UNJUK RASA

Infografik: Gas air mata senjata membubarkan massa

Hati-hati jika terpapar gas air mata. Paparan gas air mata mengakibatkan rasa perih dan iritasi bila mengenai selaput mata dan sesak napas jika terhirup hidung. Bahkan bisa menyebabkan sensasi menyengat pada kulit.
Hati-hati jika terpapar gas air mata. Paparan gas air mata mengakibatkan rasa perih dan iritasi bila mengenai selaput mata dan sesak napas jika terhirup hidung. Bahkan bisa menyebabkan sensasi menyengat pada kulit. | Bagus Triwibowo /Beritagar.id

Saat konsentrasi massa pengunjuk rasa mulai menyemut dan sulit dikendalikan dengan imbauan dan ucapan, selain water canon dan pentungan aparat keamanan kerap memanfaatkan gas air mata untuk membubarkannya.

Seperti terjadi di Jakarta, Selasa (24/9/2019), saat unjuk rasa mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang berakhir ricuh. Termasuk dalam aksi-aksi unjuk rasa lainnya.

Bahkan, dalam operasi penangkapan teroris juga polisi kerap melontarkan gas air mata untuk melumpuhkan target sebelum dicokok.

Belakangan, di media sosial viral gas air mata kedaluwarsa. Polisi mengakuinya, namun Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyebut tak berbahaya.

"Justru itu tidak ada bahayanya sama sekali ya. Malah melempem itu kayak kerupuk gitu. Sama seperti peluru yang kedaluwarsa, kalau digunakan tidak akan efektif seperti peluru aktif," kilahnya, Kamis (26/9).

Efek penembakan gas air mata umumnya mengakibatkan rasa perih dan iritasi bila mengenai selaput mata dan sesak napas jika terhirup hidung. Gas air mata juga bisa menyebabkan sensasi menyengat pada kulit.

Peneliti dan dosen toksikologi dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia (UI) Budiawan menjelaskan, zat kimia pada gas air mata yang beberapa di antaranya termasuk golongan senyawa kimia aldehyd seperti acrolein dan chlorobenzalonitril (CS). "Acrolein dan chlorobenzalonitril (CS) efeknya perih atau iritasi di mata," imbuhnya.

Paparan gas air mata berlebih dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan luka bakar pada kulit dan bila terkena mata bisa menyebabkan kebutaan. Penderita asma, jika terpapar gas air mata dapat memicu gangguan pada pernapasannya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR