MEDIA SOSIAL

Instagram uji coba sembunyikan 'likes'

Ilustrasi instagram.
Ilustrasi instagram. | Didik Suhartono /ANTARA FOTO

Instagram dikabarkan sedang menguji fitur yang menyembunyikan likes. Pengunggah konten tetap bisa melihat jumlah likes, sementara pengguna lain hanya bisa melihat kontennya saja.

Instagram adalah satu dari sekian banyak aplikasi media sosial yang digemari orang di Amerika Serikat sampai Jerman. Indonesia bahkan tercatat sebagai negara dengan pengguna Instagram keempat terbanyak di dunia.

Instagram adalah platform yang menyenangkan untuk banyak orang. Foto dan video bisa disunting sedemikian rupa, acara dan momen penting bisa disiarkan agar dilihat banyak orang.

Menurut data Global Web Index 2017, Instagram masuk lima besar platform media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia. Sebanyak 38 persen orang memilih Instagram, beda tipis dengan pengguna Whatsapp yang jumlahnya 40 persen.

Salah satu ciri Instagram adalah likes yang bisa dilihat pengguna di bagian bawah gambar. Kini, raksasa media sosial ini dikabarkan sedang uji coba menghapus likes.

Hal ini ditemukan oleh Jane Manchun Wong. Engineer andal kesohor ini melihat perubahan dalam kode Android Instagram. Ia kemudian mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan cara kerja fitur.

Pada unggahan foto, tak ada lagi jumlah likes. Sebagai gantinya, hanya ada tulisan siapa yang menyukai konten, tanpa angka yang menampilkan jumlah total likes.

Hanya pengunggah konten yang bisa melihat berapa likes yang didapat jika mengeklik tombol bertuliskan 'View Likes'.

Isi pesan pop up yang ditampilkan di salah satu tangkapan layar berbunyi, "Kami ingin pengikut Anda fokus pada apa yang Anda bagikan, bukan berapa banyak likes yang didapat unggahan Anda. Selama pengujian ini, hanya orang yang mengunggah konten yang bisa melihat jumlah likes yang didapat."

Sebelum ini, Wong telah memprediksi banyak fitur dengan benar sebelum diluncurkan di Instagram, Facebook, dan Twitter. Namun, Instagram mengklaim mereka belum melakukan uji coba untuk menghapus jumlah likes.

"Kami tidak melakukan uji coba saat ini. Tetapi, mengeksplorasi cara untuk mengurangi tekanan di Instagram adalah sesuatu yang selalu kami pikirkan," kata seorang juru bicara Instagram kepada Verge.

Tekanan yang dimaksud telah dibuktikan oleh banyak penelitian. Banyak pengguna media sosial yang alih-alih bersenang-senang di Instagram justru merasa tertekan.

Ini bisa memperburuk masalah kesehatan mental. Memicu depresi, memancing pikiran untuk bunuh diri , dan menimbulkan tekanan psikologis.

Menukil Tech Crunch, salah satu pendiri Instagram, Kevin Systrom pernah menyatakan bahwa menjauhkan diri dari tekanan jumlah likes adalah salah alasan Instagram merilis fitur Stories.

Instagram tidak sendiri. Bulan lalu, Twitter juga mulai menguji desain yang menyembunyikan jumlah retweet untuk mencegah kompetisi tidak autentik dan mentalitas kawanan.

Bahkan Snapchat tidak pernah menunjukkan jumlah likes atau jumlah pengikut. Di satu sisi, ini tidak membuat pengguna stres. Di sisi lain, terasa kurang berguna bagi kaum influencer yang menentukan pengaruh dari angka-angka tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR