Jangan abaikan syarat & ketentuan saat pakai WiFi gratis

Ilustrasi toilet portabel.
Ilustrasi toilet portabel.
© Pixabay

Apa yang Anda lakukan ketika baru mendaftar suatu layanan baik secara daring maupun luring? Anda umumnya akan disodorkan sederet syarat dan ketentuan (terms & conditions/T&C) dalam daftar yang tidak jarang sangat panjang.

Mayoritas dari kita biasanya takkan membaca detail T&C tersebut, terutama jika layanan tersebut gratis. Kita biasanya akan langsung menuju bagian "setuju" atau "OK" dan mengkliknya.

Purple, sebuah perusahaan penyedia hotspot WiFi gratis di Inggris, menguji seberapa banyak orang yang benar-benar membaca T&C untuk menggunakan layanan mereka. Untuk itu, selama dua pekan perusahaan yang bermarkas di Manchester tersebut memasang "Klausul Layanan Masyarakat" dalam T&C yang mesti disetujui.

Layanan masyarakat tersebut, seperti dikabarkan Mashable (15/7/2017), adalah melakukan kerja sosial selama 1.000 jam.

Ternyata ada 22.000 orang yang mengklik "setuju" untuk menggunakan WiFi gratis Purple dengan tambahan T&C layanan masyarakat itu. Dari jumlah itu, hanya 1 orang yang menyadari adanya "Klausul Layanan Masyarakat" sebagai syarat menggunakan WiFi gratis Purple itu, atau hanya 0,000045 persen dari pengguna.

Untungnya, Purple tak serius menerapkan syarat dan ketentuan tersebut. Padahal, secara legal, perusahaan berhak memaksa para pengguna yang tak membaca T&C itu untuk melakukan layanan masyarakat yang menjadi persyaratan.

Dalam sebuah unggahan blog di situsnya, juru bicara Purple menjelaskan bahwa layanan masyarakat yang dimaksud adalah:

  • Membersihkan taman setempat dari kotoran hewan;
  • Memeluk kucing dan anjing liar terlantar;
  • Secara manual membersihkan penyumbat saluran pembuangan;
  • Membersihkan toilet portabel di festival dan acara lokal;
  • Mengecat bekicot agar hidup hewan itu lebih berwarna; dan
  • Membersihkan jalan dari bekas permen karet.

Ada juga tawaran hadiah untuk siapa saja yang menghubungi perusahaan dan menunjukkan klausul di atas.

Lelucon itu dilakukan Purple pada jaringan hotspot yang mencakup Arena Motorpoint Nottingham dan Alexandra Palace di London untuk menggambarkan "kurangnya kesadaran konsumen" saat menyetujui syarat penggunaan WiFi gratis.

"Pengguna WiFi perlu membaca persyaratan saat mereka mendaftar untuk mengakses jaringan," ujar Gavin Wheeldon, CEO Purple.

"Apa yang mereka setujui, berapa banyak data yang mereka bagi, dan lisensi apa yang mereka berikan kepada penyedia? Percobaan kami menunjukkan bahwa terlalu mudah untuk menandai sebuah kotak dan menyetujui sesuatu yang sebenarnya tidak adil."

Eksperimen tersebut merupakan bagian dari pengumuman Purple bahwa mereka akan menjadi penyedia WiFi pertama yang tersertifikasi General Data Protection Regulation (GDPR), undang-undang pemerintah Inggris yang baru berlaku pada Mei 2018.

Hukum baru itu memperkenalkan sebuah ketentuan pada penyedia data untuk menerapkan "persetujuan yang tidak ambigu" sebelum data pribadi atau perilaku pengguna dapat digunakan untuk tujuan pemasaran.

Ada lima alasan mengapa lahir sebuah sederet daftar syarat dan ketentuan dari suatu layanan. Dilansir dari Termsfeed, alasan utamanya adalah untuk menghindari penyalahgunaan.

Dalam perjanjian, penyedia layanan dapat menyertakan bagian yang diperlukan untuk memberi tahu pengguna pedoman penggunaan aplikasi situs web atau seluler, lalu apa yang terjadi jika pengguna menyalahgunakan situs web atau aplikasi seluler, dan seterusnya.

Contoh tindakan penyalahgunaan dapat mencakup mengirim pesan sampah kepada pengguna lain, mengunggah konten yang memfitnah, dan lainnya.

Kedua, adalah masalah kepemilikan konten. Sebagai penyedia layanan, maka ia turut menjadi pemilik logo, konten (kecuali konten buatan pengguna, karena sebagian besar situs web akan memberi tahu pengguna bahwa konten yang dibuat oleh pengguna adalah milik mereka), desain situs web, dan sebagainya.

Dalam persyaratan dan ketentuan, penyedia layanan dapat memberi tahu pengguna bahwa konten yang dimiliki dilindungi oleh undang-undang hak cipta internasional.

Ketiga berkaitan dengan akses penutupan akun penggunanya. Klausul ini memberi tahu pengguna bahwa akun yang melakukan penyalahgunaan akan diblokir dan dilarang menggunakan layanan lebih lanjut.

Keempat adalah pembatasan tanggung jawab. Klausul semacam ini memberi tahu pengguna bahwa pemilik tidak dapat dianggap bertanggung jawab atas kesalahan dalam konten yang disajikan, atau untuk informasi yang diberikan akurat, lengkap, atau sesuai untuk tujuan apa pun.

Terakhir berkaitan dengan hukum setempat yang berlaku. Mengacu pada yurisdiksi yang sesuai dengan persyaratan yang disajikan dalam perjanjian.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.