Ilmuwan ciptakan pisang super kaya vitamin A

Pisang super (atas) dibandingkan dengan pisang Cavendish biasa.
Pisang super (atas) dibandingkan dengan pisang Cavendish biasa.
© Queensland University of Technology

Kekurangan vitamin A menyebabkan kematian sekitar 750.000 anak di negara berkembang setiap tahunnya. Ini juga menjadi penyebab kebutaan pada masa kanak-kanak dan meningkatkan risiko tertular infeksi berat dan penyakit.

Untuk mengatasi hal ini, para ilmuwan di Australia berhasil mengembangkan sebuah jenis pisang revolusioner baru yang kaya vitamin A. Pisang tersebut diberi nama pisang super.

Dilansir Fresh Fruit Portal, Senin (10/7/2017), pisang itu dikembangkan berkat dana USD7,6 juta atau Rp101 miliar dari Bill dan Media Gates Foundation oleh peneliti dari Queensland University of Technology. Pohon pisang biofortified ditanam selama 10 tahun dan mudah tumbuh di Uganda.

Sekadar informasi, biofortifikasi adalah proses atau program memasukkan unsur nutrisi ke dalam makanan atau bahan pokok untuk meningkatkan gizi makanan tersebut.

Profesor James Dale yang memimpin penelitian tersebut menjelaskan bahwa pengembangan pisang biofortified merupakan proyek kemanusiaan yang signifikan.

"Pisang masak Afrika Timur mengandung sumber pati yang sangat baik. Ini dipanen hijau lalu dipotong-potong dan dikukus, "kata Dale kepada Foodmag (11/7). "Tapi kadar mikronutriennya rendah, terutama vitamin A dan zat besi. Konsekuensi kekurangan vitamin A berakibat sangat parah."

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para peneliti mengambil gen dari pisang yang berasal dari Papua Nugini dan secara alami sangat kaya vitamin A namun memiliki tandan kecil, dan memasukkannya ke dalam pisang Cavendish.

Mereka hanya tumbuh dalam jumlah kecil sehingga para peneliti menciptakan hibrida dari pisang khusus dan pisang Cavendish biasa yang diproduksi dalam jumlah banyak. Perubahannya, gabungan pisang tersebut menghasilkan warna yang tidak biasa; oranye.

Evening Standard (10/7) mengutip, "Selama bertahun-tahun, kami mampu mengembangkan pisang yang telah mencapai tingkat provitamin A yang sangat baik, meski warna yang dihasilkan emas keemasan," ujar Dale. Penelitian tersebut kemudian dimasukkan ke jurnal Wiley's Plant Biotechnology.

Tim peneliti telah melakukan percobaan menumbuhkan pisang tersebut di Australia. Harapannya dapat menghasilkan dua kali lipat tingkat provitamin A dari perkiraan.

"Ini merupakan tonggak utama kami dalam memberikan makanan yang lebih bergizi kepada beberapa komunitas subsisten paling miskin di Afrika," kata Dale. "Ilmu kami berfungsi. Kami mencoba dan menguji ratusan variasi genetik yang berbeda, yakni di laboratorium dan lapangan di Queensland hingga kami mendapatkan hasil yang terbaik."

Para ilmuwan sekarang ingin menguji hasil dari pertumbuhan pisang di Afrika Timur, makanan pokok masyarakat di sana. Jika percobaan di lapangan berhasil, para periset berharap bahwa pisang mereka akan tumbuh dengan sendirinya oleh petani Uganda pada awal 2021 mendatang.

Para periset membuat jalan yang signifikan dalam mengurangi kekurangan vitamin A di seluruh dunia. Maklum, penelitian lain membuktikan bahwa kekurangan vitamin A pada anak-anak berusia antara enam bulan dan lima tahun di Uganda telah meningkat dari 20 persen pada 2006 hingga 38 persen pada 2011.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.