30 detik, lalu turun.

Penerbangan selanjutnya akan mencapai hingga beberapa ratus meter serta memakan durasi yang lebih lama, yakni selama 90 detik.

Nantinya kendaraan otonom tersebut akan dilengkapi dengan baterai bertenaga sel surya dan sebuah mesin pemanas agar bisa beroperasi penuh selama 30 hari dalam tahap pengujian. Meski otonom, helikopter tersebut akan memiliki koneksi nirkabel ke kendaraan penjelajah Mars 2020 untuk bertukar data.

Helikopter ini akan menjadi mesin terbang bertenaga pertama dan kendaraan yang dirancang lebih berat dari manusia pertama untuk mengunjungi planet lain.

Sebagai demonstrasi teknologi, Helikopter Mars dianggap sebagai proyek yang berisiko tinggi dan bernilai tinggi. Jika tidak berhasil, misi Mars 2020 tidak akan terpengaruh.

Namun, jika berhasil, helikopter ini dapat membantu badan antariksa melakukan penilaian geologis, menentukan kelayakan habitat, dan mencari tanda-tanda kehidupan Mars kuno. Selain itu, mereka berharap bisa mempergunakan pesawat untuk mencapai lokasi-lokasi yang tidak bisa dicapai dari darat.

Misi Mars 2020 akan berupaya mencari tanda-tanda kehidupan selama dua tahun dan menggunakan instrumen untuk membantu NASA mempelajari lebih lanjut tentang cara aman mendaratkan manusia di sana. Kendaraan tersebut juga memiliki mikrofon yang memungkinkan NASA mendengar suara di permukaan untuk pertama kalinya.

Dua penjelajah lainnya, yakni Curiosity and Opportunity, terus menjelajahi Mars, mengirim kembali foto-foto permukaan dan mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu.

Misi penjelajah Mars 2020 dijadwalkan akan meluncur pada Juli 2020 dari pangkalan angkatan udara Cape Canaveral di Florida dan akan tiba di Mars pada Februari 2021.

NASA Mars Helicopter Technology Demonstration /NASA Jet Propulsion Laboratory
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR