Inovasi Sennheiser dalam audio 360 derajat

Sennheiser Momentum In-Ear Wireless, salah satu produk yang diperkenalkan pada acara Sound Forum 2017 di Jakarta (4/10)
Sennheiser Momentum In-Ear Wireless, salah satu produk yang diperkenalkan pada acara Sound Forum 2017 di Jakarta (4/10) | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Di era konten 360 derajat kini, Sennheiser menghadapi satu masalah. Pasalnya, konten-konten dalam layanan seperti YouTube dan Facebook--yang mendukung tampilan konten 360 derajat--lebih mementingkan visual ketimbang audio.

Hal ini memicu jenama audio kesohor asal Jerman tersebut untuk berinovasi melalui sub jenama "Ambeo".

"Sekarang banyak konten di YouTube dan Facebook yang sudah 360, tetapi audionya masih 2D belum 3D sehingga suaranya hanya kanan kiri (tidak sesuai dengan visual yang segala arah). Dengan teknologi Ambeo, Anda akan secara jelas mendengar suara dari sudut manapun seperti 360," kata Garry Tjhin, Assistant Product Manager Sennheiser Asia dalam acara Sennheiser Sound Forum 2017, di Jakarta, Rabu (4/10).

Ambeo merupakan jenama yang mewakilkan fokus Sennheiser dalam produk-produk immersive 3D. Mulai digarap tahun 2016, Ambeo menjanjikan dapat mengubah pengalaman pengguna dalam audio 3D dalam berbagai aplikasi dari realitas virtual sampai rekaman audio dan penyiaran.

Ambeo Smart Headset merupakan produk pertama dari jenama ini.

Ambeo Smart Headset
Ambeo Smart Headset | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Sennheiser mengklaim telah mengembangkan headset mobile untuk perekaman 3D pertama di dunia yang intuitif dan ringkas.

Headset sekaligus perekam suara binaural ini memberikan kesan nyata yang transparan bagi para pendengar melalui arah datangnya suara dan karakteristik lokasi.

Khusus untuk gawai iOS, Ambeo Smart Headset telah disesuaikan dengan standar aplikasi kamera untuk merekam dan menyimpan audio 3D bersamaan dengan video.

Setelah direkam melalui headset ini, suara dari video tetap dapat dinikmati dari headphone apa saja dengan gawai yang memiliki kapabilitas stereo.

Kemudian masih dari Ambeo ada mikrofon khusus untuk para pembuat konten realitas virtual profesional. Mikrofon bernama Ambeo VR Mic ini mampu merekam suara secara 360 derajat dengan lebih detail.

Mikrofon ini dirancang khusus untuk mereka yang memproduksi konten video 360 derajat sehingga kualitas audio yang dihadirkan juga bisa mengikuti videonya. Ambeo VR Mic juga hadir dengan dukungan perangkat lunak khusus sehingga memudahkan para pembuat konten VR untuk memproses audionya secara digital.

Ambeo VR Mic
Ambeo VR Mic | Yoseph Edwin /Beritagar.id

AmbeoVR Mic dibanderol dengan harga Rp32 jutaan. Sedangkan Ambeo Smart Headset dibanderol dengan harga Rp5 jutaan.

Sementara Smart Headset baru tersedia untuk gawai iOS mulai pertengahan November, versi Androidnya dikatakan sedang dalam pengerjaan dengan perkiraan rilis tahun depan.

Sennheiser juga berinovasi dalam mikrofon untuk kamera aksi, khususnya untuk GoPro Hero 4. Sennheiser kembali beralasan bahwa sekarang ini kualitas audio pada kamera aksi tidak dapat memberikan pengalaman sebagus visual yang diberikan. Hal inilah yang memicu munculnya MKE2 elements.

MKE2 elements merupakan mikrofon aksi yang tahan air hingga kedalaman 10 meter juga mampu meredam deru angin. Sejauh ini belum ada rencana dari Sennheiser untuk memperluas kompabilitas mikrofon seharga Rp3 jutaan ini.

Dari segmen yang lebih umum, jenama Jerman ini turut membawa tiga headset Bluetooth yang akan menjadi andalannya setahun ke depan.

Sennheiser Momentum In-Ear Wireless merupakan headset in-ear wireless dan hadir dengan desain seperti kalung. Salah satu keunggulannya adalah dukungan terhadap codec populer seperti AAC dan apt-X Qualcomm.

Momentum In-Ear Wireless juga bisa bertahan hingga 10 jam dengan durasi cas 1,5 jam saja. Urusan koneksi memanfaatkan Bluetooth 4.1 dan NFC untuk proses penyambungan yang lebih mudah dengan ponsel yang mendukung.

Di bagian kalungnya, headset ini memiliki tombol kontrol khusus yang juga bisa digunakan untuk menjawab panggilan telepon, juga mikrofon. Yang membuatnya menariknya, bagian ini akan bergetar jika ada panggilan telepon. Sehingga pengguna dapat merasakan notifikasi meski earbud tidak sedang digunakan.

Turut hadir seri CX 7.00BT yang merupakan varian lain dengan konsep seperti Momentum In-Ear Wireless namun lebih terjangkau.

Momentum Free
Momentum Free | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Sebagai tambahan dari kelas Momentum, Sennheiser juga memberi bocoran akan Momentum Free. Headset ini memiliki konsep lebih ringkas seperti BeatsX yang lebih dulu rilis.

Sebuah konsep desain menghilangkan bagian "kalung" dengan menggantikannya hanya dengan kabel yang menyambungkan kedua earbud. Namun ada kompensasinya, yang mana daya tahan baterainya turun menjadi enam jam saja, dengan durasi proses cas yang sama, satu setengah jam.

Bagi para audiophile yang sering beraktivitas di luar ruangan, Sennheiser menghadirkan IE 80 S yaitu sebuah in-ear earphone berkeluaran suara kelas atas. IE 80 S diklaim bisa menghasilkan suara yang akurat dan memiliki sistem pengaturan suara bass manual. Sejumlah bagian seperti kabel dan material earbud juga dapat diganti sesuai preferensi.

Sennheiser Momentum In-Ear Wireless dapat diperoleh dengan harga Rp3 jutaan. Sedangkan CX 7.00BT dibanderol dengan harga Rp2 jutaan. Untuk IE 80 S dapat dimiliki dengan harga jual Rp5 jutaan.

Produk-produk audio terbaru untuk konsumen dari Sennheiser tersedia di ritel resmi seperti SoundWave, UrbanLife, Bhinneka, BliBli, Wellcomm Shop, Simfoni, Lintang, Intikom, Gap Tech Store, dan Bass Audio. Juga toko daring resmi Senheisser di Lazada dan Shopee.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR