GAWAI TERKINI

Impresi sabak Samsung Galaxy Tab S4

Samsung Galaxy Tab S4 tampak saat tersambung dengan papan ketik yang dijual terpisah.
Samsung Galaxy Tab S4 tampak saat tersambung dengan papan ketik yang dijual terpisah. | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Samsung memperkenalkan produk terbarunya. Bukan Galaxy Note 9 yang tengah ditunggu-tunggu, melainkan sabak (tablet) terbaru dari seri Tab S. Sabak bernama Galaxy Tab S4 itu diluncurkan pada Rabu (1/8/2018) dan hanya sehari setelahnya langsung diperlihatkan kepada jurnalis di Jakarta, termasuk Beritagar.id.

Tab S4, yang mengisi kelas premium, dibanderol Rp10,999 juta per unit, dan bisa mulai dibeli pada akhir Agustus ini.

Dengan harga setara sabak iPad Pro dari Apple, pembeli tentunya berharap spesifikasi tinggi dan itulah yang memang disediakan.

Tab S4 dibekali SoC Qualcomm Snapdragon 835 dikombinasikan dengan RAM 4 GB dan memori internal 64 GB. Jika dirasa kurang, sabak ini mendukung penyimpanan memori eksternal hingga 400 GB menggunakan kartu micro SDXC.

Komponen utama, yaitu layar, berjenis panel Super AMOLED ukuran 10,5 inci dengan resolusi 2.560 × 1.600 piksel. Sabak ini juga menggunakan kamera belakang 13 MP fokus otomatis serta kamera depan bersensor 8 MP.

Fitur konektivitas nirkabel dari Galaxy Tab S4 terdiri dari 4G/LTE, Wi-Fi 802.11ac, dan Bluetooth 5.0. Sedangkan konektivitas kabel terdapat konektor POGO untuk aksesori papan ketik serta konektor USB Tipe-C untuk berbagai periferal sekaligus pengisian daya baterai.

Keberadaan sensornya lengkap, termasuk akselerometer, kompas, giroskop, sensor jarak, dan pemindai iris.

Penerus sabak Galaxy Tab S3 tersebut memiliki layar yang lebih besar, masa pakai baterai yang lebih lama, dan empat speaker buatan AKG untuk keluaran suara yang lebih kencang dan berkualitas.

Namun fitur yang paling menjadi sorotan adalah fungsi Samsung DeX yang terintegrasi. Samsung DeX, yang pertama kali muncul bersamaan dengan ponsel Galaxy S8, adalah penghubung gawai dengan monitor eksternal, papan ketik, dan tetikus.

Fitur tersebut bisa mengubah Tab S4 dari sabak Android biasa menjadi lebih mirip komputer desktop, lengkap dengan tampilan multi-window dan Microsoft Office.

Bagian belakang Galaxy Tab S4 yang bermaterialkan kaca.
Bagian belakang Galaxy Tab S4 yang bermaterialkan kaca. | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Beritagar.id mendapat kesempatan untuk mencoba Tab S4. Kesan pertama saat memegangnya adalah: berat. Berdasarkan lembar fakta yang diterima, sabak ini memiliki bobot 462 gram.

Ada dua hal yang menyebabkan berat sabak tersebut nyaris mencapai setengah kilogram, yakni material bodi yang terbuat dari kaca dan juga kapasitas baterai yang besar.

Sebagai penyokong kinerjanya, Tab S4 dibekali baterai berkapasitas 7.300 mAh. Dengan kapasitas sebesar itu, Samsung mengklaim sabak dapat bertahan hingga 16 jam saat melakukan pemutaran video resolusi FullHD selama 16 jam.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai sebesar itu? Samsung mengklaim, dengan teknologi Fast Charging, proses pengisian baterai Tab S4 dari 0 hingga 100 persen butuh waktu sedikit di bawah 200 menit.

Ukuran layarnya mencapai 10,5 inci, tetapi keseluruhan bodi Tab S4 tidak tampak besar. Hal itu disebabkan penggunaan bezel yang tipis sehingga rasio layar ke bodi mencapai 78,6 persen. Selain itu, tak adanya tombol di bagian muka membuat Tab S4 tampak sama jika digunakan dari posisi manapun.

Kualitas layar tidak perlu diragukan. Kontrasnya warna tampak amat jelas bagi pengguna.

Sorotan berikutnya adalah aksesori S-Pen. Layaknya ponsel pintar seri Note, sabak ini turut menawarkan fitur-fitur yang sama, contohnya fitur penerjemahan langsung tulisan apapun yang ada di layar.

Sisi sabak Galaxy Tab S4 yang memiliki konektor untuk aksesori papan ketik POGO.
Sisi sabak Galaxy Tab S4 yang memiliki konektor untuk aksesori papan ketik POGO. | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Karena diposisikan Samsung sebagai gawai yang menjembatani pekerjaan ringan yang umum dilakukan di laptop, aksesori papan ketik POGO menjadi teman yang cocok digunakan bersama.

Memanfaatkan konektor metal berwarna emas di sisi, Anda dapat dengan mudah menyambungkan Tab S4 ke aksesori, yaitu dudukan dan papan ketik.

Namun papan ketik itu dijual terpisah dengan harga Rp1,6 jutaan.

Saat ini tablet bukanlah gawai yang banyak dicari lagi. Pembelinya tak banyak.

Menurut data International Data Corporation (IDC), pasar sabak terus turun. Penjualannya pada kuartal I 2018 turun 13,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu--dari 35,8 juta unit menjadi 31,7 juta unit.

Sabak Samsung, pada periode itu menduduki urutan kedua dengan penguasaan pasar global sebesar 16,7 persen. Posisi atas masih dikuasai Apple dengan pangsa pasar 28,8 persen.

Jo Semidang, IT and Mobile Marketing Director Samsung Electronics Indonesia, mengakui pangsa pasar tablet memang pertumbuhannya stagnan dan cenderung menurun saat ini karena terjepit antara ponsel pintar yang layarnya makin besar dan laptop yang lebih canggih.

"Konsumen itu kalau tidak ada alasan kuat untuk memiliki tablet, mereka akan pilih smartphone saja atau laptop," kata Jo.

Oleh karena itu sabak yang menarik konsumen adalah yang dilengkapi fitur-fitur premium, dengan harga di atas Rp8 juta. Jo mengklaim Samsung menguasai 60 persen pasar sabak kelas atas itu sehingga mereka tak ragu memasarkan Galaxy Tab S4.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR